Dokter Valens Yth.
Salam sejahtera, semoga semuanya mendapat berkat dari Yang Maha Kuasa. Nama saya Yane, 21 tahun, mahasiswi pada salah satu universitas swasta di Kupang. Kuliahku berjalan lancar. Ujian smester dapat saya selesaikan dengan baik. Itu pun karena banyak mendapat dorongan dari pemuda pujaan hati yang bernama Luis.

Omong soal Luis, saya sering merasa bangga dan lebih membuat saya PD (percaya diri). Luis hadir dalam hidup saya ketika saya sedang down, karena baru dapat berita bahwa Aleks, mantan pacar saya, sudah mau menikah dengan gadis lain pilihan orangtuanya. Selanjutnya, hingga kini sudah satu setengah tahun ini saya menjalin cinta dengan Luis.

Pemuda yang satu ini (Luis) sudah bekerja pada sebuah perusahaan swasta. Dan karena saat kuliah dahulu, Luis sangat kesulitan uang, maka ketika kami berpacaran, dia ingin agar saya jangan sampai kesulitan seperti dia dulu. Untuk itu, bila saat mengunjungi saya di kos, dia selalu bawa apa saja yang menurut dia enak untuk dimakan.
Dan saya pun sering diajak keluar, pergi mencari makan yang menurutnya dapat menyenangkan hati saya.

Tapi yang sering saya lihat adalah Luis paling suka mengkonsumsi minuman kebugaran. Di rumahnya, banyak terdapat minuman kebugaran dan botol atau kaleng bekas minuman tersebut. Ada minuman yang siap action. Ada minuman yang menunjukkan kemampuan seperti banteng liar dan lain-lain.

Karena sudah lama bergaul dengan Luis, kadang-kadang juga saya mengkonsumsi minuman kebugaran tersebut.

Walaupun kami sering mengkonsumsi minuman kebugaran itu, namun sejauh ini kami pacaran aman-aman saja dan kami masih saja dapat membatasi diri untuk tidak terjerumus pada pergaulan bebas.

Saya yakin dokter mengerti maksud saya. Cuma, saya khawatir jangan sampai karena sering konsumsi minuman kebugaran lantas kami tidak bisa kontrol diri.

Luis itu, walaupun sering konsumsi minuman kebugaran itu tapi kok dia tidak gemuk-gemuk. Orangnya justru terkesan agak kurus. Jadi saya juga kadang khawatir, jangan-jangan Luis ada penyakitnya. Masak sering minum itu minuman kebugaran tapi kok tidak gemuk-gemuk.

Untuk itu pada kesempatan ini saya ajukan beberapa pertanyaan: 1) Apakah benar Luis mempunyai penyakit sehingga walau sering mengkosumsi minuman kebugaran Luis tidak gemuk-gemuk? 2) Apakah Minuman itu hanya cocok untuk yang sudah berkeluarga? 3) Apakah ada hubungannya dengan peningkatan kemampuan seksual? 4). Apakah minuman dari sari ginseng juga cocok untuk wanita?
Dokter, saya tunggu jawabannya di Pos Kupang edisi Minggu. Akhirnya semoga sukses selalu.
Salam Yane, Oesapa, Kupang


Saudari Yane yang Baik,
Salam sejahtera pula buat Anda (dan Luis). Tampaknya, Pacar Anda sangat tergiur dengan iklan minuman kebugaran yang sering dan bertubi-tubi ditayangkan dalam televisi. Cobalah Anda (lebih bagus lagi bersama Luis) saat ini mengambil salah satu produk yang ada di tempat Anda atau di tempat Luis dan lihatlah.

Produsennya menyebut sebagai minuman kesehatan, minuman kebugaran, minuman suplemen, minuman energi, minuman penambah semangat dan lain-lain.

Dilihat dari kandungan bahannya, produk itu tidak berbeda jauh dari produk farmasi lainnya, seperti tonikum dan multivitamin. Umumnya jenis produk ini mengandung taurine, dektrosa ( yaitu jenis gula yang mudah diserap tubuh dan merupakan sumber tenaga).

Juga ada fruktosa, sukrosa dan madu. Sementara itu vitamin yang paling banyak adalah jenis vitamin B kompleks. Ditemukan juga pemanis seperti sakarin.

Kafein adalah stimulan yang banyak dipakai. Zat ini merupakan salah satu perangsang susunan syaraf pusat. Sedang penambah aroma rasa seperti asam sitrat, untuk memberi kesan asam dan quinine memberi rasa sedikit pahit. Kalau dilihat dengan saksama tujuan minuman ini adalah untuk mendapatkan tenaga ekstra dalam waktu singkat.

Seorang ahli kimia pangan dari Institut Pertanian Bogor, Ir. Dede Fardiaz, M.Sc, Ph.D pernah menulis bahwa berbagai minuman jenis ini memang membangkitkan energi karena jenis kandungan gulanya mudah diserap oleh tubuh.

Meskipun begitu disarankan agar konsumen yang minuman ini adalah mereka yang mempunyai aktivitas fisik tinggi, seperti olahragawan. Dengan kata lain energi yang didapat dari minuman kebugaran itu harus segera digunakan. Jadi, jangan setelah minum ini lalu rileks, duduk-duduk atau tiduran.

Selanjutnya, saya juga ingin ingatkan bahwa namanya saja minuman suplemen, sehingga jangan sampai karena alasan kesibukan kerja dan pola makan terganggu (lupa makan) lantas jadi alasan untuk mengkonsumsi lebih banyak minuman suplemen sebagai pengganti minuman atau makanan alamiah. Jadi jelas salah kalau ada anggapan bahwa makanan suplemen merupakan pengganti pemenuhan zat gizi dari satu satuan waktu makan.

Bila Luis mempunyai aktivitas fisik yang tinggi, maka sangat mungkin sekali tetap kurus walau sering konsumsi minuman kebugaran. Jadi bukan karena Luis mempunyai penyakit tertentu.

Selanjutnya, ditinjau dari kandungan zat yang ada di dalam minuman tersebut, tidak benar mempunyai kemampuan untuk meningkatkan kemampuan/gairah seksual.

Dengan demikian minuman itu tidak hanya dikonsumsi oleh orang yang sudah berkeluarga saja, yang penting tujuannya untuk mendapatkan tenaga ekstra dalam waktu singkat, untuk suatu aktivitas fisik yang tinggi.

Soal sari atau ekstrak ginseng yang ada kalanya ditambahkan juga pada minuman, memang kasiatnya masih perlu diteliti lebih lanjut, walaupun banyak yang percaya ekstrak ginseng memiliki efek aphrodisiac (perangsang gairah seks).

Saudari Yane, bila melihat perkembangan terakhir, masyarakat di negara-negara maju cendrung kembali kepada segala sesuatu yang alamiah dan segar. Artinya masyarakat negara maju menilai makanan sehat adalah makanan yang belum mengalami penambahan teknik dalam pengolahan dan penyajiannya seperti pengalengan, pembotolan, pengawetan dan sebagainya.

Selain segar, makanan alalmiah lebih murah sehingga relatif terjangkau oleh mahasiswa seperti Anda. Begitulah jawaban saya, semoga Anda yang sudah mulai terbiasa dengan konsumsi minuman kebugaran boleh berpikir lebih jauh mau stop atau maju terus terserah Anda sajalah. Akhirnya semoga sejahtera selalu. Salam.
dr. Valens Sili Tupen, MKM



Pos Kupang Minggu 24 Januari 2010, halaman 13

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda