POS KUPANG/APOLONIA MATILDE DHIU
SIMON SIGA dan MAGDALENA BUNGA


KESEDERHANAAN merupakan motto pasangan Simon Siga dan Magdalena Bunga. Dan, hidup dalam kesederhananaan ini juga diturunkan pada anak-anaknya.

Meski hanya sebagai petugas cleaning service (tukang sapu dan pesuruh) di Kampus Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, pria ini terus mendorong anak-anaknya untuk sukses dalam pendidikan untuk mencapai cita-cita. Alahasil, niat baik tersebut tercapai. Beberapa anaknya sudah bisa mandiri.

Pasangan ini memiliki tiga anak, yakni Moditus Siga, kelahiran tahun 1975, pernah mengenyam pendidikan di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, namun akhirnya keluar dan mengikuti kursus komputer, saat ini sudah bekerja sebagai karyawan di Ramayana. Putri keduanya, Maria Sengo Siga, kelahiran tahun 1985, menamatkan pendidikan di Jurusan Studi Pembangunan-Fakultas Ekonomi Unwira-Kupang, saat ini staf di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Propinsi NTT.

Anak ketiga, Emiliani Siga, lahir di Kupang, Maret 1988, terpaksa harus mengikuti program Paket C saat ini karena memiliki riwayat penyakit yang tak kunjung sembuh.
Kepada Pos Kupang di Kampus Unwira, Rabu (3/3/2010), pria yang lahir di Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, tahun 1951 ini mengatakan, walaupun dirinya tidak berpendidikan dan hanya sebagai tukang sapu di Unwira Kupang, tetapi ia tidak ingin meninggalkan cerita yang tidak baik kepada anak-anaknya.

Sehingga, walaupun hidup dalam keterbatasan dan istrinya hanya sebagai ibu rumah tangga (IRT), ia tetap berusaha untuk menyekolahkan anak-anaknya agar bisa hidup lebih baik dari dirinya saat ini.

"Saya ini tidak berpendidikan, datang melarat di Kupang tahun 1970-an. Sampai akhirnya saya bekerja di Unwira sejak tahun 1988. Saya sudah pensiun, tetapi mereka dari Program Pasca Sarjana Unwira memanggil saya kembali untuk membantu mereka. Mau bagaimana lagi, kalau tidak bekerja, saya adalah tulang punggung keluarga," kata pria yang sering disapa Om Simon oleh semua karyawan di Unwira ini.

Ia mengatakan, selain anak-anaknya dia juga menampung anak- anak dari kampung yang ingin mengadu nasib di Kota Kupang dan semua anak tersebut sudah berhasil, menjadi polisi, tentara, dosen dan sebagainya. "Saya hidup susah, tetapi saya ingin berbuat sesuatu yang terbaik bagi anak dan keluarganya serta siapapun yang menginginkan bantuan dan uluran tanganku," katanya.

Menurutnya, salah satu prinsip yang selalu disampaikan kepada anak-anaknya adalah ketekunan bekerja dan hidup sederhana. Dengan prinsip inilah yang membuatnya bisa mendidik anak- anaknya dengan baik.

Baginya, pendidikan anak adalah nomor satu dan ia berupaya apapun yang terjadi anak-anaknya harus sekolah. Ia juga memberikan kebebasan kepada anak-anaknya untuk memilih mana yang terbaik bagi masa depan mereka. Namuan demikian, kebebasan yang diberikan tidak sebebas-bebasnya, tetapi anak- anak selalu diarahkan agar mencapai masa depan yang lebih baik.

"Biar saya kuli, tetapi anak-anak saya harus sekolah dan makan minum setiap hari di rumah harus ada. Karena, makan minum itu penting sekali bagi mereka untuk mensuport pertumbuhan mereka. Saya senang karena di hari tua seperti ini anak saya sudah dua orang yang kerja. Anak saya yang bungsu saya tidak terlalu berharap banyak karena kasihan dia sakit-sakitan," keluhnya.

Hal lain yang sering diajarkan kepada anak-anaknya adalah kejujuran dan kerja keras, karena hanya dengan kejujuran dan kerja keras yang membuatnya selalu dipercaya oleh siapa saja di Unwira, baik karyawan, dosen, mahasiswa, maupun pejabat di lingkup Unwira. "Saya tidak pernah gengsi dan bekarja apa saja, selain itu saya selalu menjaga kepercayaan yang diberikan kepada saya. Inilah yang saya tunjukan kepada anak-anak saya," katanya. (nia)

Pos Kupang Minggu 7 Maret 2010, halaman 12 Lanjut...

Valentino Di Valentine

Cerpen Yohanes F. H. Maget

"Bungaàaku tahu belum ada yang memetikmu
karena itu ingin sekali aku memtikmu
Dan kutakhtakan di taman hatiku
Sayangàaku terlalu takut untuk itu
Mungkinàaku memang tak pantas memetikmu
Karena..aku akan pergi jauh ke alam tak terjangkau..."
Dari: yang mengagumimu..

Ayumi nama gadis itu. Nama ini mirip nama orang Jepang. Tapi..akh, dia bukan orang Jepang. Ia tertegun memandangi sepucuk surat tanpa pengirim yang untuk kesekian kalinya didapatinya di atas meja ini. Ia tak pernah tahu orang yang mengiriminya surat-surat romantis itu.



Ayumi belum sekalipun bertanya pada teman-temannya ataupun kepada Adieth û sosok yang ada di hatinya, sejak dia menerima surat-surat itu dua bulan yang lalu. Selama dua bulan ini hampir setiap hari Ayumi menerima surat kaleng penuh ungkapan romantis yang kadang membuatnya tersenyum bahagia.

Sejak pertama kali menerima surat , Ayumi selalu berusaha datang ke sekolah lebih awal supaya tak ada orang yang tahu kalau dia menerima surat-surat romantis. Ia sering bertanya dalam hatinya, kapan pengirim surat itu datang? Setiap dia tiba di sekolah, dia tak pernah bisa menjumpai orang itu. Hari iniàhari ini dia harus tahu siapa orang itu.

"Hai..Ayumi," sapa seorang sahabatnya. Tita. Ya, Tita sahabat dekatnya yang selalu setia menemaninya. Tapi, Tita pun belum tahu soal surat-surat romantis itu. Ayumi yang terkejut mendengar sapaan Tita itu tak sempat lagi menyembunyikan surat yang ada di tangannya.

Tita tersenyum. Mendekatinya lalu merangkulnya,ö happy valentine, Ay.."

"Happy valentine to.." balas Ayumi.

" Surat dari Adieth, ya?" tanya Tita, "Hari valentine begini memang kalian yang sudah punya pasangan pasti bahagia."

Mereka tak bisa melanjutkan percakapan mereka karena teman-temannya mulai berdatangan. Mereka saling mengucapkan happy valentine. Ada yang saling bertukar kado tetapi ada yang hanya saling bertukar ciuman pipi dan keningàtak ada yang berani sampai ciuman bibir.

"Ti..kita ke kantin sebentar!" ajak Ayumi, "Aku ingin bicarakan sesuatu dengan kamu."

"Tapi.." Tita tak sempat melanjutkan kata-katanya karena Ayumi sudah menarik tangannya. Mereka melangkah tergesa memasuki kantin dan mengambil tempat agak ke pojokàsupaya tak terganggu anak-anak lain yang sedang bersenda gurau. Maklumlahàvalentine day.

" Ada apa, Ay? Sepertinya penting sekali!" Tita tak sabar ingin tahu, ketika mereka sudah duduk di tempat yang mereka pilih.

"Kamu mau tahu surat ini kan?" tanya Ayumi.

"Ah..tak perlu. Itu kan surat dari Adieth..."

"Bukan. Ini bukan dari Adieth," Ayumi menyodorkan surat itu pada Tita yang langsung serius membacanya.

Hening.

"Siapa penulisnya?" tanya Tita.

"Mana aku tahu. Kalau aku tahu pasti aku tak akan menceritakannya ke kamu."

"Lalu..."

"Begini, Ta. Aku ingin kamu membantuku mencari tahu siapa pengirim surat ini. Aku muak diperlakukan seperti ini. Masa sih masih ada laki-laki yang penakut seperti ini. Hanya berani surat-suratan."

Hening.

"Jangan-jangan ini idenya Adieth?" Tita mencoba menarik kesimpulan," sekarang kan valentine. Mungkin ini kejutan dari dia..."

"Itu tidak mungkin karena surat seperti ini aku terima hampir setiap hari sejak dua bulan yang lalu. Aku juga tahu, Adieth tak terlalu suka mengungkapkan perasaannya lewat surat Dia..."

"Kalau menurutku, tetap Adieth. Mungkin dia hanya mau melakukan sesuatu yang berbeda."

Hening.

"Coba kamu baca dulu bagian awal surat ini,ö ujar Ayumi perlahan,ö si penulis belum tahu kalau aku sudah punya kekasih. Dia bilang aku bunga yang belum dipetik."

"Iya juga, ya...." ujar Tita beberapa saat kemudian. Ia mengangguk perlahan.

"Lambat loading sih..." lalu keduanya tertawa keras. Mereka lalu memesan minuman ringan.

"Kamu mau kan membantuku?"

Tita belum sempat menjawab ketika Adieth muncul.

"Happy valentine, sayang!" ujar Adieth lalu langsung mengecup lembut kening Ayumi. Ia lalu berjabatan tangan (saja) dengan Tita.

"Akuàaku permisi," ujar Tita hendak meninggalkan mereka.

"Jangan, Ta. Aku ingin bicarakan satu hal dengan kalian berdua," Adieth menahan Tita yang hendak pergi. Dia lalu duduk di salah satu kursi yang adaàtepat di samping Ayumi.

"Maksud kamu?" tanya Tita yang merasa tak enak berada dekat dengan pasangan ini.

"Ta, apa kamu benar-benar mencintai Valentino?" tanya Adieth serius.

Hening. Tita tersipu. Ayumi masih tak mengerti.

"Dari mana kamu tahu?" tanya Tita. Ia kebingungan karena Adieth ternyata mengetahui perasaannya. Padahal Ayumi pun tak pernah ia beritahu.

"Aku tak perlu menjelaskannya. Benar kan kamu mencintai dia?" tanya Adieth lagi. Tita mengangguk perlahan.

Hening.

"Ay....sudah dua bulan ini kamu menerima surat-surat kan ?" tanya Adieth. Ayumi tertegun. Jadi, Adieth sudah tahu.

"A........" Ayumi kebingungan.

"Jujurlah, Ay. Aku sudah tahu soal surat-surat itu karenaàkarena aku yang meletakannya di atas meja belajarmu di kelas."

Adieth lalu terdiam.

Ayumi tersenyum memandangi Tita.

"Jadi kamu penulis surat-surat itu?" ada nada ceria dalam suaranya. Tita bangun dari duduknya hendak pergi tapi Adieth memberi tanda supaya dia tetap di tempatnya.

"Bu...bukan aku yang menulis surat itu tapi.."

"Siapa?" tanya Ayumi tak sabar bercampur kecewa karena bukan Adieth yang menulis surat itu.

"Valentino...." ujaran Adieth membuat Ayumi dan Tita terpana. Tertegun, tak mampu berbuat apa-apa. Lonceng tanda pelajaran akan dimulai berdentang.

"Kita tetap di sini!" kata Adieth singkat.

"Ja....jadi... Ayumi kehabisan kata-kata. Valentino? Ia tak pernah merasa mencintai Valentino. Valentino memang baik, menarik, tapi ia tak sedikitpun ingin menjadikannya lebih dari sekedar teman kelas. Hanya Adieth-lah yang ingin dicintainya.

"Maafkan aku, TaàAyàSelama ini aku tak pernah cerita pada kalian. Valentino sekarang tinggal di rumahku karena di sini dia tak punya keluarga. Ayah dan ibunya sudah meninggal dan ia dibesarkan di sebuah panti asuhan yang saat ini sudah tutup lantaran kehilangan para donaturnya. Valentino memintaku merahasiakan semuanya karena diaàdia mengagumi kamu, Ayàdan ingin sekali mengungkapkan rasa cintanya. Sampai saat ini dia belum tahu kalau aku, sahabatnya sendiri adalah kekasih Ayumi. Dia juga belum tahu kalau kamu begitu mencintai dia, Ta."

Hening.

"Lalu ke mana Valentino?" tanya Tita.
Adieth tak menjawab.Diraihnya surat yang masih ada di atas meja itu dan membacanya.

"Aku tak pernah tahu isi suratnya dan.." Adieth tertegun memandangi kalimat terakhir surat itu," tidak! Kiàkita harus menemui dia!"

"Tapi, Dieth." kata-kata Ayumi tertahan.

"Aku sudah atur semuanya. Kita bolos hari ini"

"Itu aku tahu. Kita memang pasti akan bolos. Tapi, bagaimana aku harus bersikap. Aku tak bisa membohongi perasaanku. Aku tak men.."

"Sudahlah, Ay. Aku juga tahu bagaimana perasaanmu. Tapi, kamu tak perlu cemas karena kita pergi bersama orang yang mencintainya," Adieth memaksakan tersenyum.

Mereka memang bolos dan ini untuk pertama kalinya mereka bolos. Tak apalah. Hal terpenting adalah aku bisa membahagiakan Valentino di hari valentine ini, ujar Adieth dalam hatinya.

* * *

Rumah Adieth sudah tampak sepi. Kedua orangtuanya pasti sudah berangkat kerja. Adieth membuka pintu rumahnya lalu langsung mengajak Ayumi dan Tita masuk. Mereka melangkah perlahan menuju sebuah kamar. Mungkin kamar Valentino. Ayumi dan Tita saling pandang. Mereka pasti bertanya-tanya mengapa Valentino sudah hampir dua minggu ini tak masuk sekolah. Adieth membuka pintu kamar itu danà

"HaiàLen," sapa Adieth. Valentino berbalik dan tertegun. Ia berbaring tak berdaya. Tubuhnya kurus, tampak tak berdaya. Ayumi menahan nafas. Tita hampir menangis.

"Happy valentine,friend," ujar Ayumi dan Tita lalau berjabatan tangan dengan Valentino. Mereka duduk di sisi pembaringan Valentino.

"Len....aku hanya bisa membawa Ayumi dan Tita ke sini sebagai kado valentine buat kamu. Aku...."

"Te...terimakasih, Dieth," ujar Valentino terbata-bata.

Hening.

"Ay...ka...kamu sudah baàbaca suratku kan ?" tanya Valentino.

Ayumi mengangguk perlahan.

Valentine tersenyum.

Tita sedih.

"Ay..aku...me..mang..sa...sangat mengagumi..mu. Ta...tapi aku ta...tahu kamu tak mencin...ta..mencintaiku melainkan mencintai A...Adieth..."

Adieth terkejut. Dia tak tahu kalau Valentino sudah mengetahui hubungannya dengan Ayumi. Tak sadar Adieth sudah meneteskan airmata.

"Ta..tadi waktu kaàkamu berangàkat ke sekolah, aku coàba melihat-lihat ke kamarmu karena a..aku tahu aku aàakan pergi jauh."

Adieth mendekati ranjang Valentino dan menggenggam erat tangan Valentino.

"Kamu tak boleh bicara begitu, Len," Adieth berkata perlahan," ma..maafkan aku."

Adieth terisak. Ayumi dan Tita menangis dalam diam.
"A..aku minta maàaf sudah memàbaca diary-mu. A...aku juga minta maaf pernah mengagumimu, Ay. Aku...ku memang tak pantas dicintai. Tak aàda yang bisa..."

"Tapi aku mencintaimu, Len," Tita berujar di tengah tangisnya. Ayumi semakin tertunduk. Valentine tertegun sejenak.

"Ca...carilah orang la..lain yang leàlebih pantas untuk diàcintai. Akuàaku akan peràpergi.."

"Tidak, Len! Kami akan membawamu ke rumah sakit. Kamu akan sembuh danàdan kita akan terus bersama..." Tita tak melanjutkan kata-katanya karena Valentino sudah terdiam. Dia tak lagi bernafas. Nyawanya sudah pamitàpulang kepada sang Mahaada.

Tita merangkul Ayumi.
"Mengapa, Ay...cintaku pergi saat aku begitu ingin ia ada di dekatku?" Tita terisak meratapi nasibnya.

"Maafkan aku, Len," ujar Adieth. Masih terisak.

Hening alam sekitar.

Hanya tangis yang terdengar.

"Selamat jalan, Len. Maafkan akuàö ujar Ayumi dalam hatinya. Ia hanya menangis dalam diam. Sedih merenungi kisah tragis Valentino di valentine day. Tuhan, terimalah jiwanya dalam bahagia-Mu.."Amin.

Weruoret, 2 Februari 2009



DI SISI PUSARAMU

(Sebuah kelanjutan Valentino di Valentine)

Oleh : Yohanes F. H. Maget

Tita termenung di sisi pusara itu. Tak ada teman. Ia sendirian di kompleks pemakaman ini. Hari ini 14 Februariàberarti genap setahun sudah Valentino pergi meninggalkan dunia ini. Meninggalkan dunia yang belum terlampau lama dihidupinya. Meninggalkan Tita yang begitu mendambakan cintanya. Tak sadar ada butiran bening yang menetes jatuh dari matanya dan menyentuh setangkai mawar yang dibawanyaàtepat pada kuncup yang telah mekar itu. Diletakannya mawar itu di atas pusara Valentino. Potret Valentino di atas pusara itu sudah memudar; tak lagi jelas. Mungkin itu pertanda bahwa Valentino memang telah ikhlas meninggalkan kefanaan dunia ini. Tapiàtapi Tita masih punya cinta di hatinya buat Valentino. Ia sepertinya ingin Valentino kembali lagi ke dunia ini.

Mengapa terjadi kepada dirimu

Aku tak percaya kau telah tiada

Haruskah ku pergiàtinggalkan dunia

Agar aku dapat berjumpa denganmuà*

ôTaà.kamu sudah lama ya di sini?ö Tita terkejut ketika mendengar suara Ayumi yang sudah ada di situ bersama Adieth. Pikirannya mungkin telah pergi terlampau jauh. Diusapnya airmatanya cepat-cepat.

ôKok kamu nangis?ö Ayumi langsung meraih Tita dalam pelukannya.

Hanya terisak.

ôAyàakuàaku masih mencintai Valentino. Akuàö

Adieth hanya diam membisu.

ôTaàkamu tak perlu sedih begitu. Kamu harus yakin kalau Valentino pun telah mencintaimu dari dunia yang lain. Diaàö

ôTidak, Ay! Sebelum pergi saja dia bilang kalau dia hanya mencintai kamu. Diaàö

ôTaàpercayalah,ö Adieth ikut berujar,ö aku kenal siapa Valentino. Seandainya hari ini dia masih berdiri di sini sebagai seorang manusia yang masih bernafasàdia akan bilang kalau dia sudah mencintaimu.ö

Hening.

Ayumi melepaskan pelukannya dan memandang Tita.

ôKamu harus percaya pada kata-kata Adieth. Aku tahu kamu memang tak akan bisa melupakan dia tapi kamu harus berusaha perlahan-lahan mulai belajar melupakan dia supaya dia bisa tenang di kehidupannya yang baru.ö

ôTapiàö

ôTaàjanganlah kau kecewakan Chris. Dia mencintaimu begitu tulus. Anggaplah Chris sebagai Valentino-mu yang baru.ö

Hening.

Tita tertunduk dan memandangi pusara Valentino.

ôTaàayolah. Kamu pasti bisa!ö

Hening.

ôLenàaku tetap mencintaimu sampai kapan pun. Happy valentine,ya,ö lalu Tita mengecup potret yang telah memudar di pusara Valentino itu.

Mereka hendak berlalu ketika muncul Chris.

ôHai semuanyaàö sapa Chris ramah,ö happy valentine,sayangàö Chris mengecup lembut kening Tita, lalu berjabat tangan dengan Ayumi dan Adieth.

ôTadi aku ke sekolah kalian dan kata teman-teman, kalian pasti ada di pemakaman ini. Ya, aku menyusul saja ke sini. Kebetulan aku belum bilang happy valentine buat sayangku,ö ujar Chris panjang lebar.

Ayumi dan Adieth tersenyum tulus.

Tita tak begitu bahagia.

ôKamu sakit ya, Say?ö tanya Chris. Ayumi dan Adieth saling pandang. Tita hanya menggeleng perlahan.

ôLaluà?ö Chris tak melanjutkan kata-katanya. Dipandanginya pusara yang ada di dekatnya,ö Valentino. Dia sahabat kalian?ö

Hening.

ôDiàdiaàö Ayumi tak melanjutkan kata-katanya.

ôBegini, Chris,ö ujar Adieth. Tita tertunduk,ö Valentino ini sahabat kami yang meninggal 14 Februari setahun yang lalu. Dia seolah tersingkir dari pergaulan sekolah karena merasa tak ada yang mencintainya. Dia begitu mencintai Ayumi tapiàtapi kamu tahu kan Ayumi sudah punya aku. Di hari meninggalnya barulah dia tahu kalau aku dan Ayumi lebih dari sekedar teman. Dia juga akhirnya tahu kalauàkalau ternyata Tita diam-diam mencintai dia.ö

Hening.

ôJaàjadi Valentino ini begitu berarti buatmu, Taàsampai-sampai di hari valentine ini kamu malah bersedih. Apa kamu tak bisa tersenyum buatku? Akuàaku mencintaimu, Taàö

ôSayàakuàaku masih mencintai Valentino. Akuàö

Hening.

ôLalu aku? Jadi selama ini aku cuma kau permainkan? Aku cuma penghibur sesaat. Hanya sekedar menghilangkan kejenuhanmu memikirkan Valentino-mu ini?ö

ôBuàbukan ituà.akuàakuàö

ôSudahlah! Aku tak butuh penjelasan lagi! Aku memang pria bodoh. Mencintai wanita yang tak pernah mencintaiku. Sialan kau!ö Chris bebalik. Tita menangisàAyumi meraihnya dalam pelukannya.

ôAàaku mencintai dia, Ayàö Tita terisak.

ôTaàberhentilah menangis!ö Adieth berujar tegas,ö mengapa kamu masih saja bilang cinta pada orang mati,Ta. Valentino sudah pergi. Kamu harus sadari itu. Perasaan cintamu biarlah hidup terus. Jangan kamu terus berusaha memasukkan cintamu ke dalam pusara ini. Dia akan hancur bersama tubuh Valentino. Aku yakin Valentino ingin kamu bahagia bersama Chris. Dia mencintaimu, Ta. Diaàö

ôTapiàö

ôTitaàsekali lagi kamu membantah aku akan memanggil orang dan menggali kembali kubur Valentino ini. Biaràö

ôCukup, Dieth! Aku memang telah berusaha belajar untuk melupakan Valentino danàcintaku tak akan pergi karena dia yang pertama kucintai,ö Tita bersuara tegas.

ôLalu Chris? Kamu kok tega ya. Valentino itu sudah tak ada lagi di bumi ini. Sekarang hanya Chris yang perlu kamu beri kesempatan.ö

Hening.

ôBaiklah. Kalau memang dia adalah pengganti Valentino, dia pasti akan memberiku kado terindah malam iniàdi acara valentine sekolah kita.

Tak ada lagi yang bersuara.

Terdiam semuanya.

ôAyàayo kita pulang!ö ajak Tita tanpa peduli pada Adieth yang masih tercengang. Tita dan Ayumi berjalan tergesa dan Adieth tahu kalau saat ini ia tak perlu menyusul mereka. Ia akan menyusul Chris. Ini demi Tita dan supaya Valentino tenang di alam sana ; merasa kepergiannya tak menyakiti siapapun.

* * *

Di tempat Chrisà

ôChrisàö panggil Adieth dari luar. Christian muncul. Wajahnya kusut.

ôMau apa lagi kamu ke sini?ö sambut Chris kasar.

ôAàakuàö

ôPergi!ö usir Chris.

Hening.

ôKamu mencintai Tita kan ?ö tanya Adieth walaupun sudah diusir.

Tak ada sahutan.

ôAyolah, Chris. Kamu jangan membohongi perasaanmu. Kamuàö

ôAku memang mencintai dia. Sangat mencintai. Tapiàtapi ternyata aku salah. Tita tak mencintaiku. Dia masih mencintai sahabat kalian yang sudah meninggal itu. Diaàö suara Chris sudah tak sekasar tadi lagi.

ôKalau begitu dengarkan aku,öaku saat berikutnya Adieth sudah masuk kamar Chris dan keduanya terlibat pembicaraan serius.

Mereka harus meyakinkan Tita kalau Valentino di alam sana merestui hubungannya dengan Chris.

* * *



14 Februari-malam

Ayumi dan Tita tiba di sekolah. Tetapi suasana tak begitu ramai. Hanya puluhan siswa saja yang terlihat. Padahal murid sekolah mereka ratusan orangà750 orang tepatnya. Adieth tadi sudah menelepon dan mengatakan akan menunggu di sekolah karena dia termasuk panitia acara malam ini. Masih ada guratan kesedihan di mata Tita.

ôAyàTaàapa acaranya bisa kita mulai?ö tanya Adieth yang muncul tiba-tiba. Ayumi dan Tita saling pandang.

ôTeman-teman semua,ö Adieth berujar keras,ö selamat malam. Acara malam ini langsung kita mulai saja danàTita, malam ini spesial kami hadiahkan buat kamu.ö

Terdengar sorakan.

ôSekarang pejamkan matamu!ö lalu sebuah kain dililitkan membelit kepala Tita, menutup matanya. Ia tak bisa melihat apa-apa lagi. Hanya gelap. Selanjutnya Tita merasa digendong seseorang diiringi sorakan begitu meriah dari teman-teman maupun adik-adik kelasnya. Tita kemudian merasa sepertinya mereka berpawai. Ia ingin bertanya pada Ayumi tapi Ayumi tak terasa berada di sampingnya. Akhirnya semua hening ketika tiba di suatu tempat. Tita digendong lagi dan akhirnya dia kembali berdiri tapi ia tak tahu di mana ia sekarang. Semua hening dan sesaat kemudian Adieth membuka kain yang menutup mata Tita. Ia tertegun lalu terduduk dan menangis. Sekarang ia ada di sisi pusara Valentino, orang yang amat dicintainya tetapi telah tiada. Semua hening. Cahaya lilin demikian banyak membuat pemakaman itu begitu terang. Rupanya semua teman dan adik kelas yang tak ada di sekolah tadi sudah berkumpul di pemakaman itu.

ôTaàöpanggil Adieth lembut,ö angkat mukamu!ö

Tita perlahan mengangkat wajahnya dan ternyata di hadapannya duduk Chris. Tita tertegun.

ôApa maksudmu?ö Tita berteriak marah karena ia yakin ini pasti ide Chris. Ia bangun dari duduknya. Semua terkejut. Ayumi memegang erat lengan Tita.

ôAku ingin semua orang termasuk Valentino tahu kalauàkalau aku mencintaimu, aku menyayangimu. Mungkin hanya ini kado dariku, membuatmu bisa berada di pemakaman ini dalam suasana yang lain, suasana bahagia. Valentino pasti bahagia, Taàö

ôKamu pikir aku bahagia?ö Tita terisak.

ôAku tak peduli apa katamuàyang jelas aku mencintaimu.ö

Hening.

Tak ada suara.

Tita melangkah mengitari pusara untuk mendekati Chris.

ôChris,ö ujarnya perlahan,ö maafkan kalau selama ini aku sudah mengabaikanmu. Terimakasih karena kamu mau mencintaiku. Akuàaku juga mencintaimu, menyayangimuàö

Chris tersenyum. Dia langsung meraih Tita dalam pelukannya. Dia menangis. Tita pun menangis. Adieh terisak. Ayumi pun terisak tapi bukan sedihàhanya bahagia. Semua yang lain bertepuk tangan termasuk para guruà



Weruoret, 11 Februari 2009

Buat kedua Adikku, Ayumi dan Tita

Lanjut...

Dokter Valens Yth,
Salam kenal dan sejahtera selalu untuk semua kita. Perkenankan saya pertama-tama mengucapkan terima kasih karena Pos Kupang mau memuat surat saya ini.

Nama saya Melati, 23 tahun, sudah tidak sekolah lagi. Kerja bantu orangtua buka katering. Banyak pelanggan kami dari tempat-tempat pelatihan yang pesertanya banyak datang dari berbagai daerah.


Dari sebuah tempat latihan, saya berkenalan dengan seorang pemuda bernama Zem. Dia pegawai negri, masih staf biasa, namun punya potensi sehingga sering ditugaskan datang ke Kota Kupang ini. Saya berasal dari keluarga Jawa, sedangkan Zem, campuran Flores dan Kalimantan. Perkenalan dan berlanjut dengan pacaran yang sekarang kami sudah jalani 6 bulan.

Zem ternyata adalah pemuda yang baik. Selain suratnya yang rutin dikirimkannya pada saya, dia juga mulai sering ke Kupang. Mungkin kariernya di kantor juga semakin bagus. Saya memang tidak banyak pengalaman soal cinta.

Namun kata orang cinta yang berjalan terlalu mulus, biasanya kandas. Saya menjadi ragu, cerita cinta antara saya dengan Zem terlalu mulus tidak ada hambatan.


Cuma saja tingkat pendidikan kami cukup berbeda. Dia sarjana Ilmu Pemerintahan (S.Ip) dan saya cuma tamat SMA. Saya kuatir ini hanya satu permulaan yang baik saja.

Selanjutnya mungkin akan menjadi sangat lain. Tapi dokter, apa yang harus saya buat, apakah saya menerima saja cinta ini tanpa memikirkan resikonya.

Selain itu juga di kantor nampaknya Zem sangat dipercaya sehingga dia bisa sering datang di Kupang. Berarti makni hari Zem makin tinggi pangkatnya sedangkan saya tetap seperti ini, berarti perbedaan tambah jauh lagi.

Belum lagi perbedaan pekerjaan, seperti sekarang ini. Itu semua yang membuat saya jadi ragu dan ragu. Dokter bantu saya dulu, barangkali karena saya belum berpengalaman. Atas bantuan dan jawaban dokter saya ucapkan terima kasih.
Salam, Melati - Oepoi – Kupang

Saudari Melati yang baik,
Pertama-tama saya mengucapkan selamat bertemu dan terimakasih atas suratnya yang begitu simpatik. Selamat juga atas cintanya yang sedang bersemi.

Sebetulnya perasaan galau yang sedang Anda alami merupakan sindroma normal pada orang yang sedang jatuh cinta. Hanya saja sindroma yang melanda Anda saat ini terlalu condong kepada suasana hati yang terlalu pesimis.


Anda terlalu ragu, terlalu hati-hati dan kurang percaya diri.

Memang baik berlaku hati-hati dalam bercinta, namun suasana pesimistik perlu segera diubah. Ingatlah bahwa Zem yang Anda cintai itu, saat ini juga sedang mencintai Anda. Persoalan yang pertama Anda pikirkan adalah bahwa Zem itu tinggal di tempat lain yang jauh dari pengamatan langsung Anda.

Artinya Anda hanya bisa mengamati Zem saat dia berada di kupang dan Zem mengenal Anda juga saat dia punya waktu ke Kupang. Ini sangat riskan.

Yang saya maksudkan riskan adalah bahwa kumpulan memori Anda atau kenangan bersama Zem masih terlalu sedikit untuk mengakar agar cinta Anda bisa tumbuh kokoh dan kuat.. Hal yang perlu Anda lakukan adalah membuat sejarah cinta. Ciptakan suasana, kejadian atau kisah yang dapat memberi inspirasi kuat untuk saling mengingat satu sama lain.

Caranya kalau Zem datang lagi, jangan ragu jalan-jalan, jangan ragu menciptakan suasana romantis berduaan, misalnya ke pantai bersama. Bawakan makanan yang paling enak dari usaha katering Anda, makan berdua di Pantai Lasiana.

Tapi jangan terlalu banyak membebani kantong”nya, Jangan buat dia terlalu banyak keluarkan uangnya. Semua itu adalah investasi pada memori dalam bank ingatan kalian berdua, yang selanjutnya diartikan oleh pikiran sebagai kenangan.

Selanjutnya, soal hati. Hati adalah takta dari semua suasana, baik - buruk, susah – senang, pedih dan bahagia. Kegiatan fisik kita sangat dipengaruhi oleh suasana hati ini. Secara logika Anda mengartikan bahwa kalian berdua sedang jatuh cinta.

Senyum Zem atau kehadirannya secara fisik sangat menggoda. Begitupun sebaliknya. Kalian nampak bisa bahagia, hanya saja pikiran mengotorinya sedikit dengan berdalih, kalian terlalu jauh berbeda soal pendidikan.

Dari cerita Anda nampak sekali suara hati Anda memberi sinyal bahwa Anda bahagia, Anda rindu, Anda damai disamping Zem. Ini namanya galau dalam hati orang yang sedang jatuh cinta. Dan itu normal serta sah-sah saja.

Mengapa Anda nampak ragu (?) Hal itu karena Anda menilainya dengan pikiran dan bukan memakai hati. Suara hati tidak pernah membisikan yang salah. Suara hati itu selalu benar, lurus dan bersih, dengarkan dia. Soal pendidikan, itu tidak terlalu menjadi ukuran utama. Yang paling penting adalah wawasan seseorang. Saat ini ilmu dan pengetahuan tidak hanya diperoleh dibangku sekolah formal.

Anda bisa belajar dari sumber mana saja. Surat kabar, majalah, televisi, buku-buku, terlalu mudah untuk diperoleh. Andalannya hanya satu, kemauan untuk maju. Orang selalu bilang bahwa dalam urusan hati dan cinta, kesamaan pandangan dan kesamaan persepsi sangat berperan.

Atau kawula muda mengistilahkan bahwa dalam komunikasi, omongnya nyambung”. Banyak orang besar, orang terkenal bahkan tokoh-tokoh masyarakat, yang tidak memiliki latar belakang pendidikan formal yang memadai, tapi wawasannya luas karena mereka bisa belajar secara mandiri.

Jadi jalan keluar yang paling pas untuk Anda saat ini supaya tidak terlalu pesismis menghadapi Zem, adalah belajar tentang berbagai hal demi memperluas wawasan.

Zem akan terkagum-kagum dan tambah mencintai Anda manakala setiap kali dia datang ke Kupang Anda selalu memiliki penambahan nilai. Selanjutnya, Anda berdua banyak terhalang oleh jarak, maka modal berikut untuk melanggengkan cinta Anda berdua adalah saling percaya.

Anda percaya bahwa Zem mencintai Anda dan Zem-pun percaya Anda mencintainya. Sepanjang kalian berdua bisa memelihara kepercayaan ini secara baik, jangan kuatir, karena Zem akan tetap mencintai Anda. Kecurigaan yang berlebihan akan menghancurkan sendiri perjalanan cinta kalian. Saling pengertian akan mengalahkan kecuriagaan.

Saling percaya akan mengalahkan rasa cemburu yang membakar. Dengan demikian cinta kalian bisa bergaransi bahagia. Demikian penjelasan saya, semoga Anda semakin berani untuk jatuh cinta.
Salam, Dr. Valens Sili Tupen, MKM

Pos Kupang Minggu, 7 Maret 2010, halaman 13 Lanjut...

Elegi Tambang

Oleh Willem B Berybe

Mendadak kau jadi idola seantero kampungku
Yang sedang haus.Kau memicu rindu
Bermimpi

Tentang indahnya sebuah industrialisasi
Tentang cerobong-cerobong asap yang menggumpal
Tentang parade truk-truk raksasa melintas
Tentang aroma pembangunan


***
Tak terhitung waktu kau membisu
Di dasar planet kehidupan.
Dalam kesenyapan yang bernas itu
Kau tertenun jadi gundukan harta nan misterius.
Warga kampungku tak mengerti
Tentang planet kehidupan.

Mereka cuma tahu mengayuh cangkul
Di atas hamparan sawah dan ladang
Pada kulit bumi yang renyah.
Mereka bergurau dengan alam yang masih jernih
Di antara batang-batang padi keemasan
Serta bulir-bulir jagung kuning langsat berkelebat.

Saban musim
Lumbung-lumbung padi dari kulit kayu raksasa,
Dari anyaman bambu yang artistik
Menari-nari kegirangan menyambut berkah
Jagung-jagung terikat rapi
Tertata di atas perapian dan tonggak-tonggak bambu
Menjulang di alam terbuka
***

Aneh.......
Sang idola disambut tawa sinis serta emosi
Namun ada juga tepuk tangan ria
Para pengagum berlarian datang
Mereka membawa bendera bertajuk:
Pembangunan yang merakyat;

Pembangunan berkelanjutan!
Seluruh warga kampung bingung
Antara ada dan tiada
Antara tuan dan sahaya.
Bak seorang orator besar
Sang idola berbicara tentang visi misi cemerlang
Tentang mercu suar

***
Sejenak mataku tertambat
Pada sepotong doa
Hinggap di atas dahan-dahan cendana yang lunglai
Semoga
Kau jadi `sastra jembatan kemanusiaan'!
Kata-kata Gerson Poyk itu
membangunkan inspirasi baru.
Tambang ...timbang.

BTN,Kolhua, Kupang, penghujung 2009

Pos Kupang Minggu 7 Maret 2010 Lanjut...

Iklan Jamin

Parodi Situasi Oleh Mathildis Banda

JADI cabub dan cawabub? Siapa takut! Lima tahun berkuasa, siapa bilang tidak enak. Tidak mau ketinggalan kereta, Rara pun mau jadi cabub. Tetapi dia bingung cari pintu masuk, bingung juga mencari pasangan cawabupnya.

Rencananya sore ini Rara dan teman-temannya akan berkeliling kota. Mereka akan melihat dari dekat berbagai iklan yang terpampang di mana-mana. Mau lihat mana yang sesuai selera. Namun sebelum berkeliling, Benza bicara soal apa motivasi Rara mau jadi orang nomor satu.

***
Hmmm apa ya?” Rara balik bertanya. Ah, tentu saja ingin mengabdikan diri menjadi pelayan masyarakat. Ingin berkorban demi kemakmuran rakyat. Ingin makan jagung bombo dengan rakyat. Ah ya intinya ingin jatuh bangun dan menderita bersama rakyat,” kata Rara dengan rendah hati menyembunyikan niat dan tujuan sesungguhnya dari upaya menjadi bupati.

Hmmmm itu ya motivasimu?” Sambung Jaki. Kata-kata indah dan mengenaskan. Namun sayang tidak jelas banget untukku! Mau makan jagung bombo dengan rakyat? Apa konkretnya? Mau menderita bersama rakyat? Apa wujudnya?”

Gampanglah! Bisa dipikirkan kemudian. Yang pasti, begitu aku terpilih aku akan langsung buat pesta syukur dimana-mana bersama rakyat, konkretisasi dari mau makan jagung bombo dengan rakyat...” Jawab Rara dengan sedikit kesal. Ingat! Aku ini cabub dan kalau benar-benar jadi bub, lihat saja nanti!”

Wah, ngancam nih yeeee,” Jaki tertawa mentah.

Sudahlah, sekarang kita keliling kota, baca iklan, biar bisa pilih pintu masuk yang cocok untuk teman kita ini,” Benza tenang- tenang saja bicaranya.
***

”Ayooooh, ramai-ramai calonkan diri jadi cabup-cawabup... Siapa tahu seperti durian runtuh, lima tahun jadi orang nomor satu. Dapat status, dapat pangkat, dapat kuasa, dapat duit, dapat harta, dan dapat jalan-jalan ke Jakarta. Ada yang berani tolak? Coba saja!” Demikian iklan yang terpampang di tikungan jalan dekat kali.

Siapa takut!” Demikian reaksi Rara seketika saat membaca iklan itu. Bagaimana menurut kalian? Ini pintu mau nantang kita. Balik tantang?”

Dia jual kita beli!” Jaki menggulung lengan maju sambil menepuk dada. Ha ha gaya Jaki dan Rara persis si oknum pansus Century. Lu jual gue beli. Waduh! Selangit deh!

Bagaimana menurutmu Benza?” Tanya Rara.

Sebaiknya kita minta komentar Nona Mia. Sebagai ahli wacana argumentatif dan persuasif, Nona Mia pasti tahu, apa yang dapat dibaca dari balik tikungan setiap kata!” Jawab Benza.
***

Anda sanggup goreng kulit bundar di lapangan hijau? Jebol gawang lawan sebanyak-banyaknya? Anda suporter pinggir lapangan yang suka teriak bangkitkan semangat lawan? Wasit garis dengan penglihatan super tajam? Wasit yang tegas memberi sanksi kepada pemain nakal? Apalagi kalau Anda spesialis pinalti. Anda yang kami cari. Segera lamar jadi bupati,” ini iklan yang terpampang di depan Gelora Sepak Bola.

Wah, mau nantang juga nih!” Jaki memberi komenter. David Becham, Christiano Ronaldo, Zinedine Zidane, Ibrahimovic, Kaka, Tierry Henry, Ronaldinho, atau siapa sebut saja. Nasib saja yang belum beri kesempatan kepada temanku Rara untuk lebih hebat dari pemain dunia.”

Ya ialaaaah...” Rara termakan pujian. Soal goreng bola? Jamin, aku lebih hebat dari Oscar De Lahoya. Tendangan sudut? Aku lebih jago dari Mikhael Jordan! Mau gaya tanduk di depan gawang? Aku jauh lebih baik dari Brad Pitt...”

Ssssttt, Rara! Oscar itu petinju, Jordan bintang basket, dan Brad Pitt itu bintang film. Ya ampun, jangan salah ngomong kamu, calon bupati!” Jaki berbisik.

Yaaa, aku hanya membandingkan,” merah wajah Rara.

Bagaimana menurutmu Benza? Aku yakin petinju, bintang basket, aktor film, juga bisa main bola bukan? Bahkan bisa lebih hebat dari Paris Hilton eh maksudnya si jago bola ...”
Sebaiknya kita minta komentar Nona Mia. Sebagai spesialis pengamat wacana deskripsi, Nona Mia pasti tahu, apa yang dapat dibaca dari balik hati seorang spesialis pinalti seperti Ronaldo, ” Jawab Benza.

***

Anda pembela kepentingan partai? Sanggup jaga nama pentolan partai? Mau berkorban untuk partai? Lelang obat demi partai? Jago pidato menyimpan kebenaran milik partai? Sanggup amputasi hati demi partai?

Kalau Anda orangnya, silahkan melamar jadi cabub-cawabub. Pintu partai terbuka lebar bagi siapa saja. Ayoh, daftar sekarang juga. Harga bisa nego,” ini satu-satunya iklan yang terbesar di perempatan jalan yang paling ramai dari yang ramai di kota kelahiran.

Wah, ini dia nih! Bagaimaana Benza? Daftarkan saya lewat pintu ini saja. Paling menjanjikan! Soal amputasi hati sih, gampang! Sayalah orangnya...”

Kita tanya Nona Mia!” Jawab Benza. Nona Mia ahli retorika, lebih tahu soal pidato, apalagi dengan tema amputasi hati...”

Semuanya mesti tanya Nona Mia! Bagaimana sih!” Jaki protes keras.
***

Kamu harus pasang iklan. Tawar diri untuk jadi bupati,” saran Nona Mia ketika Jaki, Benza, dan Rara bertemu dengannya.


Bunyi iklannya bagaimana...” Rara dan Jaki kebingungan.

Gampang saja! Lengkapi aja semua iklan yang ada... Pilihlah saya. Saya penguasa yang luar biasa bisa jamin semua. Jamin bukan hanya untuk gunting pita. Jamin bukan orang yang suka cari gampang. Jamin tidak akan lempar batu sembunyi tangan. Jamin tidak suka putar balik fakta. Jamin tidak suka atur segala rupa dengan muka manis atur yang salah jadi benar benar jadi salah.Jamin! Pilih saya! Jamin!”

Aduh, bagaimana Benza?” Rara dan Jaki kebingungan.

Tanya Nona Mia...” Jawab Benza. Nona Mia lebih tahu.”

Bagaimana Nona Mia?” Rara memelas.

Jamin!”(*)


Pos Kupang Minggu 7 Maret 2010, halaman 1 Lanjut...


POS KUPANG/KANIS LIBA BANA
Yoseph Bertije Fernandez


TAK ada seorang pun yang dapat meramalkan masa depannya sendiri. Ziarah hidup kita mengalir bagai air yang beraras dalam tiga dimensi waktu yakni, masa lalu, masa kini dan masa depan.

Dalam dimensi waktu itu dapat menentukan jati diri kita, asalkan kita mampu menterjemahkan rahasia-rahasia yang Ia pinjamkan kepada setiap kita. Sebab apa yang kita buat menjadi deposito masa depan kita sendiri. Seperti nas Kitab Suci, barang siapa setiap terhadap perkara-perkara kecil, kepadanya akan diberikan perkara yang lebih besar.


Itulah sekilas pandang yang dapat direkam dari segelintir ziarah panjang perjalanan dari Duta Besar (Dubes), Equador, Bolivia dan Peru, Yoseph Bertije Fernandez.

Seperti apa lika-liku drama kehidupannya hingga mendapat kepercayaan dari Presiden RI , Susilo Bambang Yudhoyono menjadi duta besar tiga negara. Bagaimana pula renik jenaka masa kecilnya? Dan bagaimana ia memaknai perjalanan kariernya? Berikut penggalan kisah yang direkam Pos Kupang dalam sharingnya kepada wartawan di Ruteng usai tatap muka dengan Muspida Manggarai, Jumat (19/2/2010)

Bagaimana kisahnya sampai Anda bisa menduduki jabatan penting ini?
Saya sendiri tidak tahu pasti bagaimana acuan yang dipakai Presiden SBY hingga mempercayakan saya sebagai duta besar di tiga Negara. Tetapi secara normatif membutuhkan suatu proses panjang. Dalamnya ada klasifikasi atau ukuran tertentu yang patut dipakai pimpinan Negara untuk menentukan layak atau tidaknya seseorang menjadi duta Negara.

Sejatinya seperti apa prosesnya?
Biasanya ada monitoring watak, perilaku, kinerja dan etika. Juga prestasi-prestasi tertentu yang menonjol yang kita miliki. Saya sendiri tidak mengetahui pasti apakah saya termasuk orang yang memenuhi semua kriteria itu. Hanya saja dalam institusi Departemen Luar Negeri (Deplu) ketika kita masuk menjadi pegawai, pada saat itu pula profil kita terdaftar dan dimonitoring. Ruang gerak dan kinerja kita sudah dipantau. Jika kemudian, misalnya, terpilih berarti sudah memenuhi segala kriteria dan ketentuan normative.

Konkretnya seperti apa kriteria yang dipakai?
Sejujurnya acuan yang dipakai untuk menilai seseorang itu layak menjadi dubes mulai saya ketahui setelah dilantik 20 Januari 2010 lalu. Ternyata sejak saya masuk menjadi pegawai di Departemen Luar Negari tahun 1983, sejak saat itu pula saya dimonitoring. Seluruh kinerja dan tugas-tugas yang sayaa kerjakan sudah dicatat dan diukur. Record dicatat dalam sebuah data base. Dan biasanya yang punya akses hanya Menlu, Sekjen dan Kepala Biro Kepegawaian. Namun lebih utama dari semuanya adalah record tertulis menyangkut kinerja kualitas penampilan. Biasanya pimpinan unit yang mengetahui secara detail record kita. Apabila ada catat sedikit pun kita tidak akan diakomodir.

Siapa saja yang boleh jadi dubes?
Kita lihat pengalaman dari dahulu masa Presiden Sukarno ada dokter, pengusaha, politisi, swastawan atau orang karier yang jadi duta besar. Jadi dubes bukan monopoli pihak tertentu. Namun akhir-akhir ini ada suatu sistem yang disebut fit and proper test di komisi 1 DPR Pusat. Saya tidak tahu apa yang dijadikan tolak ukur lebih dalam dari itu semua. Yang pasti saya bersama 22 rekan lainnya menjadi duta besar. Kebetulan saya merangkap duta besar di Peru , Bolivia dan Eguador.

Anda termasuk orang pertama NTT yang menduduki jabatan Dubes karena karier. Bagaimana tanggapan Anda?
Memang orang NTT sudah beberapa yang sudah pernah menduduki jabatan duta besar dengan latar belakang berbeda-beda. Sebut saja, Frans Seda, Adrianus Mooy, Ben Mari Say Dubes. Jadi dubes karena kerier baru saya. Dengan itu bukan membuat saya bangga, tetapi lebih dari itu saya memakna sebagai bagian dari ziarah ibadah saya bersama keluarga.

Apakah peluang jadi duta hanya segelintir orang saja?
Tidak. Semua orang punya kesempatan. Tinggal bagaimana kita berdaya kemampuan melalui kinerja yang baik. Kalau dilihat secara sepintas pertanyaan adalah mengapa harus saya?. Tetapi lebih jauh dari itu mungkin ini rahasia Tuhan memberi tugas kepada saya untuk menjalankan amanat misi nya di luar negeri.


Bagaimana perjalan karier Anda di Deplu?
Saya diangkat dengan pangkat atase. Atase itu pangkat yang terendah dalam jabatan struktural Departemen Luar Negeri. Dengan pangkat terendah itu saya ditugaskan ke Italia-Vatikan. Anak-anak saya lahir di Roma. Saya cukup lama bertugas di Roma, termasuk mengurus kunjungan Paus Yohanes Paulus II ke Maumere tahun 1989.
Memang ada delapan tingkatan pangkat bagi pegawai dalam lingkup Deplu yakni, atase, sekretaris III, Sekretaris II, Sekretaris I, counselor, Minister Conseloer, minister dan dubes. Masing-masing tingkatan jabatan ini harus ditempuh empat tahun. Saya selalu ada percepatan kenaikan jenjang tersebut.

Apa saja tugas dubes?
Tugas Duta besar tidak cukup kita sharing di sini. Yang jelas, ada beberapa hal-hal yang sangat prinsipil sesuai program pembangunan Kabinet Bersatu Jilid II. Program-program yang menjadi focus adalah bidang ekonomi dan pengembangan, HAM, demokrasi, lingkungan hidup, sosial politik dan tugas-tugas lainnya. Juga menggali informasi, tukar pengalaman dan potensi, lobi-lobi politik dan melaporkan melalui suatu sistim laporan.

Apa saja prioritasnya?
Setiap duta besar membuat semacam mission paper. Mission paper itu sebenarnya kertas tugas seorang. Setiap dubes bisa menentukan prioritas sesuai arahan yang disampaikan oleh Presiden SBY. Sebelum kita buat tentunya baca kebijakan nasional. Apa yang menjadi kepentingan Negara itu yang kami laksanakan di setiap wilayah tugas. Kami menjembatani atau menfasilitasi kepentingan-kepentingan itu. Juga kepentingan politik berkaitan dengan perjuangan kepentingan NKRI dalam forum international.

Apa saja potensi tiga Negara wilayah tugas Anda?
Saya melihat Peru unggul di bidang perikanan, pertanian dan pertambangan. Bolivia ada pertaninan, gas alam dan minyak. Namun masalah di Bolivia yang saya lihat bahwa tidak ada akses keluar mengeksport kecuali melalui Brasil. Sementara Ekuador tergantung pendapatn negaranya. Ini keunggulan mereka. Jadi di luar politik kita berupaya mencoba apa yang bisa kita raih dari tiga Negara itu untuk kepentingan nasional. Kepentingan nasional itu tidak harus Jakarta , bisa langsung ke kabupaten.

Bagaimana kesan Indonesia di mata dunia?
Indonesia diakui sebagai Negara muslim yang terbesar yang sangat moderat. Dan satu-satunya Negara di dunia. Ini diakui seluruh dunia sebagai asset bangsa. Dunia internasional mengakui keunggulan kita ini. Aset ini sangat dibutuhkan oleh Negara luar untuk menjembatani dunia bagaimana kita berdialog dangan dunia.

Apakah muda menjadi duta besar?
Sebagai dubes tentunya dalam kapasitas tertentu mewakili kepala Negara dan atau mewakili pribadi Presiden SBY. Melihat tugas itu sebenarnya sangat berat karena mewakili Negara, bangsa dan presiden. Artinya dalam segala aspek tidak bisa asal-asalan dalam menjalankan tugas ini. Sekecil apa pun tingkah laku dan pernyataan kita harus mencerminkan kewibawaan bangsa kita. Karena itu mohon dukungan semua agar saya bisa menjalankan tugas ini dengan baik.

Bagaimana proteksi kepentingan warga kita di luar negeri?
Berapan pun warga Negara Indonesia di suatu Negara harus kita lindungi. Apa pun persoalan yang dia alami harus dibela. Salah satu contohnya pada saat saya di Meksiko. Saya begitu kaget ternyata di Meksiko ada dua warga kita asal Sunda dan Cirebon yang sudah dijebloskan ke dalam penjara. Saya kaget karena sebelumnya tidak ada upaya yang dilakukan untuk memperjuangkan kepentingan dua saudara kita itu. Saya coba gali informasi dan melakukan lobi-lobi. Saya menghadap Menlu Negara setempat minta memfasilitasi. Lobi yang dimaksudkan bukan mengintervensi proses hukum tetapi minimal ada penasihat hukum mendampingi dua warga kita itu dalam proses persidangan. Dari hasil penelusuran ditemukan cela hukum. Saya manfaatkan cela hukum itu.

Apa kasusnya?
Kasusnya demikian. Warga kita kan cukup banyak di Amerika yang bekerja di kapal pesiar. Pada mereka berlayar di suatu kesempatan bersandar di Kostra Rika. Dua warga kita ini pergi pesiar. Mereka jalan-jalan sambil beli souvenir. Salah seorang kru kapal asal Jamaika juga belanja. Dia beli TV. Ternyata TV itu hanya tipuan saja. Memang modus penyelundupan kokain, ganja bisa macam-macam. Warga Jamaikan beli TV dan meminta kedua warga Indonesia untuk mengangkat TV tersebut. Keduanya tidak keberatan. Ternyata pada saat TV diangkut mereka ditangkap. Sebab dalam TV itu ada kokain 2 kg. Mereka kemudian dijebloskan ke pejara dengan tunduhan selundup kokain. Jadi proses hukum yang berlangsung menghukum keduanya hanya karena membantu mengangkat TV. Sementara pemilik TV tidak. Di sinilah jeda hukumnya. Kita manfaatkan cela hukum ini. Kita bangun komunikasi terutama membantu pembelaan di pengadilan. Kita ceritakan kepada penasihat hukum setempat untuk bela damping dua warga kita tadi. Semula mereka dihukum 17 tahun akhirnya hanya dua tahun jalani hukuman mereka dibebaskan. Tugas kita tidak batas di situ tetapi Bantu cari pekerjaan. Akhirnya keduanya bisa kerja kembali di kapal pesiar.


Apa sumbangan untuk NTT?.
Tentunya sebagai orang NTT saya tidak menutup mata. Saya selalu promosikan NTT. Seperti Komodo, Kelimutu dan potensi lainnya. Umumnya pertanyaan orang-orang luar negeri seputar perjalanan, fasilitas dan keselamatan selama mereka berada di NTT. Pertanyaan mereka rasional seputar bagaimana cara bisa sampai di NTT. Mereka tanya sputar pelayanan dan keselamatan mereka jika berada di NTT.

Saran untuk pemerintah NTT?
Kita perlu siapkan restoran yang baik, jalan yang baik. Restoran dan kamar mandi yang bersih. Tidak harus mewah tetapi bersih dan higienis. Motif penginapan dan restoran sesuai kearifan lokal, kekayaan budaya kita. Juga perlu siapkan fasilitas Air, listrik, teleponnya dan internet. Kalau akses ini tidak ada bisa mengurangi wisatawan.

Bagaimana peluang anak-anak NTT bisa bekerja di Deplu?
Kita selalu ada peluang. Saat ini sistim rekruitmen terbuka. Sekarang dari jrusan umumnya juga bisa. Yang dipertaruhkan adalah kualitas, kinerja dan profesionalisme. Tidak ada neko-neko. Semua bersih. Saat ini ada dua anak Manggarai yang menurut hemat saya cukup menjanjikan.

Apa makna bagi Anda terhadap tugas ini?
Ini cara Tuhan memberdayakan saya untuk mengabdi kepadan-Nya. Saya tidak pernah bayangkan jadi dubes. Semua berjalan begitu saja. Saya tidak pernah membayangkan anak seorang sopir, penjual advokat ini bisa jadi dubes tiga Negara. Saya jalani kepercayaan ini dengan rasa tanggung jawab. (kamis lina bana)


Tipu Umur dan Tahan Kelas.

PENAMPILANNYA sangat sederhana. Jauh dari kesan mewah. Kesan ini semakin kuat menggambarkan perjalanan hidupnya. Ia tidak lupa asal usul masa kecilnya. Tutur katanya santun dan terukur.

Pekrjaan ayahnya sebagai sopir dan penjahit turut menegaskan kesederhanaan keluarga ini. Ibunya bekerja sebagai petani sawah di Cancar, di Laci, Wae Mese dan Cuma Nus. Juga ada kebun kelapa di Borong. Dari hasil penjualan hasil kebun itu orang tua membiayai sekolah mereka sembilan orang bersaudara. Semuanya mendapat pendidikan yang layak. Juga mengikuti paman menjual barang souvenir purba kala. Caranya mendatangi rumah-rumah atau took-toko yang diperkirakan bisa membeli barang jualan.

Selama masa pendidikan baik pendidikan dasar, seminrai hingga perguruan tinggi tidak mengalami hambatan. Semua berjalan dengan baik dengan nilai yang cukup membanggakan. Bekal pendidikan seminari dan basis pendidikan keluarga menjadi basis hidup yang baik.

Pernah bercita-cita sebagai imam OFM, namun panggilan Tuhan berkehendak lain. Kini bertugas sebagai duta besar untuk tiga Negara. Bekerja sebagai diplomat membuatnya harus mengunjungi puluhan Negara. Ia menguasai beberapa bahasa asing baik lisan maupun tulisan.

Meski demikian sosoknya tetap sederhana. Tetapi menampilkan jati diri sebagai anak keluarga sederhana. Meski sudah melanglang buana di beberapa Negara, namun rumah di Hombel tetap ia cintai. Tempat dimana persemaian awalnya memulai perjalan hidup di buana raya ini. Selamat bertugas neka hemong pedhe dise ame, mbate lerong dise empo. (Kanis Lina Bana)



Data diri Nama : Yoseph Bertije Fernandez Ayah : Lukas Fernandes Mama Kristina Nimat SDK St. Michael Kumba tamat 1968 SMP/SMA Seminari Kisola tamat 1976 Menjadi Frater OFM 1976-1977. Fisipol UGM 1982 Istri Sisilia Janggur Anak-anak 1. Rody Fernandez 2. Andre dan jack (kembar) 3. Rebeca Fernandez Tahun 1983 menjadi calon diplomat Deplu Sekjen Politik. 1984-1985 Mengikuti pendidikan dasar diplomat. 1985 Memulai karir diplomat dengan pangkat atase di Roma. 1990 Kembali ke Deplu bekerja sebagai staf di Direktorat Jendral Politik untuk Direktorat Eropa Selatan untuk negera Swis, Italia, Spanyol Yunani , Portugal . 1993 Menjadi kepala bidang politik di Kolumbia. 1999-2000 Diangkat menjadi Direktorat Amerika. 2000-2004 Ditempatkan sebagai kepala Bidang Politik di Meksiko. Pada saat itu menerima tugas persiapan kunjungan kepala Negara untuk mengikuti KTT Opec di Los Cabes Meksiko. 2004- 2005 mengikuti pendidikan. Selesai pendidikan menangani subdirektorat Amerika. 2005-2009 Menangani masalah Papua. 20 Januari 2010 diangkat menjadi dubes untuk Negara Equador , Bolivia dan Peru .


Pos Kupang 7 Maret 2010, halaman 03 Lanjut...



Foto Ist
RABU ABU--Umat Katolik menerima abu pada Rabu Abu sebagai tanda permulaan masa puasa dan prapaskah


Tradisi Umat Kristiani Memasuki Masa Praspaskah

* Koyakkanlah Hatimu dan Jangan Pakaianmu!!

Oleh Amanche Franck Oe Ninu, Arnold Ale Lema, Ama Damian Kii

UMAT Kristiani telah memasuki masa prapaskah. Masa prapaskah akan berlangsung selama 40 hari dengan kekhasannya sendiri. Masa prapaskah menjadi masa persiapan sebelum umat Kristiani merayakan hari raya paskah. Prapaskah yang berlangsung selama 40 hari dihayati umat Katolik secara lain.

Pekan-pekan masa prapaskah disebut juga waktu ret-ret agung. Mengapa demikian? Ketika memasuki masa prapaskah umat beriman Kristiani dihadapkan dengan permenungan tentang sengsara Kristus. Berpuasa dan berpantang selama 40 hari menjadi warna yang khas dalam masa liturgi ini.

Asal-usul dan isi prapaskah sendiri sudah lama hidup. Pada abad ketiga atau awal abad keempat, praktek ini sudah muncul di Mesir. Awalnya bukan untuk mempersiapkan paskah tetapi untuk merayakan puasa Tuhan di padang gurun, sesudah pembaptisan-Nya di Sungai Yordan. Kisah biblis memberikan gambarannya.

"Yesus yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari Sungai Yordan lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya...selama di situ Ia tidak makan apa-apa" (Lukas 4: 1-2, Bdk. Matius 4: 1-11, Markus 1:12-13). Kemudian Prapaskah segera mendapat bentuknya berupa persiapan tobat untuk merayakan wafat dan kebangkitan Tuhan.

Pada awalnya puasa ini dilakukan dengan keras, orang hanya diizinkan makan satu kali menjelang petang, tanpa boleh makan daging, ikan, dan makanan yang berasal dari susu.
Orang-orang Kristiani dari Gereja Timur masih mempertahankan disiplin puasa yang ketat seperti di atas. Gereja Bizantium sendiri memiliki penekanan khusus terhadap pekan-pekan masa prapaskah.

Minggu prapaskah pertama adalah pesta ortodoksi, yang menandai kemenangan terhadap kaum Ikonoklas dan bidaah-bidaah yang lain. Minggu kedua adalah pesta Santo Gregorius Palamas (1296-1359 ); dan pada minggu ketiga diadakan penghormatan salib. Pada hari Jumat pekan kelima dinyanyikan Akatistos (salah satu nyanyian pujian yang paling tua dan indah. Biasanya pujian ini dinyanyikan sambil berdiri dalam ibadah hari Sabtu sore menjelang minggu kelima masa prapaskah di Gereja Yunani). (Gerald O Colins, SJ dan Edward G. Farrugia, SJ, Kamus Teologi, Yogyakarta: Kanisius, 1996)
Dalam tradisi Kristen, puasa yang berlangsung selama 40 hari ini dirayakan juga beberapa upacara.

Rabu abu menjadi perayaan pembuka seluruh rangkaian puasa selama 40 hari. Praktek yang sekarang berlangsung dalam Gereja ditetapkan pada abad ke-7. Disebut rabu abu karena pada pembukaan masa prapaskah umat katolik seluruhnya menerima abu pada dahi yang diberikan oleh para imam. Abu melambangkan kefanaan manusia, ketakberdayaan manusia, lambang metanoia, dan tanda bagi umat Kristen untuk mengarungi padang gurun menuju oase sejati Paskah Kristus.

Jalan Salib
Selama masa Prapaskah umat Kristiani melaksanakan upacara jalan salib. Upacara jalan salib ini dalam tradisi Kristen Katolik dijalankan pada hari jumat setiap pekan selama masa pra paskah. Dengan menjalankan jalan salib, umat dihantar untuk merefleksikan tentang kisah sengsara Tuhan.

Jalan salib adalah kesempatan merenungkan sengsara dan wafat Tuhan Yesus Kristus. Ini melibatkan umat Kristen Katolik secara menyeluruh. Tema dasar pertobatan selama masa Prapaskah ditunjukkan juga dengan warna dasar liturgi yang ada.

Warna ungu menjadi warna liturgi untuk masa Prapaskah. Bacaan-bacaan yang diperdengarkan dalam perayaan selama masa Prapaskah juga selalu berisikan pesan pertobatan. Hal ini sekaligus mengarahkan umat untuk menghayati secara mendalam dimensi pertobatan itu. Tidak hanya bacaan, dan warna liturgi yang mengggambarkan pertobatan. Konsistensi nyanyian juga turut memaknai prapaskah sebagi masa hening yang agung.

Dalam jangka waktu 40 hari ini, orang dihantar untuk sungguh menghidupi semangat pertobatan. Pertobatan itu merupakan pembaharuan yang integral. Pembaharuan yang integral itu mencakup tiga relasi utama manusia. Relasi manusia dengan Tuhan, relasi dengan sesama dan relasi dengan seluruh alam semesta. Selama masa Prapaskah manusia perlu berjuang untuk memperbaiki tiga relasi utama tersebut.

Metanoia dengan Tuhan ditunjukkan dengan puasa yang berlangsung selama 40 hari. Melalui bacaan, nyanyian, doa, puasa,dan aksi nyata, umat disadarkan untuk membangun relasi yang harmonis dengan Allah. Itu berarti masa puasa dilihat sebagai tindakan berbalik dari dosa dan mengarahkan diri kepada Allah.

Bagaimana metanoia dengan sesama manusia dan alam semesta? Ketika seorang berbalik kepada Allah sebenarnya dia harus memperbaiki hubungannya dengan sesama manusia dan juga dengan seluruh alam semesta. Untuk orang Katolik, pembangunan kembali hubungan yang harmonis dengan sesama bukan suatu hal yang baru selama masa Prapaskah.

Kepedulian dengan sesamanya menjadi bukti konkret bagaimana manusia kembali membangun relasi yang mantap dengan sesamanya. Secara suka rela orang memberikan sumbangan. Pemberian dengan suka rela kepada yang membutuhkan menggambarkan kepedulian dengan sesama manusia.

Membangun hubungan yang harmonis dengan sesama saja tidak cukup. Kepedulian dengan alam semesta juga sangat diharapkan. Penghijauan tempat-tempat tertentu dan bentuk perhatian tertentu terhadap lingkungan sekitar memberikan nuansa yang mendalam selama masa prapaskah.

Kegiatan Hidup Dalam Keluarga
Untuk mewujudnyatakan Puasa Tahun ini, Gereja katolik mengangkat tema umum: Kesejatian Hidup Dalam Keluarga.Tema ini diharapkan mampu menghidupkan nilai-nilai Kristiani sejati dalam keluarga, serta menjadikan keluarga sebagai lingkungan yang melahirkan pribadi sejati yang beriman, cinta keadilan dan perdamaian. Keluarga-keluarga Katolik diharapkan pula membangun jaringan kerja sama menggereja dan memasyarakat demi kebaikan bersama, serta mampu mengupayakan kemandirian dalam iman dan karya.

Prapaskah adalah jalan salib menuju jalan kemuliaan. Prapaskah adalah perjalanan iman menuju inti keimanan Paskah. Prapaskah adalah kesempatan kairos untuk berbenah diri dalam tata menggereja dan memasyarakat. Prapaskah seturut seruan Sang Nabi Yoel adalah mengoreksi isi hati, lubuk kehidupan terdalam dan bukan sekadar mengubah tampilan jasmaniah.

Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu!! Selamat menjalani masa prapaskah. Selamat mengarungi padang gurun iman kita. Per Crucem Ad Lucem. Melalui Salib Menuju Kemuliaan.

Trio Penulis adalah Frater Calon Imam, tinggal di Unit Filadelphia Seminari Tinggi Sint Mikhael Penfui Kupang.


Pos Kupang Minggu 28 Februari 2010, halaman 11 Lanjut...


POS KUPANG/ALFRED DAMA
SMAN 4 KUPANG--Inilah SMAN 4 Kupang di Jalan Adi Sutjipto-Penfui, Kupang.




MENGENAL dan mencintai lingkungan sudah sepatutnya dimulai dari usai sekolah. Seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Inilah yang dilakukan oleh Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Kupang.

Para siswa di sekolah ini diajarkan mencintai lingkungan saat usia remaja dengan cara memperkenalkan budaya cinta lingkungan. Metode yang dilakukan sekolah adalah memasukan materi tentang lingkungan pada kurikulum sekolah ini.

SMAN 4 Kupang akan mengembangkan sekolah tersebut sebagai sekolah Adiwiyata. Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.

Kepala SMAN 4 Kupang, Dra. Rahel Tallo, yang didampingi salah satu stafnya, Drs. JP Charles Nggolut, kepada Pos Kupang di ruang kerjanya, Rabu (24/2/2010), mengatakan, Program ini dicanangkan untuk mendorong dan membantuk sekolah-sekolah agar turut melaksanakan upaya pemerintah menuju kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Menurut Rahel, SMA Negeri 4 dalam dua tahun terakhir telah memasukan materi lingkungan hidup ke dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) secara terintegrasi.

"Kami berpandangan sudah seharusnya di lembaga pendidikan tidak hanya mengedepankan kecerdasan intelektual, tetapi juga emosional dan kreativitas, yakni mampu menciptakan terobosan dalam segala aspek. Bagaimana siswa mampu memanfaatkan sumber daya alam yang ada," katanya.

Menurut dia, pengetahuan tentang lingkungan yang memadai sangat diperlukan semua komponen sekolah dan masyarakat dalam upaya penyelamatan lingkungan alam. Di sekolah ini sudah ada program mewajibkan siswa, guru, pegawai untuk menanam pohon di lingkungan sekolah.

Kelola Sampah Organik
Pelajaran lingkungan tidak sekedar teori saja, para siswa di sekolah ini juga diajak untuk mencintai lingkungan dengan langsung menanam pohon. Saat ini SMAN 4 Kupang sudah menanam 350 anakan pohon di lingkungan sekolah. Jenis anakan pohon yang ditanam, yakni mahoni, mangga, sukun, apotik sehat (lengkuas, sere, cabai dan pepaya), beringin, angsano dan jati.

Anakan pohon tersebut, selain merupakan swadaya sekolah juga bantuan dari Pemerintah Kota Kup[ang dan Badan lingkungan Hidup (BLH) Propinsi NTT.

Bukan itu saja, para siswa juga diperkenalkan dengan proses mendaur ulang sampah. Para siswa di sekolah ini diajarkan untuk mengelola sampah-sampah organik dan anorganik dengan memanfaatkan mesin pencacah sampah yang ada.

Untuk itu, dalam minggu ini dilakukan beberapa kegiatan antara lain seminar tentang lingkungan hidup, pelatihan musik sasando dan akan disiarkan oleh televisi NHK Jepang, penghijaun di empat kelurahan yakni Oesapa Barat, Tengah dan Timur serta Lasiana.
Agar selaras, pelajaran lingkungan diajarkan dengan budaya khususnya kesenian.

Salah satunya tentang musik sasando. Musik sasando merupakan salah satu program muatan lokal yang masuk dalam KTSP sekolah ini. Hal ini dilakukan karena sasando merupakan alat musik yang indah dan sudah menjadi ikon nasional, sehingga masyarakat NTT khusunya siswa harus dibiasakan untuk mengembangkan warisan nenek moyang ini. Sasando yang terbuat dari daun lontar selain untuk musik juga dikembangkan untuk bidang ekonomi lainya tetapi juga untuk pelestarian lingkungan. (nia)



26 Juta Hektar Hutan Dijarah

TOTAL hutan di Indonesia yang dijarah hingga saat ini sudah sekitar 26 juta hektar atau setara 21 persen dari total luasan hutan di dalam negeri. Kawasan ini sudah tidak memiliki tegakan pohon lagi karena sudah sangat rusak.

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Selasa (16/2/2010) usai menghadiri Rapat Koordinasi tentang Tata Ruang Nasional yang dipimpin oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Menurut Zulkifli, kawasan hutan itu mencakup 70 persen dari wilayah Indonesia yang mencapai 180 juta hektar. Dari seluruh wilayah hutan itu, 23 persen atau 43 juta hektar di antaranya masih berbentuk hutan primer yang masih bagus kondisinya.

Adapun, 25 persen lainnya atau 48 juta hektar dalam kondisi separuh bagus separuh rusak karena bekas area HPH (hak penguasaan hutan). Sementara sekitar 21 persen lainnya sudah dijarah dan rusak tidak ada hutannya lagi. "Kami menegaskan, seluruh hutan primer tidak bisa diganggu. Itu termasuk hutan konservasi, dan hutan lindung. Konservasi itu penting buat monyet, harimau dan hewan langka . Hutan lindung juga penting untuk kawasan serapan air," ungkapnya.

Atas dasar itu, Kementerian Kehutanan mengusulkan agar wilayah hutan yang ingin dikonversi untuk kepentingan lain adalah hutan yang sudah rusak tadi. Sebagian bisa digunakan untuk lahan tanaman pangan.

"Namun, pengalihan kawasan ini semua sangat tergantung pada tata ruang. Nah tata ruang inilah yang harus disusun oleh tim terpadu nanti. Pemerintah Daerah harus membuat peraturan daerah dulu. Lalu diusulkan ke tim terpadu. Kalau semua sudah setuju, buat amdalnya (analisis dampak lingkungan)," ujar Zulkifli. (kompas.com)



Masyarakat NTT Belum
Paham Fungsi Hutan

SEBAGIAN besar masyarakat Nusa Tenggara Timur belum paham mengenai fungsi hutan sesungguhnya sehingga melakukan perusakan di berbagai tempat. Padahal, kondisi hutan di daerah itu sudah sangat kritis dan terancam menjadi padang gurun.

Fungsi hutan sesungguhnya harus dipahami berdasarkan peruntukannya. Hutan produksi dan hutan lindung berfungsi untuk perlindungan sistem penyangga kehidupan, mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.

Konsultan Kyeema Fondation Johan Kieft, dalam seminar tentang pelestarian hutan Mutis-Timau di Kupang beberapa waktu lalu mengatakan, hutan konservasi meliputi kawasan suaka alam (cagar alam dan suaka margasatwa) berfungsi untuk mengawetkan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya, dan penyanggah kehidupan.

Kawasan pelestarian alam berupa taman wisata alam dan taman buru, keduanya berfungsi untuk perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa, pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati, dan ekosistemnya. Fungsi hutan seperti itu belum dipahami warga sehingga hutan selalu dibakar, ditebang, dan dirusak. Kondisi ini tidak menguntungkan masyarakat sendiri.

Kawasan cagar alam Mutis Timau merupakan paru-paru kehidupan bagi masyarakat dan lingkungan di Timor khususnya, dan dunia umumnya. Seminar itu atas kerja sama Yayasan Peduli Sesama, Yayasan Timor Membangun, dan Kyeema Fondation dengan AusAid. Seminar itu untuk menghimpun informasi dari masyarakat dalam rangka persiapan penghijauan dan reboisasi musim hujan 2009/2010. (kompas.com)


Pos Kupang Minggu 28 Februari 2010, halaman 14 Lanjut...

Pangeran Valentino

(Cerpen Atel Lewokeda, anggota KMKL, arung sastra Ledalero)

GERIMIS baru menyentuh wajah bumi setelah sebuah kemarau panjang. Senja itu Valen diingatkan oleh sebuah petikan puisi yang ditulis oleh seorang sastrawan yang lahir dari bukit matahari bersandar, bahwa ketika daun jatuh rindu bumi berakhir.

Valen terpenjara dalam kesendirian dengan petikan singkat ini. Valen sendiri merenung dan menemukan bahwa akan ada satu kebahagian yang tak terlukiskan ketika sebuah kerinduan terpenuhi. Segala tanya akan mendapatkan jawaban. Tatapan asa yang kabur menemui titik terang penantian.

Fatamorgana harapan menemukan tempat untuk membangun kekuatan. Valen akhirnya menyadari bahwa setiap orang baru akan merindukan orang yang dikasihi kalau ada jarak yang memisahkan mereka.

Dan, untuk bisa merindukan orang yang kita cintai harus ada kenyataan berpisah.Valen menghabiskan kopi panas dengan satu petikan mini yang dipahatnya sendiri pada dinding hati bahwa tiap kebersamaan adalah langkah awal untuk berpisah dan tiap perpisahan adalah pintu untuk bisa bertemu kembali.

Orang hanya bisa bertemu kembali kalau pernah berpisah. Kesibukan menyelesaikan studi pasca sarjana membuat Valen lupa memberi waktu untuk mencintai lagi dan menemukan lebih dalam makna dari sebuah kerinduan ini.

***
"Empat belas Februari nanti genap 25 tahun usiaku.., kurindukan kehadiranmu semua untuk berbahagia bersamaku". Tulisan singkat ini ada pada halaman depan sebuah undangan mini yang disisipkan ke dalam kotak surat di depan kamar Valen. Valen sendiri tidak tahu undangan itu dihantar oleh sapa. Tapi yang ia tahu pasti adalah identitas pengirim dan juga alamat yang dituju. Kebingungannya hilang ketika nada dering di HP nya berdering. Tampak ada nomor baru yang memanggil. Tanpa percakapan yang panjang, suara dari ujung sana langsung memburu Valen dengan satu pertanyaan singkat; "Kamu akan hadirkan pada hari ulang tahunku nanti? Sebelum Valen sendiri memberi jawaban yang pasti, suara yang sama langsung menyambar dengan sebuah ucapan singkat; "Terima kasih, aku tungguh di hari ulang tahunku nanti, malam jam tujuh.

***
Ruangan acara ulang tahun disulap dengan sangat asri. Dari semua undangan yang hadir Valen datang bersama undangan yang lain sebagai rombongan terakhir sebelum acara syukuran ulang tahun dimulai. Sebagai rombongan yang terakhir Valen mendapat tempat yang paling belakang.

Dalam hati ia bergumam; rupanya nasihat bijak yang terakhir menjadi yang terdepan tidak berlaku. Pintu ruangan lantai dua rumah megah itu ditutup dan semua undangan yang hadir serentak berdiri menyambut kedatangan sang yubilaris.

"Aleksandra Gracia Trisna da Lopes", dekorasi di layar dinding menampilkan tulisan ini dengan diikuti kalimat syukuran atas hari ulang tahun yang kedua puluh lima. Valen tak percaya menyaksikan tampilan yang sangat mempesonakan tiap pandangan itu. Sang putri yang berbahagia berdiri anggun seperti bidadari. Semua mata yang mampu menangkap keindahan yang terberi ini pasti akan mengamini bahwa karya Tuhan yang satu ini sangat sempurna.

Suatu kesempatan yang sangat pasti bahwa tiap perayaan ulang tahun, yang berbahagia diberikan kesempatan untuk menyampaikan apa saja yang dialami, dirasakan termasuk juga mengungkapkan isi hatinya. Semua undangan diminta kesediaan untuk memberi perhatian kepada sang yubilaris yang akan berbicara.

Dengan wajah yang anggun, Trisna berjalan ke panggung utama. Gaun panjang warna putih yang dikenakannya sangat serasi dengan postur tubuhnya yang sangat mengagumkan. Pada tarikan nafas panjang yang terakhir Trisna mulai mengungkapkan isi hatinya.

"Terima kasih buatmu semua yang telah rela menghadiri syukuran hari ulang tahunku, juga terima kasih untuk semua doa dan ucapan selamatnya. Hari ini genap dua puluh lima tahun usiaku dan juga genap lima tahun aku merayakan hari ulang tahun tanpa orang yang paling aku sayangi. Sejujurnya aku harus mengakui bahwa tidak pernah ada rasa sayang yang sangat dalam yang pernah aku miliki untuk orang lain seperti rasa sayang yang kumiliki untuknya. Dalam tiap syukuran ulang tahunku sejak lima tahun yang lalu aku selalu berharap semoga dia bisa hadir lagi pada saat aku merayakan hari ulang tahunku seperti ini".

Butiran bening kecil mulai mangairi pupil mungil Trisna. Sesekali ia mengeringkan riak kecil yang meluap dari matanya. "Dia cinta pertamaku. Dia adalah orang yang mengajari aku tentang artinya kesetiaan, pentingnya sebuah keterbukaan dan betapa dasyatnya kekuatan dari saling percaya", Trisna melanjutkan.

Kepergiannya karena keegoisan saya yang terlalu cepat menaruh cemburu bahkan menuduhnya bermain hati. Lima tahun selepas kepergiaannya, aku merasakan bahwa ada separuh jiwaku telah pergi. Di kota ini kami pernah bersama menulis sebuah kisah namun kisah kami harus berakhir karena kelemahan manusiawi seorang Trisna. Malam itu purnama bersembunyi di sela daun akasia yang berayun pelan karena sapaan bayu. Pada hari kami berpisah ia menyerahkan tulisan mini ini untuk saya.

"Aku harus kuat untuk menerima kenyataan ini. Mata memang kelihatan tersenyum ketika kata-katamu tertangkap oleh daun telingaku. Tapi hati menangis dalam perih untuk sebuah perasaan. Aku tidak pernah menyesal untuk kesetiaan yang kubangun. Aku banyak belajar dari semuanya ini. Ternyata tidak cukup upaya membangun sebuah cinta hanya dengan kesetiaan, keterbukaan dan saling percaya. Sekarang aku tahu, dasar dimana aku berpijak ini ternyata belum terlalu kuat. Keputusanmu mengajarkan aku untuk berani berkorban termasuk merelakan orang yang sangat kita cintai membawa cinta kita pergi.

Mungkin tidak cukup pengertian, perhatian dan kesetiaan diberikan olehku. Aku hanya sesalkan ketidakjujuranmu. Aku akan lebih bahagia kalau engkau sendiri yang menyampaikan kepadaku.

Terus terang selama ini aku korbankan segala rasa. Aku membangun tembok dalam hati untuk terus bertahan dalam deraan rindu. Terima kasih atas keputusanmu yang lahir dari satu prasangkah dangkal dan opini dinih untuk mendeklamasikan kecemburuan. Dengan identitas diriku sambil mempertimbangkan kelayakan diri, aku memang tidak layak untuk orang seindah kamu.

Aku berdoa semoga engkau selalu bahagia dengan keputusanmu sekarang. Tapi aku hanya ingin kamu tahu sampai seumur hidup ini aku tetap mencintai dirimu, karena aku tidak pernah melakukan apa yang menjadi kecemburuanmu. Hanya satu pintaku, temani aku dengan tiap nafas doamu, walau aku tahu itu sulit. Yang selalu mencintaimu, Mario Valentino Parera.

Trisna berhenti sejenak sebelum menutup kembali lembaran yang Valen tulis untuknya lima tahun silam. Valen masih tidak percaya ternyata Trisna masih menyimpan dengan lembut suara yang tertuang dalam goresan tangannya itu. Ia berusaha untuk tidak memberikan tanggapan tapi tetap terpanah memandang Trisna. Tak satu pun orang yang tahu kalau malam ini Valen juga hadir dalam acara ulang tahun Trisna.

"Seminggu yang lalu aku mendapatkan nomor telponnya dari salah seorang teman akrab kami waktu masih sama-sama duduk di bangku SMA. Aku tidak tahu seandainya malam ini ia ada di sini, apakah dia mampu mendengar curahan hati ini", lanjut Trisna.

Aku merasa bahwa lukisan hati mini ini ia tulis dengan hati berdarah. Ia coret dengan tangan polos yang merangkul jiwanya yang terluka. Ia memahat ini dengan nurani dingin yang menantikan kehangatan. Dari temannya aku membaca sebuah kisah bahwa seorang lelaki juga merasa sakit kalau dikecewakan. Seorang lelaki juga bisa setia.

Aku hanya ingin bertemu dengan dia lagi suatu saat dan menyampaikan bahwa dia mempunyai kebebasan untuk mencintai lagi seorang hawa. Dan, kalau mungkin aku ingin mendengar langsung dari ucapannya kata maaf agar aku mampu tidur lebih lelap lagi di malam-malamku selanjutnya.

Seandainya diizinkan, aku berharap bisa bermimpi lagi bersamanya suatu saat nanti melewati malam dengan langit sepi tanpa bintang. Valen meletakan gelas minuman ke meja di samping tempat ia berdiri. Ada tekat untuk mengatakan bahwa ia ada di sini, Trisna.

Dengan senduh dan lirik penuh harap Trisna melanjutkan petikan mazmur kalbunya, "Aku kehilangan orang yang sangat berarti. Sampai sekarang sedikit pun tidak ada niat untuk mencari wajah lain karena aku yakin, aku masih punya kesempatan untuk kedua kalinya. Saat dimana kami tersenyum bersama lagi dan menikmati senja bersama di Tanjung ketika matahari mulai terbenam. Merasakan hangatnya sentuhan suhu kota kamboja ketika malam datang memeluk. Menyanyikan bersama tentang kota Maumere manise sambil menghabiskan malam di tengah keramaian Glora Samador. Dan, sampai sekarang aku makan terus berharap untuk bisa melihat wajahnya kembali dari dekat, seperti hari-hari yang pernah terlewatkan."

Trisna tidak sanggup melanjutkan litani batinnya. Air matanya menjadi kata terakhir. Semua undangan merasa seperti pengalaman sendiri ketika Trisna mengungkapkan kisah manis bersama dengan orang yang sangat ia sayangi. "Air mata hanya akan menghalangi setiap orang yang ingin memandang sedikit lebih jauh ke depan", sebuah suara merduh memecah keheningan ruangan.

Mata semua orang coba mencari dan menjelajahi sumber suara merdu yang ada. Dengan langkah sedikit gugup Valen melangkahkan kakinya menuju tempat Trisna yang sedang mengeringkan sisa tetesan kecil di kedua bola matanya.

"Malam ini segala kerinduanmu mungkin akan terjawab. Aku tidak tahu, aku minta maaf mungkin kehadiranku malam ini bukan menjadi hadiah ulang tahun terindah buatmu, Tris. Juga bukan sebuah sutra yang bisa mengeringkan tiap tetes air matamu ketika rasa bersalah datang menderah dirimu. Malam ini tak ada kata maaf yang diucapkan secara langsung, tapi semoga engkau sanggup merasakan bahwa kehadiranku ini bisa menjagi suatu permohonan maaf dariku dan juga lantunan maaf untukmu.

Aku sendiri juga tidak ingin malam-malammu terganggu dan coba membuat malam-malammu menjadi lebih indah lagi. Dan kalau diijinkan lagi aku akan buktikan senja di Tanjung bisa terulang lagi. Melewati udara malam kota bersama bisa terjadi lagi. Dan kita akan kembali saling memandang lagi dari jarak yang sangat dekat di bawa purnama yang tersenyum cemburu. Valen menggenggam erat tangan Trisna sambil mengucapkan selamat ulang tahun.

Semua undangan yang sempat hadir serentak memberikan tepukan tangan dan teriakan, "cium pipihnya, cium pipihnya, cium pipihnya"! Trisna memandang tajam wajah Valen yang sekarang berdiri di hadapannya. Desakan dan teriakan dari semua yang hadir semakin menjadi-jadi. Dengan mata sedikit gugup, Valen menunduk dan mencium kening Trisna. Rangkulan Trisna yang begitu erat memberikan sebuah permintaan agar Valen tidak akan pergi lagi.

Ino, sapa Tris dengan lembut sambil membiarkan wajahnya hangat dalam dekapan Ino. Tris sudah lima tahun tidak menyapa Valen dengan Ino sebagai sapaan manisnya. Tris, Ino mulai membuka kegembiraan mereka. "Di tempat ini beberapa tahun silam kita pernah sekata untuk bersama. Apakah kesempatan itu bisa terulang lagi?" tanya Ino dengan tenang. Tris membiarkan wajahnya rebah lebih dalam lagi ke rangkulan Ino.

Purnama baru menyapa langit malam. Sementara bintang-bintang dari tadi sudah memberikan senyumnya yang terindah untuk bumi. "Biarkan purnama malam ini mencatat pada dinding langitnya bahwa permaisuri telah menemukan kembali pangerannya di hari ulang tahunnya".


Senja di Jl. Souverdi,
Nice Place, Maumere




Pos Kupang Minggu 28 Februari 2010, halaman 06 Lanjut...

Bekerja Sama

Cerita Anak Oleh Petrus Y Wasa

SORE itu Greg menuju sungai dengan langkah gagah. Di bahunya tersandang sebuah senjata dari kayu. Gayanya tidak ubahnya tentara yang sedang menuju medan tempur. Dia ingin mencoba senjata penembak ikan buatan ayahnya itu di sungai.

"Hai Herman, lihat senjataku ini," seru Greg kepada Herman yang sedang mandi
"Bagus benar senjatamu. Siapa yang membuatnya?" tanya Herman.



"Ayahku yang membuatnya. Bagus, kan?" jawab Greg.
"Bagus sekali, mirip senjata asli. Bagaimana kalau aku mencobanya? Aku ingin menyelam dan menembak ikan besar di tengah itu. Boleh, kan?" pinta Herman.

"Tidak boleh. Kata ayah, senjata ini tidak boleh dipinjamkan ke sembarang orang. Nanti rusak," jawab Greg.
"Ya sudah, tidak apa-apa," ujar Herman pasrah. Greg mulai mencoba senjatanya dengan menmbak ikan-ikan kecil di pinggir.

***

"Ayo tembak ikan-ikan besar di tengah itu," ajak Herman sambil menunjuk ke tengah sungai di mana banyak ikan berkumpul.
"Aku tak bisa menyelam, Man. Aku hanya bisa menembak ikan yang di pinggir saja," jawab Greg.


"Wah payah. Percuma saja memiliki senjata bagus kalau tidak bisa menyelam," kata Herman.
"Aku punya senjata, kau bisa menyelam. Bagaimana kalau kita bekerja sama?" tawar Greg.

"Hei, hei nanti dulu. Bagaimana kalau aku ikut bergabung?" tawar Ito. Dia baru saja tiba di sungai. Dia membawa kacamata selam, sebatang kawat panjang dan sejumlah karet gelang.

"Mulanya aku ingin menembak ikan sendirian. Tetapi melihat kalian membawa senjata, aku jadinya ingin bergabung dengan kalian. Kalian bisa gunakan kacamata selamku. Jika kalian lelah, aku bisa menggantikan kalian menyelam. Bagaimana, setuju?" tanya Ito.

Herman dan Greg mengangguk hampir bersamaan.
"Bagaimana dengan hasilnya nanti?" tanya Greg.
"Gampang, tinggal dibagi tiga," jawab Ito enteng.

***

Herman mulai menyelam jauh ke dalam mendekati tempat ikan-ikan berkumpul. Gerakannya perlahan agar ikan tidak terganggu oleh kehadirannya. Dengan cepat panahnya menembus tubuh ikan yang besar. Ikan lain berlarian. Herman berenang kembali ke permukaan.

Kawat panah berisi ikan diserahkannya kepada Greg. Greg lalu mengambil ikan itu dan menusuknya dengan kawat yang dibawa Ito tadi. Herman kembali menyelam mencari sasaran berikutnya.

Setelah cukup lama menyelam, Herman akhirnya minta digantikan Ito. Greg memperhatikan ikan hasil buruan mereka, ternyata sudah mencapai tiga perempat panjang kawat yang dipegangnya. Belum lama menyelam Ito sudah memberikan hasil buruan kepadanya.

Karena kawatnya sudah penuh, maka ikan-ikan yang sudah mati terpaksa dikeluarkan dari kawat dan ditaruh di atas batu. Sementara kawat itu kembali digunakan untuk menusuk ikan yang baru.

Tanpa mereka sadari hari hampir malam. Mereka pun menghentikan perburuan mereka dan membagi hasilnya secara adil. Greg lalu menusukkan ikan-ikan bagiannya pada kawat senjatanya. Dia ingin menunjukkan hasil buruannya pada ayah.
"Wah, banyak benar ikannya Greg. Tak percuma ayah buatkan senjata untukmu," puji ayah.

"Sebenarnya ikan-ikan ini bukan hasil dari tangan Greg sendiri. Ikan-ikan ini diperoleh dari hasil kerja sama Greg dengan teman-teman yang pandai menyelam dan yang mempunyai kacamata selam, yah," jawab Greg jujur.

"Anak ayah yang satu ini sungguh cerdas. Saat kamu ke sungai tadi ayah sudah menduga kamu akan pulang tanpa hasil. Karena ayah tahu kamu tidak bisa menyelam. Tapi berkat kecerdasanmu kamu berhasil memperoleh ikan sebanyak ini. Berikan ikan-ikan ini kepada ibumu untuk dijadikan lauk kita malam ini," kata ayah bangga. (*)

Pos Kupang Minggu 28 Februari 2010, halaman 12 Lanjut...

Pacari Duda, Banyak Sindiran

Dokter Valens Yth,

Salam Damai dan sejahtera di awal tahun 2010 ini. Saya memberanikan diri menulis surat ini karena saya merasa didesak untuk mengambil suatu keputusan. O ya, saya perekanalkan diri saya dulu.

Saya Prima. Dalam keluarga saya dipanggil Nona Ima, 23 tahun, pendidikan SMU berasal dari Flores Timur.

Saya pernah beberapa kali pacaran, tapi sering putus. Beberapa alasan renggangnya hubungan saya dengan pacar-pacar terdahulu karena selalu dikhianati. Ternyata mereka juga mempunyai pacar lain selain saya. Saya inginkan sesuatu yang serius dan satu-satunya. Mungkin saya egois, tetapi saya paling tidak suka dinomorduakan dan cewek lain yang diutamakan.

Di saat saya sedang kosong, saat itulah hadir Grego membawa satu ragam cinta yang kelihatannya sangat mantap dan matang. Grego sudah berumur 32 tahun, jauh lebih tua dari saya. Namun karena orangnya periang dan menarik (ganteng) maka tidak terlalu nampak bahwa dia sudah jauh lebih tua dari saya.

Persoalan yang paling utama adalah bahwa Greg pernah menikah dan punya satu anak perempuan berumur dua setengah tahun. Greg menjadi duda setelah satu setengah tahun lalu istrinya meninggal akibat satu penyakit yang parah. Saya dan Greg tidak ada hubungan famili. Kami diperkenalkan oleh seorang tetangga kami yang kebetulan satu kantor dengan dia. Sejak pertemuan itu, kami sering bersama.

Greg orangnya baik dan romantis (para mantan pacar saya yang dahulu tidak romantis). Jadi kesimpulannya Greg adalah seorang duda satu anak. Grego ingin kami kawin secepatnya, tapi saya ragu apakah pilihan saya ini tepat. Orangtua saya tidak keberatan tapi ada teman-teman cewek yang sedikit sinis, "Ah gadis cantik-cantik mau sama duda".

Oleh karena itu saya inginkan jawaban dokter untuk beberapa pertanyaan saya ini :
1) Apakah saya akan menghadapi banyak kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan Greg yang sudah duda?

2) Bagaimana dengan anaknya, apa yang patut saya buat?

3) Bagaimana menghadapi dan menjawab kata-kata sinis dari teman-teman cewek?

Dokter masih ada banyak pertanyaan lagi namun sulit menulisnya. Barangkali dokter bisa menggambarkan segala sesuatunya buat saya melangkah. Akhirnya atas jawaban dokter saya ucapkan terima kasih.
Salam, Prima S - Flotim.

Nona Ima yang Baik,
SALAM bahagia juga buat Anda. Nampaknya Anda perlu mengambil suatu keputusan besar di awal tahun 2010 ini. Keputusan yang Anda ambil akan mengubah model hidup Anda selanjutnya. Oleh karena itu wajarlah bila Anda mengalami kesulitan dan perlu berhati-hati.

Seorang penulis senior Amerika, Ursula K. Le Guin mengatakan begini: Memang penting mencapai tujuan akhir dari perjalanan kita tapi yang lebih penting adalah perjalan itu sendiri.

Laksana Anda sedang melakukan perjalanan ini bersama Greg. Dia membawa beban yang lebih berat sedang Anda sendiri dengan entengnya berjalan lantaran tak ada beban di pundak. Apakah Anda tidak ingin membantunya?

Apakah Anda tidak ingin meringankan sedikit beban yang sedang dibawanya?

Bila beban Greg adalah beban Anda juga, maka Anda akan merasa ingin berbagi memikul dengannya. Ataukah Anda tidak peduli dan mengatakan "itu urusannya sendiri". Ini semua akan menentukan kualitas cinta Anda pada Greg.


Ada empat tingkatan kualitas cinta.

Pertama, Ada orang yang hanya mencintai dirinya sendiri. Cinta diri. Segala ukuran kebaikan diukur dengan kepentingan dirinya, tidak memperhitungkan perasaan pihak lain. Cinta yang demikian ini adalah kualitas cinta yang paling rendah. Dalam istilah psikologi disebut narsisistik.

Kedua, ada orang mencintai orang lain sepanjang orang itu membawa keuntungan bagi dirinya. Jika keuntungan dari cinta itu sudah tidak ada maka cintanya pun putus.

Cinta yang demikian ini adalah kualitas cinta pedagang atau cinta transaksional. Ketiga, ada orang yang mencintai orang, meski ia tidak diuntungkan sedikit pun dari orang yang dicintainya itu.

Cinta yang demikian adalah kualitas cinta yang agung. Keempat, ada yang mencintai kebaikan murni terlepas dari siapa pun yang memiliki kebahagiaan itu. Cinta yang demikian ini adalah kualitas cinta yang tertinggi dan merekalah yang mencintai Allah Yang Maha Pengasih Dan Maha Penyayang.

Menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda, saya ingin tegaskan bahwa dengan siapa pun Anda menikah akan selalu ada usaha untuk menyesuaikan diri. Sepasang manusia yang ingin hidup bersama untuk selamanya, harus berani mengahadapi setiap bentuk gangguan stabilitas perjalanan kehidupan keluarganya.

Itulah yang dinamakan proses adaptasi sepanjang hayat. Soal anaknya Greg, itu yang kita sebut "beban" yang sedang dipikulnya selama perjalanannya bersama Anda dalam hidup ke depan.

Bila Anda mencintai Greg dan ingin membantu meringankan beban yang ada di pundaknya, Anda pun harus berusaha mencintai anaknya. Milik Greg adalah milik Anda juga. Anak Greg juga anak Anda. Cinta sejati Anda akan menghapus image orang tentang tabiat buruk ibu tiri.

Jika Anda benar dengan tulus melakukan hal ini, maka kualitas cinta Anda masuk dalam kategori yang ketiga, cinta yang agung. Anda pun patut bersyukur karena orangtua Anda tidak melarang ataupun mendorong Anda untuk mencintai Greg. Ini berarti Anda benar-benar mencintai dalam nuansa penuh kebebasan.

Bila demikian mengapa memperdulikan sindiran teman-teman cewek lainnya? Sindiran dan cemburu bagaikan satu mata uang dengan dua sisi dan juga bisa berada sebagai sebab dan akibat. Bisa saja mereka sinis karena cemburu melihat keberuntungan Anda.

Siapa tahu mereka pun pernah berbisik dalam hati (pada Greg) "kutunggu dudamu". Oleh karena itu tak perlu Anda ragu untuk melangkah. Selamat berbahagia.
Salam, dr. Valens Sili Tupen, MKM


Pos Kupang Minggu 28 Februari 2010, halaman 13 Lanjut...



OBSESI untuk bermain musik dan mendirikan studio rekaman, Calvin Record sudah menyata. Bermain musik sudah bertahun- tahun ia jalani. Sedangkan studio rekaman baru sekitar tiga tahun ini. Kini, nama Lamber Seran, atau yang populer dipanggil Berlan sudah menjadi brand.

Menyebut namanya, siapa pun akan mengakui debutnya dalam dunia musik. Beberapa musisi dan penyanyi nasional mengakui kelebihannya bahkan ingin memboyongnya ke ibu kota. Berlan menolaknya. Meski kondisi tubuhnya tak sempurna-- sebagai penyandang tunanetra-- tak menjadikannya patah semangat.
Bahkan ia jauh sempurna bila dibanding dengan manusia normal. Begitu banyak pendapat yang mengakui kelebihan Berlan.

Berlan menapaki perjalanan hidupnya dengan suka cita meski diakuinya duka pun tak pernah sepi. Dinamika inilah yang membentuknya menjadi seperti ini. Tegar dalam menghadapi "warna- warni" kehidupan. Yang pasti bahwa lelaki kelahiran Besikama, Kabupaten Belu, ini memiliki begitu banyak keterampilan. Meng-arranger musik dan keterampilan lain yang ia peroleh selama bergabung di Panti Sosial Kupang sekitar 10 tahunan.

Suatu ketika Pos Kupang mengontak dan menanyakan seadanya. "Apakah Bung Berlan sudah bangun tidur atau belum tidur?" Ia menjawab, "Oh, saya sudah bangun tidur sejak kemarin." Pertanyaan ini diajukan karena hampir tiap malam ia mete (begadang) di studio. Semua aktivitasnya berkaitan dengan recording. Atau terkadang bersama sesama musisi kota ini berdiskusi untuk saling memberi masukan atau saling meneguhkan.
Berikut petikan wawancara Paul Burin dari Pos Kupang dengan lelaki yang sudah menggarap puluhan, bahkan ratusan album ini. Petikan wawancara dilakukan di kediamannya di Penfui, Kupang, pekan kemarin.

Sebagai seorang tunanetra, Anda ternyata jauh sempurna. Mampu memainkan alat musik seperti drum, gitar elektrik, akuistik dan keyboard secara sempurna. Tanggapan Anda?
Penilaian itu berlebihan. Semua ini biasa saja. Saya jalani sebagai panggilan hidup. Sama dengan Anda menyuruh saya menyetir mobil kan tak bisa. Hidup ini saling mengisi. Saya bisa bermain musik, tapi tak bisa menyetir mobil atau sepeda motor. Atau sama dengan Anda menyuruh saya membaca, sungguh tak mungkin.

Apakah kondisi ini terbawa sejak lahir?
Sejak usia tiga tahun saya terserang serampah. Mama membawa saya berobat ke dukun. Dengan sirih pinang sang dukun menyemburkan ke mata saya kemudian membalutnya dengan sehelai kain. Tiga hari kemudian dua mata saya tak bisa melihat lagi. Itu menurut cerita orangtua dan keluarga saya di kampung. Saya sendiri sudah tak ingat lagi.

Anda menyesal dengan kenyataan ini?
Saya tak menyesal, bahkan tak menyalahkan siapa-siapa. Saya terima karena mungkin Tuhan memiliki kehendak lain atas jalan hidup saya. Bisa jadi ketika mata saya normal, saya tak bisa bermain musik secara baik. Jadi, ini sebenarnya jalan Tuhan. Kita memiliki jalan hidup berbeda-beda. Mata saya memang "mati", tapi kedua tangan dan seluruh perasaan saya hidup.

Kapan Anda berminat pada musik dan siapa yang mendorong Anda?
Sejak saya berusia 11 tahun saat mulai menghuni Panti Sasana Rehabilitasi Sosial di Kupang. Saya punya minat tinggi dan sungguh tertarik ketika mendengar bunyi keyboard. Hasrat dan keinginan saya tumbuh dengan sendirinya. Sampai- sampai saya pernah terkunci selama satu hari di kamar tempat alat musik itu tersimpan. Awalnya, saya bersembunyi di kamar itu. Tujuannya ingin bermain musik keyboard yang ketika itu masih menggunakan batu baterai. Sampai keesokan harinya saya terkunci di kamar itu. Tak juga makan dan minum. Ini karena keinginan saya yang begitu kuat untuk bermain alat musik ini. Ketika petugas membuka pintu keesokan harinya mereka terkaget-kaget. Yang menjadi soal adalah saya tak makan selama sehari. Saya seolah tak merasa lapar karena tenggelam dalam aktivitas latihan alat musik ini. Tetapi semua ini karena saya bermimpi bermain drum. Mimpi itu datang ketika saya masuk ke panti itu sedang ramai-ramainya latihan untuk mengikuti berbagai pertunjukan. Akhirnya saya minta instruktur agar diperkenankan bermain. Beberapa saat kemudian ketika saya mulai mahir, saya mengikuti berbagai pentas di berbagai kabupaten terutama di daratan Timor. Meski demikian, saya tetap mengikuti pendidikan di sekolah dasar luar biasa (SDLB) dan pelatihan keterampilan lain di panti.

Berapa lama Anda belajar musik keyboard hingga mahir?
Seperti saya ceritakan tadi, pertama saya belajar drum menyusul keyboard. Tahun 1986 saya masuk panti sosial. Ya, saya cukup mahir bermain keyboard sekitar tahun 1988. Tapi bermain musik bukan menjadi kewajiban. Di panti kami mengikuti begitu banyak latihan keterampilan. Tujuannya dan sesuai moto panti agar setelah keluar panti tak menjadi beban sosial bagi keluarga atau masyarakat. Harus mandiri. Banyak solusi yang ditawarkan. Kita membuat kasur, keset, anyaman dan masih banyak lagi.

Apakah Anda menguasai semua keterampilan itu?
Ya, harus. Karena itu menjadi hal yang utama. Sedangkan musik hanya ekstra saja. Kadang dalam seminggu kita tak latihan musik karena fokus pada kegiatan utama. Seorang tunanetra juga dikatakan profesional bila bisa memijit. Itu keterampilan yang mendatangkan uang. Memijat itu kebutuhan yang hampir sama dengan makan.

Bisa Anda ceritakan pengalaman awal saat mulai mengenal musik?
Soal musik ini banyak ceritanya. Ada yang saya lupa. Awalnya susah minta ampun. Pertama, kita masih banyak belajar, kedua, bersaing dengan banyak orang yang punya ambisi yang sama. Ketiga, dilema pengasuh antara ragu dan percaya. Keempat, saya mengalami dilema berkomunikasi. Bahasa Indonesia saya tak sempurna. Masih jatuh bangun. Jujur saja, saya anak dari desa. Bagaimana menyesuaikan diri dengan situasi di panti itu banyak sulitnya. Tapi, itu berjalan cuma sekitar enam bulan. Setelah penyesuaian di sana sini, saya akhirnya bisa bersosialisasi diri, apalagi potensi diri mulai muncul.

Siapa yang berjasa membesarkan Anda di bidang musik?
Saya menyebut nama Pak Frans Dethan dan Pak Anus Mesak. Dua orang ini juga tunanetra. Mereka lebih senior dan telah menguasai alat musik itu. Saya belajar banyak dari mereka. Mereka penyabar dan tak sungkan-sungkan memberi ilmunya kepada kami. Bagi saya, sepanjang ada kemauan kita akan sukses. Dan, instruktur melatih kita sesuai tren musik. Musik apa yang sedang tenar, ya kita dilatih.

Dalam bermain musik, apakah ada patron? Maksudnya apakah ada aliran musik tertentu yang Anda geluti atau minati?
Justru hal itu dilarang. Kita jangan terpaku pada salah satu jenis musik. Kita diberi kebebasan untuk belajar berbagai jenis musik. Yang penting kuasai dasar-dasarnya.

Sejak kapan Anda mulai terjun ke musik komersial?
Sejak tahun 1997 itu pasar rekaman. Kalau komersil, ya, sejak usia 12 tahun kami dibawa keliling daerah ini untuk bermain musik.

Bagaimana Anda memperdalam ilmu bermusik?
Kita sudah diberikan dasar-dasar bermain musik. Kemudian kita kembangkan. Belajar sendiri. Otodidak begitu. Mungkin karena kita punya bakat dan hobi sehingga dengan belajar sendiri kita bisa berkembang. Yang penting itu tadi, ada keinginan dan kemauan yang keras. Saya belajar not juga secara otodidak, otobemo, ototruk dan oto-oto yang lain (Berlan bercanda).

Kapan memulai bisnis rekaman?
Saya kemudian bergabung dengan Om Polce Pello dan Apris Hailitik di Studio Rekaman Galaxi di BTN Kolhua. Saya bekerja di sana selama tiga tahun atau hingga tahun 2000. Saya berprinsip, ilmu yang saya peroleh selama 10 tahun rasanya tak pernah habis. Saya mau lihat dunia luar seperti apa. Selama ini saya terkurung. Di studio saya sebagai arranger dan operator rekaman.

Lepas dari Pak Polce, Anda ke mana?
Saya ke Kefamenanu karena ada yang menawarkan menjadi operator rekaman. Yang bersangkutan ingin membuka studio. Sekitar tiga sampai empat bulan saya berada di sana. Selama itu saya berpikir mengharapkan sesuatu yang tak pasti. Dan, ini menyalahi moto yang diajarkan di panti dulu. Jangan menjadi beban pada orang yang saya tumpangi. Akhirnya saya pulang Kupang dan masuk ke Studio Rekaman Verbum. Saya temui Bung Sisko dan meminta apakah boleh saya bekerja di sana. Saya menghilangkan semua beban rasa di pundak saya karena sebelumnya entah sadar atau tidak di Kupang hanya ada dua studio rekaman, yakni Verbum dan Galaxi. Jadi, tentu saja ada kendala-kendala psikologis, persaingan. Bung Sisko menjawab, "Nah, ini yang kami tunggu- tunggu." Saya bekerja di Verbum dari tahun 2000 sampai pertengahan tahun 2002. Saat bersamaan saya juga bekerja sama dengan Duta Musik, Kupang. Di Verbum saya sebagai operator dan pemain musik. Sedangkan di Duta Musik saya hanya sebagai pemain musik. Di Duta musik inilah saya mulai mengenal komputer. Saya mendapat tantangan luar biasa karena ada yang mengatakan bahwa saya tak bisa berkomputer karena rumit, apalagi saya tak bisa melihat. Dalam hati saya agak kecewa, tapi itu menjadi lecutan. Saya mulai berusaha. Saya cari solusi, metode untuk bagaimana menguasai komputer.

Bagaimana cara Anda mulai berlatih komputer?
Saya mendengar kabar bahwa di India sudah ada komputer yang dirancang khusus untuk tunanetra. Pertanyaannya, apakah software-nya bisa connect dengan multimedia di windows? Suatu ketika saya ke Atambua untuk garap musik. Di sana saya diajak oleh seorang teman untuk belajar komputer. Dia adalah Pak Remi Bria. Ia bertanya apakah saya mau belajar komputer. Saya jawab mau karena itu menjadi keinginan saya. Pak Remi mulai menunjuk perangkat komputer seperti mouse, monitor, printer, scan dan perangkat lain. Setelah pulang Kupang saya siap duit. Tak lama Pak Remi datang. Saya ajak ke toko dan kami beli komputer. Ternyata uang saya kurang. Teman saya membantu kekurangan itu. Total harga perangkat Rp 8 juta-an, uang saya cuma Rp 5 juta. Guru yang mau mengajar juga penuh kebimbangan. Ia ragu apakah bisa sukses menuntun saya? Dan, ternyata Pak Remi ini begitu sabar melatih saya. Malam pertama sampai malam keempat dia perkenalkan program windows. Masuk minggu kedua eksperimen ada yang datang minta garap album. Dan, saya merasa tertantang sebagai operator dan musik. Ini pengalaman pertama saya dengan komputer. Saya garap albumnya Pak Sius Manek. Dengan keberanian dan keyakinan dia bahwa beta bisa, maka semuanya berjalan. Sukses sampai master. Tentu Pak Remi masih memandu saya. Masuk minggu ketiga Pak Remi lepas tangan. Dia pulang Atambua. Saat pulang dia bilang, bulan kedua dia datang dan menguji secara tertulis. Saya terus belajar selain tetap bekerja di Duta Musik, Verbum dan Studio Rekaman Merpati milik Pak Daud Ludji. Saat ujian Pak Remi bertanya fungsi program ini apa saja? Setelah itu saya mulai menjalankan studio rekaman Calvin Record, milik saya. Nama studio ini saya ambil dari nama putra pertama saya.

Sejauh mana perkembangan musik di daerah ini?
Dulu, lagu daerah hanya disukai segelintir orang. Sekarang 65 persen disenangi semua kalangan. Ini karena sudah banyak studio rekaman yang tumbuh sehingga memudahkan siapa saja untuk membuat album pop daerah. Dulu, semua berkiblat ke Nirnawa Record atau studi rekaman lain di Jawa.

Sejauh pengamatan, banyak pihak yang menggarap musik dan merekamnya di Studio Calvin Record. Tanggapan Anda?
Saya tak tahu. Itu pilihan orang. Orang memberi kepercayaan kepada beta. Barangkali juga karena pelayanan saya yang baik atau terserah apa yang menjadi pertimbangan mereka. Selain itu mungkin karena nama. Saya menggunakan nama Berlan ini sejak tahun 1997. Artinya, jam kerja, jam terbang tak terlalu tua dan tak terlalu muda.

Anda menggunakan nama Berlan, apakah ada ceritanya?
Pada masa itu memang banyak yang menggunakan nama samaran. Nama Berlan ini diberikan Pak Polce Pello. Lamber dibalik menjadi Berlan. Kalau Pak Polce dibalik menjadi Ecape. Saya senang dengan nama ini. Tak menjadi soal.

Mungkin ada kritik terhadap lagu-lagu daerah kita?
Saya melihat secara keseluruhan baik lagu daerah maupun nasional. Sejauh pengamatan kami, kita di Indonesia ini memang jago menjiplak. Saya juga terjebak di dalamnya. Semua ini karena tekanan untuk hidup. Tapi kalau mau ikut kerja profesional, saya tak mau. Kalau mengambil sesuatu yang ada, lalu diadakan lagi itu menipu hati. Menipu rasa.

Sebenarnya kaitan antara lagu dan musik seperti apa?
Musik itu tak bisa dijiplak. Musik itu lahir berdasarkan lagu. Kalau ada yang datang mengatakan bahwa tolong garap musik dengan gaya Pance atao Obbie Messakh, saya tolak. Ini soal karakter. Pance atau Obbie Messak saat membuat lagu sedang dalam suasana batin lain. Akhirnya lahirlah lagu-lagu seperti itu. Dan, saya yakin sikap batin setiap pencipta lagu berbeda- beda. Jadi, agak sulit untuk meng-copi gaya musik itu. Saya boleh mengatakan bahwa karakter musik Bambang Santos di Nirwana Record tak sama dengan karakter musik saya. Boleh lagu itu seperti Obbie Messakh tapi yang nyanyi kan bukan Obbie Messak atau Pance.

Berapa lama Anda menggarap musik?
Tergantung suasana, situasi batin dan rasa. Musik itu lahir kalau kita sedang enjoy. Jangan dipaksanakan karena hasilnya nanti tak maksimal. Musik juga tergantung situasi dan kondisi kita. Hari ini saya menggarap lagu ini, namun entah mengapa ter-delete. Terhapus. Ketika saya garap lagi esok warnanya akan lain. Musik sangat tergantung situasi. Dulu situasi demikian, sekarang berbeda. Ketika kita putus pacar maka musik yang kita hasilkan sangat romantis. Datang lagi lagu yang sama tapi kita dalam kondisi riang. Otomatis musik yang kita hasilkan pun riang.

Ada yang berpendapat bahwa ketika lagu itu semakin baik, semakin menginspirasi arranger untuk bermain bagus. Tanggapan Anda?
Ini pendapat pribadi juga bisa, pendapat umum juga bisa. Musik atau lagu juga tergantung faktor usia. Sekarang siapa yang saya ajak kerja sama. Musik sebenarnya cerminan jiwa. Lagu juga merupakan cerminan jiwa seseorang. Saya tahu lagu ciptaan orang ini, saya akan tahu seperti apa jiwanya, karakternya.

Tugas seorang arranger itu apa?
Tugas itu berat. Sungguh berat. Harus bereinkarnasi dengan diri sendiri. Artinya, tak boleh terpengaruh dengan ini atau itu. Harus bebas dari segala pikiran. Perasaan yang membelenggu. Saya sendiri pun belum bisa. Masih di bawah pengaruh. Lagu-lagu daerah yang dibawakan masih itu-itu saja. Datang lagu tebe-tebe, dangdut, ya dangdut saja. Artinya, kita sebagai musisi masih bekerja di bawah tekanan pasar. Tugas kita sebagai arranger itu adalah menghasilkan musik yang tak ada menjadi ada. Sama dengan Tuhan membuat bumi ini. Dari yang tak ada menjadi ada.

Supaya musik bisa berubah?
Seorang arranger tak bisa kerja sendiri. Penulis lagu juga begitu. Kedua-duanya harus kerja sama. Artinya, ketika seseorang membawa lagu dan meminta tolong mengerjakan musik saya seperti Pance. Tinggal kita membangun argumen. Saya selalu katakan bahwa musik itu lahir dari lagu dan musik tak boleh diatur. Kalau mirip tak soal. Tapi kan tak sama kan? Saya bilang, semakin kita ditekan atau tertekan, improvisasi makin kurang.

Apa imbauan Anda terhadap musisi daerah ini?
Kita semua belajar lebih banyak. Belajar itu banyak aspek. Belajar tentang karakter penulis lagu sehingga kita akan dengan mudah membawa lagi itu kepada karakter atau jiwa penulis dan jiwa lagu itu. Dengan belajar dari waktu ke waktu, kita semakin berkembang. Kita semakin diterima dari aspek obyektivitas dan bukan karena sudah kelaziman. Seringkali karena musik yang ada itu ya diterima saja.

Siapa musisi yang Anda kagumi?
Kalau ditanya saya menyenangi musisi siapa? Saya jawab hanya Ricky Pangkarego. Dia itu sempurna.

Musik itu apa?
Dulu hiburan. Sekarang sumber nafkah yang tak bisa ditukar dengan apa pun. Sebenarnya musik tak bisa membuat orang kaya, tapi yang membuat orang menjadi kaya adalah karyanya. Menjadi arranger itu karunia. Maka yang dibayar mahal adalah arranger dan bukan bermain musik. Kita memberi seluruh jiwa, hasrat dan kemampuan. Bukan separuh jiwa atau separuh hasrat atau separuh hati. *


Biodata:
Nama : Lamber Seran
Lahir : Besikama, Belu, 2 Juli 1976
Bapa : Salomon Leki (alm)
Ibu : Maria Hoar (alm)
Saudara : Lima orang
Istri : Matrona Papo
Anak : Calvin Seran (4), Mario Aranjer Seran (9 bulan)
Moto : Kami bersedia ditipu tapi tidak boleh menipu.


Minggu 28 Februari 2010 Lanjut...

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda