Foto ist
Duin Palungkun


BAGI kebanyakan orang, olahraga golf tergolong olahraga yang tidak murah. Sebab, permainan yang satu ini selalu membutuhkan biaya setiap kali bermain. Anggapan tersebut
tidak berlaku bagi Duin Palungkun.

Kegemaran berolahraga golf ini pun membuatnya meraih berbagai prestasi baik di NTT maupun di tingkat nasional.
Pria asal Sulawesi yang kini tinggal di Kota Kupang ini, golf merupakan olahraga yang menyenangkan. Bahkan, Sekertaris Persatuan Golf Indonesia Daerah NTT ia sangat gigih memperkenalkan olahraga golf di berbagai kalangan di Kota Kupang.


Menurutnya, olahraga golf merupakan olahraga yang sederhana namun pernuh dengan sportivitas serta dapat dipelajari oleh semua kalangan. Berikut petikan perbincangan dengan Duin Palungkun belum lama ini.

Mengapa Anda tertarik dengan olahraga golf, padahal olahraga ini tidak murah? Sebenatnya olahraga golf ini saya mulai kenal itu tahun 1996 di Jakarta. Saat itu saya kerja di perusahaan desain interior milik teman. Hari kerja kita hanya sampai hari Jumat, hari Sabtu dan minggu itu kadang kita ke puncak ke Mega Mendung, Cisarua. Kadang kalau kita tidak ke puncak maka kita drive atau latihan golf pukul di tempat itu di Rawa Sari Draiting Rance.

Jadi mulai main golf di Jakarta. Kapan Anda ke Kupang? Nah, saya masuk Kupang tahun 2001 dan olahraga golf ini masih saya lupakan karena pa Musanib (Mantan Danrem 161 Wirasakti-Kuang) juga belum main golf. Awal tahun 2003, pa Musanib mulai betul-betul intens main golf, dan belia berpesan kepada saya, kau harus latihan karena di sini lebih murah dari pada di Jakarta. Jadi waktu itu saya pake stik-nya pak Musanib. Jadi kita mulai juga di lapangan golf El Tari, di situ ada draving golf yang sangat sederhana, jadi kita pukul di tempat, main di tempat. Lalu kira saya hanya 3-4 kali , saya langsung diajak turun ke lapangan oleh pa Musanib.

Setelah di Kupang masih main golf, padahal olahraga ini mahal... Jadi gini, waktu itu pak Musanib katakan pada saya, kalau di Jakarta kita ke lapangan golf bawa uang Rp 1 juta, itu tidak cukup, tapi di sini kita bawa Rp 100 ribu cukup. Jadi green fee saat itu untuk latihan hanya Rp 35 ribu. Kalau di Jakarta minimal rata-rata Rp 375 ribu untuk 18 hall untuk satu kali main. Di sini Rp 35 itu untuk 9 hall, kalau 18 hall hanya Rp 50 ribu dan kita kasih tip sama cady itu hanya Rp 20 ribu lalu ada minum dan lain-lain jadi Rp 100 ribu cukup. Karena itu saya tidak sependapat dengan orang itu bahwa olahraga golf itu olahraga mahal. Di kota besar itu mahal, dan kalau kita tidak pandai mensiasati maka di kota besar juga bisa menjadi murah. Artinya pergi ke lapangan golf yang relatif lebih murah dan jangan saat week end. Pada saat banyak orang itu biasanya double prize, jadi ada hari yang hanya Rp 225 ribu cukup untuk green fee, itu ada. Jadi tahun 2003 itu saya mulai menggeluti di sini.

Anda rajin juga ya ke lapangan golf? Dan, bagaimana dengan perhatian masyarakat Kupang terhadap golf?
Karena saya rajin maka saya cepat sekali menguasai ini, apalagi saya juga sudah terbiasa main bola-bola kecil seperti pingpong, biliard dan lainnya. Jadi feeling kita juga bagus. Lalu saya merayap pelan-pelan sampai pernah mendapat tropy, pernah best net I, II dan sudah dapat pin. Karena sudah mulai berkenalan dengan golfer Kota Kupang yang rata-rata pejabat pendatang, jadi di Kota Kupang ini murah.

Yang menyedihkan adalah rata-rata pemain golf ini adalah pejabat pendatang, pejabat orang daerah sini sangat kurang. Kami berusaha menghimbau, tercatat saat itu pejabat di sini hanya pa Stanis Tefa, Pak Ibrahim Meda ketika itu beliau pejabat bupati sangat lama sekali, kemudian Pak Esthon Foenay selain itu putra daerah rata-rata dari Bank NTT seperti pak Daniel Tagudedo. Jadi perkembangan olahrag golf ini sangat tergantung pada animo para pejabat.

Tapi peralatan golf ini kan mahal?
Jadi golf ini bukan olahraga mahal untuk kota Kupang, stick juga tidak mahal. Saya punya stick saja murah-murah, kalau mahal ya beli second saja atau titip di teman untuk beli di Sanayan- Jakarta. Dengan uang sekitar delapan juta, kita sudah bisa dapat stick yang second dan itu kita sudah bisa pakai pakai hingga empat tahun, jadi kita bagi saja. Jadi stick itu kita beli sekali saja, kalau bola ya kita beli yang bekas saja untuk latihan. Dan kalau kita latihan sampai pada tingat yang hebat sekali pasti selera itu berubah, selerah itu kita mulai rasa harus pakai stick yang ini dan bola yang ini dan itu akan sesuai dengan selera kita.

Anda sangat menyukai olahraga ini ya? Olahraga golf ini saya paling suka kerana kita jalan kaki. Kita jalan kali itu satu hal itu bisa sampai 300 meter, ada yang 500 meter. Itu ada sembilan hall, sekali main itu dua kali putaran. Pada hari Sabtu itu hanya istirahat jam 2 siang, lalu sore kita lanjut lagi. Ini sangat berguna untuk kita punya kesehatan. Sekarang ini dalam kegiatan kita sehari-hari, seperti saya ini seorang pengacara, misalnya sekarang naik motor dari rumah ke kantor dan sebaliknya maka kapan baru kita jalan kaki, lalu bisa kita berdiam, menunggu jadwal sidang, kita tidak tahu pasti kapan sidang. Kita datang jam 9 kadang sidang baru mulai jam 2, kita hanya hanya teputar di situ saja maka kapan kita punya waktu olahraga. Nah sebagai pengacara, kalau kita sidang full dari Senin-Jumat, maka praktis kita hanya punya waktu hari Sabtu dan Minggu kita ke gereja. Jadi jalan kakinya ini yang membuat saya tertarik.

Selain itu, olahraga golf ini bisa dipelajari pada usia yang lanjut. Saya banyak banyak mengajak orang yang justru mereka yang usia sudah dewasa ada yang usia sudah lanjut dan dalam waktu dua tahun, mereka bisa jadi juara-juara. Di Bank NTT itu itu banyak yang baru belajar dan mereka sekarang sudah hebat dan juara karena mereka rajin, sehingga mereka cepat sekali bisa main golf.

Berapa lama diperlukan untuk belajar golf ini? Tergantung orang mau belajar serius atau tidak. Kalau mereka rajin maka dalam waktu dua tahun pasti mereka sudah dapat juara. Mereka yang baru belajar tentu bisa juara karena permainan golf ini sangat adil, tidak mungkin orang yang jago bisa satu kelas dengan orang yang baru belajar. Orang baru belajar tentu satu kelas dengan orang yang baru belajar. Ada tiga kelas yaitu A, B, C. Jadi merupakan olahraga yang paling fer, paling sportif dan olahraga ini juga tidak terlalu keras karena orang hanya pukul, jalan dan terus demikian.

Anda sekarang pengurus PGI NTT? Karena saya rajin di lapangan golf maka saya dipilih menjadi sekertaris PGI NTT. Jadi kalau ada turnaman maka saya dan ketua saya akan bekerja sama untuk melakukan turnamen.

Anda pernah hampir bermain di semua lapangan golf di Bali dan Jawa. Lapangan mana yang paling bertkesan? Yang paling berkesan bermain itu lapangan golf Pecatu Bali dengan di cengkareng, saya pernah dapat hall in one di cengakareng.

Golf, apalah tidak bosan? Jadi yang menarik di golf ini orang tidak menjadi bosan. Golf ini malah bikin orang kecanduan. Golf ini bisa membuat orang kecanduan dibanding dengan olahraga apapun yang pernah saya geluti. Saya pernah main tenis meja, voley, hokey, sepak bola. Olahraga golf ini misalnya kita main empat orang, maka sebenarnya kita tidak sedang melawan tiga orang lainnya. Kita melawan diri sendiri, olahraga ini memerlukan konsentrasi dan cenderung kita selalu menyalahkan diri sendiri, olahraga ini memerlukan satu konsentrasi dan cenderung kita menyalahkan diri sendiri kalau kita melakukan kesalahan di dalam pukulan.

Di golf ini ketika lawan mau pukul maka dilarang yang lain itu ribut, berbicara saja tidak boleh dan kita boleh saja tidak mau pukul kalau orang masih mau bicara apalagi menganggu. Jadi kalau kita sudah tidak diganggu orang maka hanya kita, stik dan bola. Dua itu adalah benda mati, yang punya otak, punya skill itu ya kita, sehingga kalau kita salah pukul maka cenderung kita menyesali diri sendiri.

Ketika kita menyesali diri maka kita selalu mau recovery. Karena golf itu ada tiga kali pukulan , namanya part 3. Ada hal yang part 4, ada yang part 5. Artinya ada yang untuk part tiga kali pukul, kalau satu kali pukul ya tentu hall in one.

Jika dilihat dari prosedur seperti itu maka olahraga golf ini membutuhkan konsentrasi ya? Betul sekali. Bahkan memang dalam olahraga Golf itu membutuhkan konsentrasi serta power bagaimana membidik bola kesasaran dengan tepat.

Apa yang anda dapatkan dari olahraga golf ini? Jadi begini yang saya dapatkan dari olahraga golf ini adalah selalu ingin memperbaiki kesalahan. Selain pengaruh pada fisik juga berpengaruh pada mentaliti kita yang selalu tidak mudah putus asa. Kita didorong untuk selalu memperbaiki kesalahan. Kalau pukulan pertama salah, maka pukulan kedua harus benar. Olahraga Golf ini juga merupakan olahraga menjunjung tinggi sportivitas karena bukan mengukur kekuatan. Yang kecil bisa mengalahkan yang besar. Ukuran badan bukan yang menentukan dalam olahraga golf. Olahraga Golf itukan lebih mengedepankan ketenangan dalam bermain.

Memang benar dalam olahraga golf ini tenangan yang dikedepankan. Dengan demikian ketika memukul bola akan tepat sasaran. Kalau bola masuk dalam sasaran maka kita akan puas.

Olahraga golf sepertinya merupakan olahraga kalangan berduit ya..? Tidak demikian. Olahraga ini sangat murah tergantung dari kita dalam memilih stik. Memang stike golf mahal kalau kita membeli yang baru, tetapi kalau kita membeli stik yang murah kenapa tidak. Kita bisa mendapatkan stiek yang murah yang dapat dipakai beberapa tahun. Olahraga golf ini tidak mahal seperti yang dibayangkan orang umumnya.

Para pejabat di Kupang sepertinya sudah mulai kerajingan dalam olahraga golf? Betul belakangan ini sudah mulai ikut berolahraga golf. Olahraga ini banyak manfaat kita lihat Pak Stanis Tefa umur sudah tua tetapi selalu enjoy dan sehat. Beliau sangat rajin dalam olahraga golf di Penfui. Khusus untuk di Kota Kupang yang dianggap paling senior dalam olahraga golf ini pak Sampurna dan Theo serta beberapa orang lainnya yang rajin sekali datang bermain golf di Penfui. Pak Esthon sudah mulai rajin ikut dalam tournamen golf. Demikian pula dengan Pak I A. Medah sudah mulai turun lagi lapangan golf. Olahraga golf ini merupakan olahraga yang murah karena berjalan kaki, dan memukul dan tenang ditengah udara yang segar. Yang aktif olahraga golf di Kupang sekitar 50 orang.

Perkembangan golf di Kota Kupang ini sepertinya tergantung animo para pemain? Memang seperti itu. Harus diingat olahraga golf di Kupang bukan merupakan olahraga mahal. Sekarang saya mulai membantu melatih pemain golf yang mulai usia lanjut dan semuanya berhasil dan bisa mendaptkan juara saat digelar tournamen golf.

Banyak pendapat bahwa dalam olahraga golf sebagai ajanglalu dijadikan tempat transaksi bisnis kalangan pejabat? Begini. Rata-rata pemain golf itu adalah pejabat dan pengusaha. Saya kira tidak hanya dilapangan golf saja adanya pembicaraan 'transaksi' tetapi bisa dilakukan di rumah makan dll. Untuk dilapangan golf waktunya sangat sedikit untuk bertemu antar pemain. Saat berjalan dilapangan golf tidak selalu jalan beriringan karena bola yang kita pukul belum tentu jatuh dengan bola dari si B. Kita tidak bertemu dalam waktu lama. Kalau bertemu saat makan siang saja, itupun waktunya sangat singkat. Itu hanya asumsi orang saja kalau mengatakan lapangan golf sebagai tempat transaksi antar pejabat. Kalaupun terjadi pembicaraan dilapangan golf itu bukan untuk kolusi tetapi untuk memangkas alur-alur birokrasi yang positif.

Bagaimana menurut anda keberadaan lapangan golf di Kupang? Keberadaan lapangan golf di Kupang sudah saatnya diperhatikan oleh para pengambil kebijakan di daerah ini, karena keberadaan lapangan golf juga menjadi tolak ukur suatu kemajuan kota. Banyak pejabat dan investor dari daerah lain yang masuk ke Kota Kupang, mereka tanya dimana lapangan golf. Kalau kita bilang tidak ada pasti mereka memilih ke Denpasar atau ke Jakarta untuk berolahraga golf. Kalau lapangan golf di Kupang bagus pasti masa tinggal para investor maupun pejabat dari luar Kupang akan lebih lama lagi. Keuntungan bagi daerah ini seperti lama menginap di hotel akan bertambah lama. Jadi lapangan golf juga merupakan barometer untuk mengukur kemajuan suatu daerah.

Dalam ruangan kerja anda ini begitu banyak literatur dan majalah-majalah tentang hukum. Hal seperti ini jarang sekali dimiliki para pengacara? Terus terang saya sengaja membeli berbagai buku-buku yang erat kaitannya dengan hukum, karena persoalan hukum ini terus berkembang setiap waktu, sehingga tentunya sebagai seorang pengacara wajib memiliki literatur yang baru seiiring dengan dinamika perkembangan hukum yang terus berkembang setiap waktu.(benny jahang/alfred Dama)



"Percaya Diri Dalam Persidangan"
Mengeluti profesi sebagai pengacara tentunya tidaklah mudah. Harus membutuhkan energi besar dan stamina yang kuat ketika melakukan pendampingan klain dalam suatu persidangan. Apalagi kalau persidangan yang menyedot wktu yang cukup lama, sehingga tidaklah mengherankan akan menguras tenaga dalam memberikan argumentasi dalam membela kepentingan klien.

Namun tidak bagi Duin Palungkun, S,H. Berkat rutinitasnya dalam kegiatan olahraga golf yang digelutinnya sejak lima tahun yang lalu, membuat pria ini selalu tampil prima dalam berbagai persidangan. Bahkan dalam pendampingan klienya diempat daerah sekaligus yaitu Kupang, Jakarta, Rote Ndao dan Ruteng dalam waktu berbeda dan kasus yang berbeda pulah dalam kurun waktu tujuh bulan terakhir, ternyata tidak menghadapi kendala berarti dalam urusan kesehatannya.

"Selama saya mulai mengeluti olahraga Golf terus terang saya merasa lebih segar dan tampil prima dalam menjalankan tugas keseharian saya. Dalam tahun ini saja saya harus mendampingi klien di empat daerah. Puji Tuhan tetap sehat memang sempat drop karena tidak olahraga golf beberapa minggu karena sibuk dampingi klien. Setelah berolahraga lagi mulai sehat. Semua ini berkat olahraga Golf yang saya geluti," kata Duin Palungkun, S,H ketika ditemui Pos Kupang di klinik konsultasi hukumnya di Jalan El Tari Kupang beberapa hari lalu.

Dengan olahraga golf membuat stamina kita menjadi lebih baik. "Ketahanan fisik kita dalam pendampingan juga menentukan. Bagimana kalau kita mendampingi klien ditempat berbeda hal itu sangat menguras tenaga besar. Apalagi kalau mendampingi klien yang terlibat korupsi hal itu membutuhkan waktu lama hingga larut malam untuk melakukan pendampingan dihadapan penyidik. Kalau olahraga cukup dan diimbangi istrahat yang baik maka kita akan sehat dan strategi untuk membela klien akan menjadi lebih baik lagi," kata mantan alumni fakultas hukum Unair ini. Kebugaran dan stamina yang prima mutlak dimiliki setiap orang apabila ingin sukses.

Begitu cintaanya Duin Palungkun dalam olahraga Golf ini, segingga tidaklah mengherankan Duin Palungkun, sering kali mengikuti berbagai turnamen golf ditingkat nasional untuk bertarung dengan pegolf papan atas.

Hasilnyapun cukup memuaskan karena satu-satunya golfter asal Kupang ini selalu menyabet juara dalam beberapa tournamen golf diluar NTT. Bahkan sejak Kamis-Minggu (22-25/7/2010), Duin Paulungkun dalam satu tiem bersama Alan Cardoso, golfer asal Dili keturunan Portugal, sedang bertarung dalam tournamen golf Internasional di Jatinangor, Bandung, Propinsi Jawa Barat. (ben/alf)


BIODATA

NAMA : Duin Palungkun, SH
Tempat tanggal lahir : Sulawesi Tengah 3 November 1962
Pekerjaan : Advokad di Kota Kupang
Alamat : Jalan El Tari I Kupang.
Hobi : Olahraga biliart, pimpong, Volly, Hoki, serta serta sepak bola dan musik
Prestasi : Mendapat beberapa tropi sebagai juara dalam kejuaran Golf di Denpasar, Jakarta.
Bergelut Olahraga Golf : Sejak tahun 2006
Jabatan : - Sekretaris Persatuan Olahraga Golf NTT
- Pengurus Koni NTT

Pendidikan : SD Katolik Palu
SMP Negeri 2 Ujung Pandang
SMA Katolik Rajawali-Ujung Pandang
S1 Fakultas Hukum-Universitas Airlangga- Surabaya

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda