OPP Monitoring Pergerakan Kapal dengan AIS diPelabuhan Merak, Bakau dan Selat Sunda Terbaru September 2022

Otoritas Pelabuhan Penyeberangan (OPP) Memonitoring Pergerakan Kapal Pelabuhan Merak, Bakauheni, Selat sunda,  PMMC BPTD wilayah Banten untuk kapal ASDP ferry, PELNI, Dharma Lautan Menggunakan Automatic Identification System (AIS) pada Website dan Aplikasi


OPP Monitoring Pergerakan Kapal
OPP Monitoring Pergerakan Kapal


Menurut Kristiansen, beberapa pihak-pihak yang berkontribusi terhadap keselamatan transportasi laut diantaranya adalah: pemilik kapal, asuransi kapal, pemilik muatan, badan klasifikasi, Negara bendera atau Flag State, otoritas pelabuhan atau Port State Control Officers. Diantara pihak-pihak tersebut, yang memiliki tugas yang paling berat dalam menjaga keselamatan transportasi laut adalah Port State Control Officers (PSCO) atau di Indonesia biasa dikenal dengan nama Syahbandar. Hal ini terutama disebabkan karena Negara bendera tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dalam menjaga semua kapal yang menggunakan benderanya agar laik laut. Akibatnya, PSCO harus melakukan inspeksi pada kapal yang berkunjung kepelabuhan tersebut agar laik laut.

Automatic Identification System (AIS) sebagai salah satu teknologi untuk mendeteksi posisi kapal sudah ada dan diimplementasikan pada Kapal-kapal yang berukuran minimal 300 GT (Gross Tonnage) untuk semua kapal yang melakukan perjalanan internasional dan 500 GT untuk yang melakukan pelayaran nasional. Dengan teknologi tersebut, otoritas pelabuhan dapat mengetahui jenis kapal, ukuran kapal, nama kapal, call sign maupun maritime mobile service identity (MMSI) yang kemudian biasa disebut data static. Selain data statik, otoritas pelabuhan juga dapat melihat data dinamik, seperti koordinat kapal, arah kapal, kecepatan dan waktu.(IMO Resolution MSC.74).

Dengan menggunakan AIS dapat diperoleh MMSI (Maritime Mobile Service Identify), kecepatan, posisi, dan tipe kapal.Bila digabung dengan database maka dapat mengestimasi polusi yang dihasilkan kapal.Indonesia merupakan negara dengan luas perairan yang luas, dan memiliki lalu lintas kapal yang cukup padat seperti pada selat malaka, selat singapura, selat sunda, dan selat madura.Selat- selat tersebut tidak hanya dipadati oleh kapal- kapal domestik, melainkan juga kapal-kapal yang berasal dari luar negeri, sehingga peningkatan polusi sangat mungkin terjadi
didaerah selat ini. Oleh karena itu akandiambil salah satu sampel tempat untuk melakukan penelitian ini, dalam hal ini dipilih selat madura dengan alasan lokasi yang berdekatan
dengan kampus ITS Sukolilo dan alat AIS yang berada dilaboratorium RAMS Jurusan Teknik Sistem Perkapalan.

Dengan menggabungkan data AIS dengan Shipping Database dapat dilakukan pengembangan system keselamatan kelautan dan metode analisa yang terkait dengan keselamatan laut.

1 Mode Pertukaran Informasi Melalui VTS (Vessel Traffic System)

Pada mode ini, pihak berwenang shoreside di perairan pantai, dapat membuat stasiun AIS otomatis untuk memantau pola pergerakan kapal yang melintasi daerah tersebut. Stasiun ini dapat berupa monitor transmisi AIS dari kapal yang melintas atau mungkin aktif memantau kapal melalui saluran AIS dengan kelengkapan informasi seperti data identifikasi, tujuan, ETA, jenis kargo, dan informasi
lainnya. Shore station juga dapat menggunakan saluran AIS untuk transmisi data dari stasiun pantai ke-kapal, dengan informasi tentang pasang surut, pemberitahuan untuk pelaut, dan prakiraan cuaca lokal.

Beberapa stasiun pantaiAIS dan repeaternya dapat dibentuk menjadi sebuah jaringan transmisi data berbasis WAN (Wide Area Network), yang dapat mentransmisikan data secara bersama di dalam jangkauan jaringan WAN itu sendiri.

AIS station yang terpasang pada lokasi sekitar pantai dan berfungsi memantau kapal yang melintasi daerah perairan tertentu seperti misalnya selat Madura dan sekitarnya dipantau dari AIS station yang ada di Lab. Keandalan

Fakultas Kelautan ITS dengan skema system seperti gambar 1.1. Station seperti ini lebih dikenal sebagai shoreside stasiun. Stasiun ini dapat berupa monitor transmisi system AIS dari kapal yang melintas atau mungkin aktif memantau kapal melalui saluran AIS itu sendiri.

1.2 Mode Informasi Tentang Sebuah Kapal Dan Muatannya.

Data AIS dapat ditransmisikan secara otomatis untuk digunakan sebagai data guna menyelidiki kecelakaan, tumpahan minyak atau problem lainnya. AIS juga akan menjadi alat yang berguna dalam pencarian dan operasi penyelamatan (SAR), yang memungkinkan koordinator SAR untuk memantau pergerakan semua kapal yang terseteksi system AIS secara sentral. Secara umum data-data yang dipancarkan oleh AIS meliputi;
AIS kelas A, dengan proses transmisi setiap 2 sampai 10 detik akan mentransmisikan informasi data berupa :
1) MMSI number – unique referenceable identification
2) Navigation status – not only are “at anchor” and “under way using engine” currently defined, but”not under coment” si also currently defined.
3) Rate of turn – right or left, 0 to 720 degress perminute.
4) SOG (Speed over ground) – 1/10 knot resolution from 0 to 120 knots.
5) Position accuracy – differential GPS orother nad an indication if RAIM processing is being used .
6) Longitude – to 1/1000 minute and latitude – to 1/10000 minute .
7) COG (Couerse over ground) – relative to true north to 1/10th degree
8) True heading – 0 to 359 degrees derivedfrom gyro input.
9) Time stamp – the universal time to nearest second that this information was generated. AIS kelas B, dengan proses transmisi setiap 6 menit akan memberikan informasi data
sebagai berikut:
1. MMSI number – same unique identification used above, links the data above to described vessel
2. IMO number – unique referenceable identification (related to ship’s construction)
3. Radio call sign – international call sign assigned to vessel often used on voice radio
4. Name – name of ship, 20 characters are provided
5. Type of ship/cargo – there is Tabel of possibillities that are avilable.
6. Dimensions of ship – to nearest meter
7. Location of ship where eference point for position reports is located
8. Type of position fixing device – various options from differential GPS to undefined
9. Draught of ship – 1/10 meter to 25.5 meters (note “air-draught” is not provided)
10. Destination – 20 character are provided. Estimated time of arrival at destination – mont, dayhour, and minute in UTC

1.3 Aplikasi AIS

- Mencegah Tabrakan AIS dikembangkan untuk menghindari tabrakan antarak kapal-kapal besardi laut yang tidak dalam jangkauan pantai. Karena keterbatasan komunikasi radio VHF, AIS ini dimaksudkan untuk digunakan terutama sebagai saranamen cari dan menentukan risiko tabrakan dari pada sebagai sistem menghin dari tabrakan otomatis, sesuai dengan Peraturan Internasional dalam Pencegahan Tubrukan di Laut. Ketika sebuah kapal dikemudikan di laut, informasi tentang gerakan dan identitas kapal lain di sekitarnya sangat penting untuk navigator untuk membuat keputusan untuk menghindari tabrakan dengan kapal dan bahaya (karangatau batu) lainnya.

Pengamatan visual(teropong, dannight vision), pertukaran audio (peluit, horn ,dan radioVHF), dan radaratau Radar Plotting Aid Otomatis secara histories digunakan untuk tujuan ini. Mekanisme pencegahan ini, bagaimanapun, kadang-kadang gagal karena waktu, keterbatasan radar, salah perhitungan. Diharapkan AIS dapat mengurangi tingkat resiko tersebut. - Pengatur lalu lintas laut
Di perairan yang sibuk dan daerah pelabuhan, layanan lalu lintas kapal lokal(VTS) mungkin ada untuk mengatur lalulintaskapal.Di sini, AIS memberikan peringatan lalu lintas tambahan dan informasi tentang konfigurasi dan gerakan kapal. 1.4 Konsep Dasar Teori PHP PHP dalam singkatan “ Hypertext
Preprocessor ” adalah bahasa pemrograman script yang paling banyak dipakai saat ini.

PHP banyak dipakai untuk memrogram situs web dinamis, walaupun tidak tertutup kemungkinan digunakan untuk pemakaian lain. Contoh terkenal dari aplikasi PHP adalah phpBB dan MediaWiki (software di belakang Wikipedia). PHP juga dapat dilihat sebagai pilihan lain dari ASP.NET/C#/VB.NET
Microsoft, ColdFusion Macromedia, JSP/Java Sun Microsystems, dan CGI/Perl. Contoh aplikasi lain yang lebih kompleks berupa CMS yang dibangun menggunakan PHP adalah Mambo, Joomla!, Postnuke, Xaraya, dan lainlain

Script PHP berfungsi untuk membuat tampilan web menjadi lebih dinamis, dengan php kemampuan menampilkan atau menjalankan beberapa aplikasi dalam 1 file dengan metodeinclude atau require. PHP memiliki keunggulan dibanding aplikasi

Monitoring Pergerakan Kapal Pelabuhan Merak

Sebenarnya, monitoring pergerakan kapal ini menggunakanSattelite GPS Tracker. Sebagaiman halnya, ketika kita ingin melihat posisi sebuah pulau dengan GPS satelit. Lalu, apa saja yang ingin kita ketahui ketika melakukan monitoring pergerakan kapal laut menggunakan Sattelite GPS Tracker? Berikut Penjelasannya:

Untuk mengetahui dan melihat koordinat posisi kapal (longitude-latitude), heading (arah kapal), kecepatan laju kapal, satellite time stamp, nama kapal, serta ID kapal.
Untuk melihat posisi kapal dalam sisi Map. Seperti disebutkan sebelumnya, bahwa map dalam Indotrack Vesselpro adalah map yang aktiv, sehingga jika dilakukan pembesaran maka dengan Map Reference ini pengguna dapat tahu dengan persis dimana lokasi pembesaran tersebut.
Untuk mencatatkan setiap pergerakan/aktifitas kapal dalam periode tertentu seperti: jarak tempuh kapal dalam satu hari (Nm), kecepatan rata-rata kapal dalam satu hari hingga satu bulan (Knot), kordinat beserta lokasi keberadaan, kekuatan signal GPS dalam suatu daerah, dll.
Untuk memudahkan sistem pelaporan historikal kapal.

Untuk mempermudah mengenali apakah kapal berada dalam area yang seharusnya atau tidak.
Untuk memudahkan dalam memberikan tanda pada lokasi-lokasi yang dianggap penting seperti port, tempat bongkar-muat dsb.
Untuk mengetahui kondisi cuaca pada titik lokasi keberadaan kapal, hal ini mempermudah pemilik kapal mengetahui cuaca sekaligus kondisi alam perjalanan kapal
Untuk mempermudah mengetahui jarak yang akan ditempuh kapal sebelum melakukan perjalanan nantinya.

Website Monitoring Pergerakan Pelabuhan Bakauheni

Pada era digital canggih saat ini, kita dapat dengan mudah melakukan monitoring pergerakan kapal laut. Terdapat beberapa website yang dapat kita kunjungi/akses untuk memonitoring pergerakan kapal laut, yaitu:

1. MarineTraffic
MarineTraffic adalah website penyedia pelacakan kapal dan intelijen maritim, yang memungkinkan kita melacak pergerakan kapal mana pun di dunia.

MarineTraffic didukung oleh data Lalu Lintas Laut yang terbuka, berbasis komunitas yang menawarkan solusi pelacakan kapal secara online, disertai layanan data, dan aplikasi seluler untuk memanfaatkan data posisi real kapal secara global dan historis.

Posisi kapal dapat dilihat pada berbagai lapisan melalui Live Map, termasuk Google Maps (menggunakan Google Maps API), Charts Nautical dan OpenStreetMap.

MarineTraffic menggunakan sistem AIS (Automatic Identification System) yang merupakan sistem pelacakan otomatis yang banyak digunakan di dunia maritim. Berkat sistem ini, informasi kapal dan data posisi dapat ditukar secara elektronik antara stasiun AIS.

MarineTraffic juga tersedia dalam bentuk aplikasi, yang dapat kita akses kapanpun dan dimanapun.

2. FleetMon
FleetMon Explorer adalah situs web pelacakan kapal kami yang memungkinkan Anda mencari kapal dan memberi kita akses data terbuka dan cepat mengenai informasi kapal secara menyeluruh.

FleetMon juga menggunakan sistem AIS. Situs ini memberikan rincian kapal, jadwal dan kedatangan di pelabuhan, pola perdagangan, dan foto sesuai dengan pencarian pengunjung.

FleetMon juga tersedia dalam bentuk aplikasi, yang dapat kita akses kapanpun dan dimanapun.

3. ShipFinder
ShipFinder menyediakan dekat real time "radar virtual" peta AIS yangs angat mudah digunakan untuk siapa saja yang tertarik dalam pengiriman, berlayar dan berlayar di pelabuhan dan lokasi di seluruh dunia. Hal ini juga bagus jika kita hanya ingin tahu apa kapal di luar sana atau ingin melihat di mana teman dan keluarga.

Dengan ShipFinder kita akan mendapatkan Informasi kapal seperti - Nama Kapal, Pelabuhan Pendaftaran, Destination, ETA. Dan juga Informasi teknis seperti - MMSI, IMO, Callsign, Pos, Panjang, Lebar, Draft.

Shipfinder juga tersedia dalam bentuk aplikasi, yang dapat kita akses kapanpun dan dimanapun.

4. Vesselfinder
VesselFinder adalah situs pelacakan kapal paling populer, menyediakan data real-time pada posisi dan gerakan kapal, memanfaatkan jaringan besar penerima AIS terestrial.

Fitur VesselFinder meliputi:



Pelacakan real-time lebih dari 100.000 kapal setiap hari
Kirim pencarian berdasarkan Nama, nomor IMO atau nomor MMSI
Histori pergerakan kapal: ikuti jejak setiap kapal selama 7 hari terakhir
Rincian kapal: nama, bendera, jenis, IMO, MMSI, tujuan, ETA, konsep, kursus, kecepatan, tonase kotor, tahun pembuatan, ukuran
Armada: tambahkan kapal favorit Anda ke daftar "My Fleet". Itu disinkronkan dengan situs VesselFinder, jadi setiap perubahan kapal dalam daftar Armada Saya akan mencerminkan aplikasi seluler atau situs web. Tampilan Saya: menyimpan tampilan favorit peta, sehingga Anda dapat dengan mudah menavigasi ke sana
Kirimkan foto yang dikontribusikan oleh pengguna VesselFinder

Vesselfinder juga tersedia dalam bentuk aplikasi, yang dapat kita akses kapanpun dan dimanapun.

Monitoring Pergerakan Kapal di Selat Sunda 


5. VesselTracker
Dengan basis data lebih dari 1.000.000 kapal, Vesseltracker menyediakan data real-time dan historis yang dapat disesuaikan tentang kapal yang berlayar di seluruh dunia. Ini akan membantu pengguna memantau kapal dengan bantuan tampilan peta dan lapisan termasuk satelit Google, google earth dan grafik laut dll.

Situs web ini memiliki basis data besar yang terdiri dari spesifikasi kapal yang diperbarui, karakteristik, informasi kepemilikan dan manajemen dll. Selain itu, Vesseltracker menawarkan analisis dan laporan tentang pergerakan kapal dan kejadian di pelabuhan.

6. VTExplorer
Memproses ribuan pesan AIS setiap detik, semua dikumpulkan oleh stasiun atau satelit AIS terestrial, kami mengoperasikan salah satu jaringan AIS terbesar di dunia. Data AIS real-time adalah sumber informasi yang berharga untuk sistem kesadaran maritim dan proyek analitik. Umpan AIS kami akan meningkatkan aplikasi Anda atau mengintegrasikan langsung ke dalam sistem perangkat lunak Anda.

Data AIS langsung disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan dan disediakan dalam berbagai format melalui API (dalam format XML atau JSON) atau sebagai aliran TCP / UDP langsung yang memastikan latensi minimum.

Fitur VTexplorer:
* Pelacakan real-time dari posisi kapal
* Rincian kapal tambahan
* Cari database kapal
* Tampilkan posisi terakhir dari kapal yang dipilih
* Histori pergerakan (trek)
* Foto kapal
* Daftar "My Ship"
* Daftar "My Views"
* Penyegaran data otomatis atau manual
VTExplorer juga tersedia dalam bentuk aplikasi, yang dapat kita akses kapanpun dan dimanapun.

7.  MyShipTracking
MyShipTracking menampilkan posisi kapal real-time di seluruh dunia.

Fitur MyShipTracking
- Peta Langsung
- Pemberitahuan untuk Acara!
- Status Kapal
- Kedatangan / Keberangkatan Kapal Pelabuhan
- Armada
- Perkiraan Kedatangan

0 Komentar untuk "OPP Monitoring Pergerakan Kapal dengan AIS diPelabuhan Merak, Bakau dan Selat Sunda Terbaru September 2022"

Back To Top