Hobi berbeda, Kuatir Cinta ini Putus Lagi

Dokter Valens Yth,
Salam sejahtera. Saya kadang berharap ada yang bisa mengirim surat menyangkut hal yang mirip saya alami saat ini. Namun yang ditunggu belum ada juga yang dijawab di Pos Kupang maka, saya memberanikan hati untuk menulis surat ini.


Begini dokter, Saya Yosefin, sering dipanggil Roz, umur 26 tahun, darah yang mengalir dalam diri saya berasal dari campuran Jawa dan Kupang. Pendidikan saya, lumayan, D3 Manajemen. Sudah pernah coba lanjut S1, namun gagal karena dukungan finansial kurang dari ortu.

Dengan berbekal ijazah diploma ini saya bekerja pada satu LSM yang cukup punya nama di Kupang. Sudah dua tahun lebih saya bergabung dengan lembaga ini. Saya merasa langkah saya ke depan sudah makin jelas karena pengalaman sudah ada dan banyak LSM yang bisa menggunakan tenaga seperti saya bila pada suatu saat di tempat ini saya tidak dibutuhkan lagi.

Begitu juga saya harus benar-benar mempersiapkan perasaan dan hati saya agar kelak kalau sampai hubungan saya dengan Riko putus saya tidak terlalu sakit seperti ketika putus dengan Toni. Ketika masih pacaran dengan Toni saya merasa sangat yakin berlanjut ke arah pembentukan rumah tangga. Saya begitu yakin karena, di antara saya dengan Toni terdapat banyak hal yang sama.

Kami berdua punya beberapa hobi yang sama, seperti sama-sama suka musik dan suka nyanyi, jenis lagu "country" koleksi bersama kami yang sangat mengesankan. Kami juga sama-sama senang dengan makanan yang pedas-pedas, dan beberapa hal lain yang menurut saya cukup cocok.

Tetapi ketika Toni bertemu dengan Yeni yang kebetulan berasal dari daerah yang sama (katanya), segala kesamaan kami itu menjadi tidak berarti. Selanjutnya hubungan kami putus tidak lagi ada harapan untuk sambung kembali. Nah, Itu cerita dulu.

Sekarang ini saya sudah enam bulan mengenal dan pacaran dengan Riko. Seorang pemuda yang bekerja sebagai pegawai negeri di Kupang. Dengan Riko ini banyak hal justru berbeda. Dari pekerjaan menurut saya Riko terlalu santai bekerja. Dia tidak terlalu senang musik tapi gemar berolah raga.

Makanan, tidak pilih-pilih. Ada makanan yang saya tidak sukai (berlemak), justru Riko paling senang. Dokter, hal yang mau saya tanyakan adalah mungkinkah di antara kami (orang) yang begitu banyak perbedaan itu, bisa ada cinta yang berumur panjang? Bila kemungkinan itu kecil, apakah saya cukup sekedarnya saja berpacaran supaya tidak terlalu sakit hati nantinya. Mohon sarannya, buat melangkah kedepan. Terima kasih.

Salam, Roz, Oepura - Kupang.


Saudari Roz yang baik.
Selamat bertemu. Bila saja Anda tidak mau menulis dan hanya berharap pada orang lain yang menulis seperti apa yang Anda rasakan mungkin akan menunggu waktu yang lama. Persoalan hidup (kaum muda) begitu banyak dan kompleks.

Cinta, terasa sering dan biasa dibicarakan orang namun namun cinta juga bisa jadi sesuatu yang serius dan bila mau dibahas lebih dalam tidak hanya habis dalam satu jilid buku.

Sebagaimana Anda berupaya lebih realistik menulis surat kepada kami di Pos Kupang, maka untuk membangun suatu cinta yang benar juga perlu kerja keras.

Cinta memang enak. Akan tetapi untuk mendapatkan cinta sejati tahapan itu mesti lewat perjuangan keras karena kita perlu beralih dari dasar penilaian yang emosional kepada yang rasional.

Apa yang sebenarnya hendak dibangun dalam cinta? Prakash Kothari, seorang professor dan seksolog dari Mumbay mengatakan bahwa dalam menilai cinta faktor penampilan, kekayaan, pertimbangan kecocokan, kepercayaan, kesukaan memang memainkan peranan penting,

Tetapi hal yang paling penting untuk dibangun adalah persahabatan. Soal persahabatan ini, dalam kenyataan hidup kekuatannya tidak bergantung pada kesamaan-kesamaan (hobi dan kegemaran lainnya) yang dimiliki, namun terletak pada kekuatan komunikasi.

Tentunya yang dimaksud adalah komunikasi yang efektif, bukan sekadar pertukaran kata-kata melainkan pertukaran ide dan pemikiran. Melihat kenyataan yang Anda hadapi bahwa Toni mampu digaet Yeni, lantaran faktor kesamaan daerah asal berpotensi besar dalam kualitas intensitas komunikasi mereka.

Prof Singgih Gunarsa mengatakan bahwa komunikasi efektif yang baik bersifat dialog yang didalamnya terjadi harmonisasi atau terjalinnya suasana saling pengertian, saling mengisi dan melengkapi. Kalimat terakhir ini memberi dukungan positif pada hubungan Anda dengan Riko. Hanya dalam perbedaan dan kekurangan bisa terjadi saling mengisi dan melengkapi.

Untuk itu yang perlu Anda lakukan adalah menginventarisir nilai lebih dan nilai kurang yang ada pada Riko. Nilai lebih dijadikan asset untuk menambahi kekurang pada Anda dan nilai kurangnya membutuhkan kerelaan memberi untuk melengkapi.

Menurut saya perbedaan yang terdapat pada Riko seperti yang Anda tunjukkan dalam surat adalah perbedaan yang ringan sehingga Anda jangan terlalu pesimis dengan keadaan seperti itu.

Anda perlu lebih optimis. Setiap pribadi itu unik, untuk itu janganlah selalu dibuat takaran perbandingan antara Toni dan Riko. Perbesar ruang toleransi dan pengertian dari Anda terhadap Riko. Karena memang, cinta yang memberi lebih banyak dari menerima akan mendatangkan banyak kebahagiaan.

Selanjutnya saya ingin berkomentar bahwa cinta bukanlah urusan matematis, dan tak mampu diselami oleh ilmu fisika. Love will creep where water cannot pass (cinta mampu menjalar ke mana air tak bisa lewat).

Jangan mengkalkulasi besarnya perbedaan, namun hitunglah seberapa kuat cinta itu menggetarkan rasa rindu serta membuat Anda menjadi "aneh" seperti mandi dan pakai lipstik jadi lebih lama, makan terasa tidak nikmat, tidurpun tidak nyenyak.

Melamun dan tersenyum sendiri di depan cermin. Itulah rasanya sedang jatuh cinta. Selamat merasakan cinta.

Salam, dr. Valens Sili Tupen, MKM.


Pos Kupang Minggu 31 Januari 2010

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda