Puisi Eby Riang Borot

Aku Seperti Ansuman

Aku seperti ansuman
Seribu sinar abadi padaku
Tertancap kuat takakan lepas
Menjadi otot-optot segar
Merekat erat pada tulangku

Meskipun kupu-kupu indah
Terus bermetamorfosis

Dari hari ke hari
Dan mahkota emas terindah
Jatuh diatas kepalaku

Aku akan berakar dalam pikiran mu
Di ujung bibir dan lidahmu ada aku
Melati, mawar, anggrek
Langkah hatinya begitu erat
Menuju aku yang tengah menanti

Kan pasti ada di tanganku
Tak seorangpun mengatakan
Bercerita tentang semua itu
hanyalah tintah-tintah hitam
Biar pagi cerah yang membuktikannya



Masih Ada yang Tersisa

Tanggalkan jubah dukamu itu
Lepaskankah di dalamnya lautan
Bila kita melewatinya
Biarkanlah dia tenggelam
Menjadi santapan ikan buas

Atau bakarlah diperapian
Kita buat semenit yang lalu
Relakanlah dia hangus dan musnah
Walaupun dirangkai dari halusnya sutera
Memang malam adalah kekasihmu

Cinta yang selalu memelukmu
Pasti bulatnya sang rembulan
Dan bintang yang berseri
Bukan untuk dirimu
Daun yang jatuh berguguran

Masih ada yang tersisa
Di ujung puluhan ranting
Temanku___.

Aku
Dan menyebarnya fajar pagi
Ketika musim berganti
Alam dan dunia hijau kembali
Dalm hidupmu terselip
Tulusnya hati seorang darah

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda