POS KUPANG/REDDY NGERA
Joko Sugeng Sriyanto


MENJADI seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) dengan tugas menerbangkan pesawat tempur dan mengawal wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan kebanggaan bagi Letkol (Pnb) Ir. Joko Sugeng Sriyanto.

Menjadi penerbang merupakan cita-citanya sejak kecil. Untuk mewujudkan cita-cita itu, ia berusaha sejak dini, baik fisik, mental maupun akademis, agar memenuhi syarat. Pengalaman terbang yang paling mengesankan yaitu pada saat dia bisa menggambar di langit dengan pesawat tempur.

Mencintai dunia penerbangan ini juga tergambar saat Pos Kupang berbincang-bincang dengan suami dari Dian Setiawati ini belum lama ini. Ia begitu bersemangat saat menerbangkan Hawk MK 53, pesawat tempur buatan Inggris.

Berikut petikan wawancara Pos Kupang dengan Joko Sugeng Sriyanto yang kini menjadi Komandan Pangkalan Udara (Lanud) El Tari Kupang.

Apa fungsi dan tugas satuan yang Anda pimpin ini?
Sesuai dengan tugas, peran dan fungsinya, sesuai dengan pasal 10 UU TNI 34 Tahun 2004, kita senantiasa siap untuk melaksanakan atau mendukung pelaksanaan operasi udara. Lanud El Tari merupakan Lanud operasi di mana kita selalu siap melaksanakan operasi udara.

Kenapa tidak ada pesawat yang berpangkalan di Lanud El Tari, padahal kita Lanud operasi?
Ya, idealnya memang demikian. TNI AU terus mengupayakan supaya seluru Lanud dilengkapi dengan pesawat, terlebih Lanud di wilayah perbatasan, seperti Lanud El Tari ini, karena kita berbatasan langsung dengan Australia dan Timor Leste. Keberadaan pesawat itu merupakan satu-kesatuan dengan sistem senjata yang lain. Bisa melengkapi, namun kita harus menyadari bahwa anggaran pertahanan kita juga terbatas.

Keberadaan pesawat ini dilaksanakan melalui operasi udara yang direncanakan oleh komando atas, sehingga dalam kurun waktu tertentu Lanud El Tari juga melaksanakan operasi udara. Pada saat itu, dalam jangka waktu tertentu, ada pesawat yang stand by di sini. Namun, perlu diketahui bahwa dalam satu bulan itu ada dua atau tiga kali operasi di wilayah udara kita, hanya kita tidak pernah tahu karena terbangnya cukup tinggi untuk melaksanakan pengintaian dan pemantauan terhadap wilayah kita ini, termasuk alur laut kepulauan.

Bila ada pesawat negara lain yang masuk wilayah kita. Apa tindakan Lanud El Tari?
Saat ini di NTT khususnya di Pulau Timor ada radar yang dapat memantau secara dini segala bentuk macam ancaman udara yang ada di NTT. Jika memang itu ada, maka akan dilaporkan ke komando atas, khususnya Komando Pertahanan Udara Nasional, dalam hal ini Sektor IV. Selanjutnya, Sektor IV yang mengerahkan pesawat tempur dari pangkalan udara terdekat dan lebih lanjut melaksanakan identifikasi secara visual. Di samping itu mereka akan siap melaksanakan penindakan kalau hal tersebut memang diperlukan. Penindakan itu bisa dengan cara pesawat asing itu diusir atau kemudian dipaksa untuk mendarat di pangkalan terdekat atau lebih lanjut akan dihancurkan kalau memang itu mengancam.

Apa peran Lanud agar tidak menimbulkan konflik dengan masyarakat? Apa saja yang dilakukan Lanud untuk masyarakat sekitar?
Salah satu tugas TNI AU, khususnya operasi militer selain perang, adalah membantu pemerintah daerah. Salah satunya kita ikut menyukseskan pembangunan daerah, kita mendukung tugas-tugas pemerintah daerah. Pemerintahan daerah ini satuan terkecilnya adalah kelurahan, sehingga kita dengan masyarakat berusaha menjalin komunikasi yang baik. Harapan kita terjalin integrasi yang baik antara prajurit TNI AU, khususnya Lanud El Tari ini dengan masyarakat di sekitar kita. Implementasi dari kegiatan itu adalah kita memiliki satu kegiatan atau program yaitu pembinaan potensi dirgantara. Pembinaan potensi dirgantara ini adalah pembinaan sumber daya alam dan sumber daya manusia.

Ada anggapan menjadi prajurit TNI AU relatif lebih sulit daripada masuk satuan lainnya. Apa benar demikian?
Sebetulnya tidak ada yang sulit, karena instansi mana pun tentu memiliki persyaratan sendiri untuk bisa diterima. Di AU ini kita membuka kesempatan kepada seluruh masyarakat untuk bisa bergabung menjadi prajurit TNI AU sehingga ini kesempatan yang luas bagi masyarakat untuk mengabdikan dirinya bagi masyarakat dan negara melalui TNI. Sebetulnya tidak ada yang sulit. Namun hal ini kita antisipasi dengan selalu berupaya menyosialisasikan kepada masyarakat luas bahwa menjadi prajurit TNI AU itu tidak susah. Ini sudah kita awali bahkan kita sudah sampai di Maumere, Tambolaka dan kemarin keliling ke Atambua, Kefamenanu dan SoE.

Kabarnya kelemahan anak NTT masuk TNI AU adalah fisik, apakah ini terkait dengan kebiasaan minum miras?
Yang jelas persyaratan masuk menjadi prajurit itu pertama adalah WNI, usia antara 18 sampai 22, sehat jasmani dan rohani kemudian mendapat izin orangtua atau wali dan berijazah. Khusus untuk pendaftaran taruna TNI AU, itu dibuka sebelum ujian nasional dilaksanakan. Itu sejak dulu sampai saat ini berlangsung demikian, tidak ada masalah asalkan mendapat surat keterangan sementara dari kepala sekolah setempat bahwa siswa yang bersangkutan sekolah di mana dan saat ini sedang mengikuti UN untuk mengikuti pendaftaran menjadi taruna TNI AU. Kemudian sehat jasmani dalam hal ini mampu mengikuti seleksi pembinaan jasmani seperti lari dan sebagainya. Kemudian juga belum menikah. Itu yang harus dipersiapkan.

Apakah ada semacam kuota dari Mabes TNI untuk NTT menjadi prajurit TNI?
Satu hal yang cukup menggembirakan adalah saat ini AU menerapkan sistem rekrutmen prajurit itu rayonisasi. Kalau dulu calon prajurit di Kupang ini bisa mendaftar di Jawa atau Sumatera, sekarang tidak lagi. Jadi pendaftaran di setiap pangkalan udara adalah putra daerah atau karena penugasan orangtua dia harus mendaftar dari Lanud El Tari atau dia memang bukan orang asli NTT, tapi sudah lama berdomisili di sini. Satu kebijakan yang diambil untuk memberikan kesempatan kepada putra daerah untuk bisa bergabung menjadi prajurit TNI AU. Kuota yang diterapkan sesungguhnya bisa dipengaruhi oleh animo masyarakat ataupun calon prajurit yang mendaftar. Ketika pendaftarnya banyak, maka kuota juga akan diberikan banyak. Tahun lalu kuota untuk menjadi calon taruna TNI AU itu menjadi lima seat. Harapan kita tahun ini meningkat kalau pelamar itu bertambah. Dan kalau saya melihat dari tahun ke tahun, kuota yang diberikan kepada Lanud El Tari ini terus bertambah, berarti animo menasyarakt juga meningkat.

Anak NTT kok sulit ya jadi penerbang, kira-kira persyaratan apa yang menyulitkan?
Untuk menjadi seorang penerbang, dari Akademi TNI AU tidak dibuka lagi ikatan dinas pendek, sehingga setelah masuk menjadi taruna TNI AU dan mengikuti pendidikan selama tiga tahun, dan tahun depan akan kembali lagi menjadi empat tahun. Setelah menjadi perwira baru akan diseleksi lebih lanjut untuk menjadi seorang penerbang. Seleksinya juga cukup ketat meliputi kesehatan, psikologi, keterampilan dan sebagainya, yang memang standar yang dibutuhkan lebih tinggi dari yang dilaksanakan sebelumnya dalam seleksi masuk taruna dan sebagainya. Dibutuhkan tingkat keterampilan yang cukup tinggi larena penerbang itu harus mengambil keputusan yang cepat dan tepat saat terbang mengingat kita membaca alutsista dan mungkin jiwa orang lain saat kita menjalankan tugas terbang itu.

Menurut Anda, apa yang menarik di TNI AU?
AU itu yang menarik adalah karakteristiknya, jadi kita mengoperasikan kekuatan udara yang memiliki keunggulan dan kekurangan. Tapi saya melihat keunggulan dan kekurangan ini jadi banyak sekali. Contohnya kecepatan, ketinggian kemudian mobilitas dan sebagainya. Kekuatan udara inilah yang menurut saya, kalau kita lihat luas wilayah yang menjadi tanggung jawab untuk kita amankan, kita lihat garis batas wilayah nusantara kita ini. Garis batas ini adalah garis pangkal kemudian ditarik keluar 12 mil itu keliling dari seluruh wilayah nusantara kita tarik secara vertikal ke atas adalah wilayah udara kita dan itulah yang menjadi tanggung jawab TNI AU untuk mengamankannya. Di atas daratan dan di atas lautan merupakan wilayah kita yang sangat luas.

Dibutuhkan suatu kekuatan udara yang besar untuk kita secara ideal mengamanankannya, sehingga saya memiliki satu harapan yang sangat besar pada masyarakat Indonesia khususnya NTT untuk dapat mengerti dan memahami tugas- tugas TNI AU. Dengan pemahaman yang sama tentunya antara TNI AU dengan masyarakat itu bisa menjalin kerja sama yang baik untuk tugas pertahanan maupun tugas-tugas yang lain untuk pemerintahan.

Kenapa memilih TNI AU?
Cita-cita awal saya memang ingin menjadi penerbang. Ketika mendaftar menjadi taruna, saya berusaha untuk mengikuti pendidikan ya bagaimana caranya saya berprestasi untuk menjadi seorang penerbang. Penerbang pun ada beberapa macam, seperti penerbang tempur, penerbang tranport dan penerbang helikopter. Sejak awal, saya bercita-cita menjadi penerbang tempur, dan puji Tuhan begitu lulus dari sekolah penerbang, saya menjadi seorang penerbang tempur yang berdinas di Lanud Iswahyudi-Madiun di Skuadron Udara 15.

Apa yang mendorong Anda mau jadi penerbang?
Satu hal yang membuat saya ingin menjadi seorang penerbang tempur adalah pesawat tempur. Dengan pesawat ini kita bisa bermanuver sehingga kita bisa membuat manuver apa pun di udara. Satu keinginan saya adalah saya ingin menggambar di langit dengan mengguna pena yang adalah pesawat saya itu. Dengan hidung pesawat saya itu, saya ingin menggambar apa pun yang saya bisa lakukan di udara, bukan di kanvas. Kanvas seorang penerbang tempur itu sangat luas. Itu yang mendorong saya berusaha mencapai cita-cita atau keinginan saya. Saya menerbangkan pesawat Hawk MK 53 buatan Inggris, yang dioperasikan oleh TNI AU mulai awal tahun 1980-an.

Apa yang Anda rasakan saat terbang dengan kecepatan maksinal dan apa yang Anda pikirkan saat mau terbang?
Bagi saya terbang adalah hobi. Ketika saya mendapat tugas- tugas terbang, maka hobi saya ini akan terpenuhi. Atau saat terbang, saya mendapat sesuatu yang menyenangkan. Saat terbang, ada perasaan senang, ada perasaan bangga dan sesuatu yang sulit untuk diungkapkan. Apalagi dengan pesawat tempur bukan saja kita bermanuver di udara, tetapi juga bagaimana mengarahkan senjata kita pada lawan. Itu merupakan kegiatan yang membutuhkan keterampilan dan latihan, yang saat kita lakukan terasa ada kenikmatan tersendiri dalam hidup kita. Mungkin pesawat lain juga bisa terbang, tetapi terbang kita bernavigasi dan kita hanya duduk diam hingga satu tempat, kemudian terbang lagi ke satu tempat. Namun rasanya berbeda, kalau kita terbang dengan pesawat tempur yang bermanuver dan tidak, ya rasanya berbeda. Ketika bermanuver, ada kepuasan tersendiri.

Anda pernah bayangkan kalau tiba-tiba pesawat macet?
Untuk menerbangkan pesawat, ada beberapa prosedur yang harus kita pahami. Pertama adalah normal procedure yaitu ketika semua berjalan dengan normal, maka prosedur itulah yang kita jalankan. Tetapi, ketika terjadi sesuatu di luar dari kebiasaan, maka prosedur yang kita jalankan adalah emergency procedure. Semua itu harus ada di luar kepala karena menerbangkan pesawat tempur itu kita hanya terbang seorang diri, jadi kita tidak mungkin membaca buku pada saat emergency. Kita harus berpikir secara cepat sehingga kita mengambil keputusan yang cepat juga.

Pernah mengalami situasi luar biasa?
Ya, ada beberapa kejadian yang di luar dari kebiasaan, tapi puji Tuhan, kita bisa atasi dan selanjutnya pesawat bisa mendarat aman dan selamat. Satu kali di antaranya adalah saat melaksanakan tugas mengamankan wilayah udara di Kupang ini tahun 2010. Ada satu sistem pesawat yang mengalami kerusakan, sebetulnya sudah diketahui saat pesawat take off. Tetapi, karena misi ini mendesak sehingga kita paksa untuk terbang. Pada saat terbang juga terjadi lagi dimana indikator- indikator itu menunjukkan emergency, tapi kita bisa atasi dan pesawat bisa mendarat dengan aman.

Sering terbang malam juga?
Terbang malam merupakan bagian dari latihan terbang kita, di samping kita latihan pada siang hari. Kita juga dilatih untuk bertugas pada malam hari. Siklus kita dilatih itu untuk mempersiapkan diri kita atau personel kita khususnya penerbang kita untuk siap kapan saja dan di mana saja untuk menjalankan tugas. Ketika tidak sedang menjalankan tugas, latihan itu tetap jalan.

Apakah Anda punya olahraga khusus untuk menjaga kesehatan dan kebugaran Anda?
Olaharga saya semuanya kita laksanakan mulai dari lari, sepakbola, voli, basket dan lain-lain. Semua fasilitas ini disiapkan di pangkalan. Kebetulan saya suka lari, renang, sepakbola, golf, tenis dan lain-lain. (alfred dama/reddy ngera)

Data diri Nama : Ir. Joko Sugeng Sriyanto Jabatan : Komandan Lanud El Tari-Penfui Tempat Tanggal Lahir : Surakarta, 7 Juni 1970 Keluarga Istri : Dian Setiawaty Anak : Dinda Pratama (kelas III SMP) : Arnato Jodi (kelas III SD) Riwat Jabatan *Penerbang Skadron Udara 15-Madiun 1994-1998 *Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Potensi Dirgantara Lanud Iswahjudi Mandiun 1998-1999 * Kasi Keselamatan Terbang dan Kerja Skuadron Udara 15 1999-2001 * Kasi Operasi dan Latihan Lanud Iswahyudi-Madiun 2001- 2003 * Kasi Base Operasi Lanud Iswahyudi 2003-2004 * Instruktur Penerbang Wing Dik Terbang Lanud Adisutjipto- Yogyakarta 2004-2005 * Kepala Sub Direktorat Perencanaan Operasi Pendidikan Kodikau 2008-2009 *Danlanud EL Tari 2009 sampai sekarang Pendidikan : 1. SD - SMA di Solo, Jawa Tengah 2. AKABRI TNI AU Tamat tahun 1989 3. Sekolah Penerbang Lulus Tahun 1994 4. S1 ITB Jurusan Aeronautika lulus 1998 4. Sekolah Instruktur Penerbang 2004 5. Sekolah Staf dan Komando TNI AU Tamat 2005 6. Australian Command and Staf Course Joint 2006-2007


Pos Kupang Minggu 18 April 2010, halaman 3

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda