Puisi Ino Nahak

Ia Telah Pergi
(Buat Sahabat Tercinta)

Wajahnya masih hangat
Dalam kisah kemarin
Ia tersenyum polos
Cinta murni tersibak
Ia torehkan di antara
tatapan sejuta wajah

Kisah itu telah hanyut
Terbawa arus duka
Tergenang antara tangisan dan ratapan
Ia pamit pada bumi
Tergeletak pasrah pada Sang Kahlik

Pergimu begitu cepat
Bagai hembusan bayu sang fajar
Terburu dijembut senja menyengat

Semuanya berlalu
Lenyap
Terkubur dalam waktu

Kau selalu di hati ini
Takkan lenyap
Namamu tercatat
Pesonamu terukir

Walau raga didekap pusara
Namun...
Cintamu tetap mekar
Di hati kami

Komunitas Sastra St. Michael
1 Maret 2010



Pos Kupang Minggu 21 Maret 2010, halaman 06

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda