POS KUPANG/ALFRED DAMA
MUSIK PERKUSI--Barang-barang bekas ini bisa menjadi alat musik yang baik bila ada kreativitas bermusik yang baik. Dua pemusik perkusi ini saat tampil dalam Road To Soundrenaline Mix Your Own Beat di Flobamora Mall, Rabu (11/11/2009)

Barang Bekas pun Jadi Alat Musik

DUA pemuda, pria dan wanita, sudah berdiri di hadapan barang- barang bekas yang ditata rapi di atas panggung di Area Parkir Flobamora Mall, Rabu (11/11/2009) malam. Tidak lama, si wanita mulai memukul-mukul dua stik kayu dengan tangan dan menghasilkan bunyi.

Tidak lama berselang, sang pria mulai ikut memukul-mukul berbagai barang bekas sehingga menghasilkan bunyi ala perkusi yang memikat.

Hentakan bunyi-bunyian dari aneka alat musik itu memberi nuansa tersendiri dan berbeda dari musik lainnya. Dua sosok ini adalah salah satu pasangan tim yang ambil bagian dalam audisi Road To Soundrenalin Denpasar 2009 di Denpasar.

Ada enam pasang tim yang bersaing dalam audisi ini hingga akhirnya tim juri memilih Ito dan Ketty yang berhak mendapat fasilitas dari A Mild Live Production untuk menyaksikan pesta musik terbesar tahun 2009 ini di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Denpasar.

Audisi musik kali ini berbeda dari biasanya. Bila biasanya fasilitas yang digunakan adalah alat musik yang biasa dipakai, maka audisi kali menggunakan aneka barang bekas yang ada di rumah. Barang-barang tersebut antara lain botol bekas air mineral ukuran galon yang dijadikan drum, sendok bekas yang digantung menjadi alat musik yang menghasilkan musik gemerincing, drum bekas yang dijadikan bas dan treble serta beberapa barang bekas lainnya.

Meskipun barang bekas, cara memainkan alat ini tidak asal bunyi. Para peserta harus menunjukkan kreativitas mereka dalam menabuh alat-alat ini hingga menjadi bunyi-bunyian yang yang harmonis dan enak didengar. Dan, karena dua orang yang memainkan ini, maka cara memainkan pun harus kompak atau tidak saling bertentangan.

Dengan kata lain, kedua pemusik perkusi ini harus saling mendukung dalam memberikan aura yang berbeda pada penampilan mereka.

Mengingat alat-alat yang digunakan adalah barang-barang bekas yang sederhana, maka kreativitas merekalah yang dituntut. Seperti harmonisasi musik hingga gerakan-gerakan lain yang menunjang permainan mereka. Karena itu apa yang dihasilkan baik dalam bentuk bunyi-bunyian maupun gerakan harus bisa dinikmati oleh penonton.

Agung XAY dari radio Swara Timor sebagai penyelenggara kegiatan ini menjelaskan, kegiatan ini merupakan Road To Soundrenaline Mix Your Own Beat. Mix Your Own Beat adalah festival musik yang menggunakan alat-alat selain alat musik biasa atau bisa disebut juga perkusi tetapi menggunakan alat-alat yang biasanya ada di rumah seperti ember, galon, drum, panci dan sebagainya. Yang penting selain alat musik.

"Di event ini A Mild mengajak musisi Kupang untuk lebih kreatif, yang biasanya memainkan alat musik sesungguhnya, sekarang memainkan musik menggunakan drum, galon, panci yang penting menghasilkan satu irama atau musik yang enak didengar, unik dan kreatif," jelas Agung.

Meskipun fasilitas yang digunakan adalah barang-barang bekas, acara ini juga cukup menarik perhatian penonton. Para penoton yang sebagian besar anak muda memberikan apresiasi berupa tepuk tangan pada tim yang tampil. Hal ini jelas menambah semangat mereka yang tampil.

Sementara beberapa tim peserta dalam audisi ini mampu mengeksplorasi kemampuan mereka dalam bermusik perkusi. Semua alat yang disiapkan mampu dimaksimalkan untuk mendapat bunyi yang baik. Namun ada pula tim yang tampil biasa-biasa saja. Alat-alat yang ada pun hanya menjadi pajangan tanpa dimaksimalkan.

Meski demikian, acara ini cukup memberikan motivasi bagi anam muda Kota Kupang untuk mengeksplorasi kemampuan dalam bermusik di antara musik perkusi yang kini sedang digandrungi anak muda. (alf)


Pos Kupang Minggu 15 November 2009, halaman 13 Lanjut...

Kami Cewek Bertiga Naksir Satu Cowok

Dokter Valens Yth,
SALAM dalam Damai Sejahtera. Saya Cindy, gadis 23 tahun yang sudah menyelesaikan pendidikan diploma dan kini kerja di suatu perusahan swasta yang bonafit. Banyak karyawan dan karyawatinya. Kebetulan saya bekerja di bagian pembukuan bersama dua rekan lainnya yang juga termasuk gadis-gadis manis, Ratna dan Sari. Setelah sekian lama bekerja, kami jadi sangat kompak dan bersahabat. Kami biasanya saling berbagi cerita tentang cinta-cinta monyet yang pernah kami alami.

Kami bertiga belum memiliki pacar yang pasti, jadi semua rasanya enjoy bersama. Makan bersama, belanja bersama, pokoknya kompak banget gitu. Sampai pada suatu ketika perusahaan kami mendapat seorang pelanggan bernama Roy. Pemuda yang memiliki darah campuran Ambon dan Manado ini, bekerja pada suatu perusahaan lain yang banyak berkaitan dengan perusahaan kami sehingga kami jadi sering berurusan bersamanya.

Lama kelamaan kami jadi sering menunggu kehadirannya, karena pemuda ini ganteng, periang dan berwibawa. Roy pernah traktir kami bertiga makan malam di sebuah restoran dekat pantai sehingga nampaknya sangat romantis. Persoalannya adalah kami bertiga sepertinya sama-sama naksir si Roy ini. Hanya saja Roy tidak pernah mendekati seorang secara khusus, justru dia memberi perhatian pada kami bertiga sepertinya sama.

Sepertinya apa yang Roy lakukan pada aku atau pada kedua temanku yang lain, kami tahu bersama. Pada hal, dalam hati, saya sangat mengidamkan cowok seperti Roy itu. Dokter, beberapa hal yang ingin saya tanyakan

1) Kalau ternyata teman saya Ratna atau Sari juga punya perasaan yang sama apakah saya boleh berusaha mendapatkan Roy atau membiarkan kedua temanku yang mendekatinya?

2) Kalaupun Roy bukan memilih saya tapi memilih satu di antara temanku itu saya tidak cemburu, hanya saja Roy belum memilih, apakah saya boleh mendekatinya secara sendirian ?

3). Saya juga kuatir kalau salah satu diantara kami yang mendapatkan Roy, maka kami tidak akan kompak lagi, apakah sebaiknya kami bertiga jangan berusaha memiliki Roy supaya kami tetap kompak? Mohon dokter bisa beri saya jalan keluar dari keruwetan ini. Jawaban dokter saya selalu tunggu di Pos Kupang Minggu. Akhirnya salam hormat dan terima kasih.
Salam, Cindy, Kupang



Saudari Cindy yang baik,
Salam sejahtera juga buat Anda bersama kedua teman Anda yang bernama Ratna dan Sari. Betapa senangnya bila mempunyai sahabat-sahabat yang sangat kompak, sehingga bisa membikin hidup lebih hidup dan bukan basa-basi, karena gak ada loe gak rame.

Hari-hari terasa hangat dan menyenangkan. Kesusahan dibagi-bagi menjadi lebih sedikit dan lebih ringan sementara kegembiraan dibagi-bagi sehingga menjadi lebih banyak dan lebih meriah.

Tetapi soal cinta, dia memiliki warna dan ruang tersendiri. Bila cinta Anda dibagi-bagi ke banyak pria maka Anda bisa disebut "play girl ". Kalau berusaha mencintai kekasih dari teman sendiri namanya, perampokan ?

Selingkuh ? Pengkhianatan?

Apapun sebutannya tetap punya arti yang tidak baik. Anda nampaknya terdampar pada "karang cinta" yang dilematis dan membingungkan. Menjaga kekompakan bersama Ratna dan Sari atau berusaha mendapatkan cinta dari si ganteng Roy dengan risiko kehilangan teman sebaik Ratna dan Sari.

Dari kegalauan yang Anda alami sebetulnya hati kecil Anda dan "komputer" di dalam otak dan pikiran Anda berputar keras untuk mendapatkan cara bagaimana dapat memiliki Roy tanpa harus mengganggu kekompakan Anda bersama Ratna dan Sari.

Saran saya, sebelum Anda memilih alternatif langkah mana yang akan Anda ambil, perlu Anda secara tidak langsung mencari tahu apakah Roy mempunyai perhatian khusus pada Anda atau salah satu dari kalian bertiga.

Apakah Roy belum punya pacar. Bila akhirnya Anda harus memilih untuk melakukan pendekatan khusus pada Roy maka diperlukan "extra effort", bekerja keras secara ekstra untuk itu. John Gray, Ph. D, California AS, dalam bukunya Men Are From Mars , Women Are From Venus, mengatakan bahwa Kaum pria jadi termotivasi dan bersemangat kala mereka merasa dibutuhkan, sedangkan kaum wanita jadi termotivasi dan bersemangat kala mereka merasa dicintai.

Bahkan Gray menguraikan lebih jauh tentang sifat Pria (Mars) dan Wanita (Venus) kedalam enam seksi sebagai berikut:

a) Wanita membutuhkan perhatian, Pria membutuhkan Kepercayaan

b). Wanita membutuhkan pengertian, Pria membutuhkan penerimaan.

c). Wanita membutuhkan rasa hormat, sedangkan Pria membutuhkan penghargaan.

d). Wanita membutuhkan Kesetiaan, Pria membutuhkan Kekaguman.

e). Wanita membutuhkan penegasan, Pria membutuhkan Persetujuan.

f) . Wanita membutuhkan Jaminan, Pria membutuhkan Dorongan.

Setelah Anda tertarik secara fisik karena daya tarik kegantengan Roy, Anda perlu menjangkau lebih jauh dari itu dengan memperhatikan keenam faktor di atas.

Bila memang dialah yang Anda cari, maka cobalah Anda memberanikan diri menyampaikan perasaan Anda ini pertama kepada kedua teman Anda, untuk memperoleh pengertian baik dari mereka. Bila ada dukungan maka Anda sudah bisa lulus dari satu hal, yaitu kekompakan kalian tidak banyak luntur.

Harapan selanjutnya adalah semoga Roypun membalas cinta Anda. Namun bila ternyata Roy naksir salah satu diantara Ratna atau Sari, maka Andapun harus mampu merelakan seperti toleransi mereka terhadap Anda. Toh, Anda sudah mengatakan bahwa Anda tidak akan cemburu.

Begitu pula bila ternyata saatnya Roy mengatakan bahwa kalian bertiga adalah sebatas teman baiknya, dan tidak dipikirnya untuk dijadikan kekasih maka, jangan juga ada kedengkian yang tumbuh dalam hati.

Hidup harus tetap mengalir, ada cowok yang bisa dijadikan suami, namun juga ada cowok yang cukup dijadikan teman baik, keduanya termasuk sah dan halal. Demikian jawaban saya semoga tidak mengurangi kebahagiaan Anda.
Salam, Dr. ValensSili Tupen, MKM.


Pos Kupang Minggu 15 November 2009, halaman 13 Lanjut...

Hery Patiwua dan Yuliana AL Lion


Hery Patiwua bersama istri dan kedua anaknya


Gizi Mutlak Bagi Anak

PERTUMBUHAN dan perkembangan anak yang sehat dan cerdas tidak terlepas dari perhatian orangtua akan asupan gizi yang sehat dan berimbang. Dan, kecerdasan anak juga tidak terlepas dari pemberian makanan yang sehat dan bergizi. Itulah cara pasangan Hery Patiwua dan Yuliana AL Lion, dalam membesarkan anak-anak mereka.

Bagi pasangan ini, gizi adalah hal mutlak yang harus diberikan kepada anak sejak berada dalam kandungan. Ini tidak bisa ditawar-tawar.

Pasangan ini memiliki dua anak dengan jarak kelahiran yang cukup jauh. Si sulung, Yohanes Agustinus Patiwua, lahir di Larantuka, 6 Agustus 1986, saat ini semester VIII Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang. Anak kedua, Paulina Maria Sofiana Patiwua, lahir di Kupang, 4 September 2007.

Kepada Pos Kupang di kediamanya di Kelurahan Liliba, Kamis (12/11/2009), pria berkumis yang saat ini mengajar di SMA Negeri 2 Kupang didampingi istrinya menceritakan banyak hal soal keluarganya. Istrinya Yuliana AL Lion bekerja di Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II.

Bagi keduanya, asupan gizi yang sehat dan berimbang sangat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan fisik dan otak anak. Karena itu, sejak kedua anaknya masih di dalam kandungan, keduanya selalu berusaha memenuhi kebutuhan gizi. Mulai dari makan makanan yang sehat seperti sayur-sayuran hijau, buah- buahan, kacang-kacangan, daging atau ikan, juga susu. Biasanya, kata Hery, dikonsumsi secara baik setiap harinya.

Pantau Perkembangan Anak
Hery mengatakan, memberikan makanan bergizi yang baik kepada anak sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. "Saya selalu yakin itu karena anak-anak saya setelah menginjak usia satu tahun pertumbuhan dan perkembangan begitu bagus. Kami juga memantau pertumbuhan dan perkembangan anak dengan membawa anak ke posyiandu setiap bulan sampai anak berusia lima tahun.

Dan, dalam posyandu, anak kesehatannya terpantau dengan berat badanya yang selalu naik sesuai dengan pertumbuhan usianya. Anak pertama juga menjadi anak yang sehat dan cerdas ketika dia sekolah," ujarnya.

Pria kelahiran Bajawa, 16 Juni 1961 ini, mengatakan, selain memperhatikan faktor gizi, keduanya juga memperhatikan karakter kedua anaknya. Menurutnya, faktor jarak yang jauh antara kedua anaknya membuat keduanya memberikan sentuhan pendidikan yang berbeda-beda. Apalagi, putra sulungnya sudah merasa seperti halnya anak tunggal dan memiliki karakter yang keras.

"Anak sulung kan berasi bintal Leo, dengan watak yang sedikit keras kepala, sehingga dan membimbing dan mendidiknya kami juga melakukanya secara berbeda dengan adiknya. Apalagi diusianya yang mulai memasuki masa dewasa saat ini," kata Hery yang juga sebagai Master of Ceremony (MC) dan penyanyi ini.

Ia mengatakan, dengan jarak yang jauh antara kedua anaknya, namun si sulung memang sangat menyayangi adiknya. Dalam hal pendidikan, keduanya selalu memberikan kebebasan anaknya untuk memilih. Keduanya hanya bisa membimbing dan mengarahkan bagaimana anaknya bisa menggapai apa yang diinginkanya dengan baik.

"Karena si sulung sudah besar, kami benar-benar tidak ingin intervensi, kami hanya mengarahkan saja. Dan, anak saya yang sulung ini mungkin karena lama sekali baru mendapatkan adik, dia termasuk anak yang mandiri. Sehingga dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari selalu dilakukan sendiri," katanya.

Anak Mandiri
Saat ini, kata Hery, putra sulungnya malah memilih tinggal di kos dengan teman- temanya dekat kampus. Awalnya, tutur Hery, ia dan istrinya berkeberatan, tetapi anaknya memberikan alasan yang masuk akal. "Dia katakan, ia ingin mandiri. Bagaimana bisa memasak, mencuci, dan melakukan segala hal secara mandiri dan tidak mau merepotkan kedua orangtuanya. Walau anaknya ingin tinggal di kos, namun kami tetap memantau. Begitu pun anaknya setiap akhir pekan pasti pulang ke rumah," katanya.

Untuk mendukung anaknya mengikuti pendidikan dengan baik, keduanya memfasilitasi anak mereka dengan berbagai perlengkapan belajar seperti buku-buku, komputer dan sepeda motor. "Walau sudah agak matang dalam hal keuangan, tetapi kami tidak ingin memanjakan anak-anak. Kami memberikan uang kepada si sulung yang sudah besar uang seadanya saja sesuai dengan keperluan," kata Hery.

Kesibukannya sebagai guru, penyanyi dan MC tentu menyita waktu, namun Hery selalu memanfaatkan waktu senggang untuk keluarga dan anak-anaknya.

Soal talenta yang dimilikinya diturunkan kepada kedua anaknya, Hery mengatakan, taletanya sebagai penyanyi memang kelihatan pada si bungsu Paulina. Sedangkan untuk MC kelihatan pada anak sulungnya Yanto sehingga tepat si sulung masuk jurusan komunikasi di FISIP Unwira Kupang. (nia)


Pos Kupang Minggu 15 November 2009, halaman 12 Lanjut...

Olahraga, Perangi Diabetes


Foto ilsutrasi gshvin.org
GULA DARAH-- Uji gula darah untuk mengetahui kadar gula dalam darah



PADA tahun 2007 lebih 246 juta penduduk dunia menderita diabetes. WHO memperingatkan akan terjadinya epidemi diabetes pada tahun 2025 dengan jumlah penderita diabetes mencapai 380 juta. Epidemi diabetes ini terjadi karena masalah diet, obesitas, perubahan gaya hidup. Pada abad 21 di negara berkembang (termasuk Indonesia) akan mengalami epidemi diabetes.

Saat ini, negara kita agaknya kesulitan untuk mengatasi masalah yang disebabkan diabetes melitus secara efektif karena kurangnya fasilitas, dana dan kemampuan serta mudah dialihkan prioritasnya oleh ancaman yang terjadi sewaktu-waktu seperti avian flu, polio, malaria, demam berdarah dan bencana alam.

Pada tahun 2025 di Asia diperkirakan populasi penderita diabetes terbesar di dunia, yaitu sebanyak 82 juta orang. Jumlah tersebut akan terus meningkat dan mendekati proporsi epidemi. Orang dewasa di Asia tampaknya akan menderita diabetes pada umur 10 tahun lebih muda dibandingkan orang Kaukasia.

Kebanyakan orang beranggapan bahwa diabetes merupakan penyakit negara barat sehingga bahayanya tidak disadari oleh negara berkembang. Padahal sebagian besar negara di Asia sedang terjadi peningkatan jumlah penderita diabetes dengan sangat cepat.
WHO menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak ke 5 didunia, dengan perkiraan jumlah penderita sebesar 8,3 juta orang. Menurut beberapa penelitian di Indonesia prevalensi diabetes berkisar antara 1,5 persen - 2,3 persen.

Berdasarkan pola pertambahan penduduk seperti saat ini, bila tahun 2005,jumlah penduduk Indonesia 171 juta dengan berasumsi pada prevalensi tersebut di atas, maka terdapat kira-kira 24 juta penderita diabetes di Indonesia.

Untuk mengantisipasi jumlah penderita diabetes yang demikian besar diperlukan pengetahuan yang cukup mengenai diabetes dan upaya pencegahannya bagi masyarakat, tenaga kesehatan dan pemerintah. Sangat diharapkan juga partisipasi media masa untuk mensosialisasikan penyakit ini.

Tipe diabetes
Diabetes adalah penyakit yang disebabkan karena kekurangan hormon insulin di dalam tubuh. Secara umum terdapat 2 jenis diabetes, yaitu tipe 1 dan tipe 2.

Diabetes tipe 1 disebut juga dengan insulin-dependent diabetes mellitus (IDDM). Disebabkan karena tubuh tidak memproduksi atau memproduksi insulin dalam jumlah sangat sedikit. Hal ini disebabkan kerusakan sel-sel yang memproduksi insulin akibat reaksi imunitas. Pada umumnya terjadi pada usia muda dan penderita diabetes tipe 1 ini memerlukan injeksi insulin
Diabetes tipe 2 disebut juga dengan non insulin-dependent diabetes mellitus (NIDDM), keadaan yang diakibatkan karena gangguan produksi dan atau kerja hormon insulin di dalam tubuh.

Lebih dari 90 persen kasus adalah diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 ini biasanya terjadi pada usia di atas 40 tahun, meskipun terdapat beberapa kasus yang muncul lebih awal diakibatkan karena obesitas, perubahan gaya hidup, kebiasaan diet makan yang tidak terkontrol dan tidak olahraga.

Gejala khas dari diabetes adalah rasa haus, buang air kecil terus menerus, berat badan menurun. Gejala lain mudah lelah, sering infeksi, gatal-gatal, gangguan penglihatan, namun terdapat juga pasien yang tidak memiliki gejala-gejala tersebut di atas.

Pengobatan penderita diabetes tipe 1 diberikan injeksi insulin dan pengaturan diet. Sedangkan pada penderita diabetes tipe 2 dianjurkan olahraga, mengatur diet dan pemberian obat.

Banyak penderita diabetes tidak mengerti bahwa dirinya menderita diabetes karena gejala yang berkembang perlahan, biasanya penderita seperti ini berobat karena komplikasi diabetes misalnya gangguan penglihatan.

Diabetes adalah penyakit yang sering tidak diwaspadai, padahal dapat mengakibatkan kecacatan dan kematian. Dengan semakin berkembangnya pengobatan, seseorang penderita diabetes dapat hidup dan beraktivitas normal. Meskipun bila tidak terdeteksi dan tidak dikontrol akan mengakibatkan bermacam-macam komplikasi yang ditimbulkan.

Kadar gula darah tinggi akan menyebabkan kerusakan pembuluh darah yang mengakibatkan kerusakan jantung, gagal ginjal, kebutaan, infeksi kaki, gangren dan amputasi kaki. Diabetes melitus juga merupakan faktor risiko terjadinya penyakit jantung.

Melihat kecenderungan penderita diabetes yang terus meningkat, serta komplikasi yang ditimbulkan diperlukan upaya-upaya pencegahan yang terdiri dari olahraga dan pengaturan diet dengan makanan yang sehat.

World Diabetes Foundation adalah salah satu yayasan yang peduli akan upaya pencegahan penyakit diabetes di negara berkembang dan memprakarsai kegiatan Global Diabetes Walk yaitu melakukan kegiatan jalan sehat bersama di seluruh dunia. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan perhatian masyarakat akan penyakit diabetes, baik upaya pencegahan maupun pengobatannya

Tema yang diambil pada tahun ini adalah Global Diabetes Walk
Understand Diabetes and Take Control.
Di Kota Kupang, Klinik Diabetes Kartini bekerja sama dengan PT. Askes memprakarsai kegiatan jalan sehat tersebut pada tanggal 20 November 2009 dengan tujuan mengingatkan masyarakat NTT untuk berolahraga sebagai salah satu upaya pencegahan memerangi diabetes.
(dr. Andreas Nuho Fernandez Lewai, SpPD, Klinik Diabetes Kartini, Jl El Tari 1 No 2 Kupang)


Pos Kupang Minggu 15 November 2009, halaman 11 Lanjut...

Valentino Rossi dan Kepala Desa Kami

Cerpen Amanche Franck

SEBENARNYA tidak ada hubungan darah antara Valentino Rossi, pembalap nomor satu dunia dengan kepala desa kami. Aku mengatakannya demikian karena kenyataannya jelas sekali. Valentino Rossi orang Italia, seorang pembalap ternama, kaya lagi, dan ganteng memang. Sedangkan kepala desa kami orang kita, seorang yang sederhana, dengan wajah biasa-biasa kalau tidak mau dikatakan jelek, dan ia hanya kepala desa, aparatur negara kita.

Mungkin hubungan antara Valentino Rossi dan kepala desa kami adalah hubungan sebab akibat. Tersebab oleh si Valentino Numero Uno yang beraksi di laga Moto GP, maka habislah babi-babi di kandang kepala desa kami.

Begini latar belakang ceritanya. Kepala desa kami sangat doyan sama balap motor apalagi Moto GP, lebih lagi sama si Valentino Rossi, yang katanya sangat hebat sampai digelari The Doctor.

Kepala desa kami sangat menghargai si Valentino Rossi. Atau yang paling parah dikatakan dia sangat mencintai figur si Valentino Rossi, atau ngefans, atau sangat mengidolakan si pembalap ini. Bayangkan saja, pakaian kadesnya sering diganti dengan kostum Valentino Rossi yang dibeli di pasar inpres desa kami. Semua barang di kantor desa dan di rumahnya ditempel dengan stiker Rossi.

Mulai dari lemari, laci meja, meja kerja di kantor, sampai peralatan makan di rumahnya berlabel Rossi. Motor win tua berplat merah pun di tulis The Doctor, di samping bodi motor itu. Agenda kerjanya bahkan sangat dipengaruhi agenda Rossi. Kegiatan di kantor desa harus libur kalau malamnya ada balap Moto GP.

Mulai dari pagi kepala desa dan beberapa stafnya sudah mulai menganalisis dan berkonferensi pers ala kadarnya, khusus membahas trik dan strategi terbaru Rossi supaya tetap terdepan. Jangan pernah ada satu staf pun atau warga desa yang menggemari Casey Stoner, Jorge Lorenzo, atau pembalap lain. Tentu, ia langsung bertentangan dengan pucuk pimpinan desa kami, yakni kepala desa kami yang terhormat.

Begini katanya ketika Rossi ingin tampil di sirkuit Sepang Malaysia: "Aaaaaa. Saudara-saudari yang terkasih, para staf desa, sesama penggemar Rossi yang saya hormati. Hari ini kegiatan kita di kantor dihentikan mengingat malam ini ada kegiatan balap dari Saudara kita Rossi di Malaysia. Kebetulan Malaysia sangat dekat dengan negara kita. Jadi sebagai bentuk toleransi baiklah hari ini kita berdiam sambil mengarahkan kegiatan kita di depan layar kaca nanti malam".

Ajakan dan seruan kepala desa itu disambut hangat semua staf. Ada di antaranya yang juga sangat gemar sama Rossi, tapi ada juga yang mau cepat-cepat kembali ke rumah.

Oh yach..., tentang babi-babi milik kepala desa kami yang tak tahu menahu soal ini. Mereka pun menjadi korban lantaran dijadikan taruhan di ajang balap motor Valentino Rossi oleh kepala desa kami. Begini pula kisahnya. Ini pun terjadi setahun silam ketika Rossi harus menyerah dari pesaing beratnya Casey Stoner. Konon, kepala desa kami melakukan taruhan gaya pasang miring dengan seorang pengusaha ternak babi desa kami, sebut saja Om Nabas.

Dan Om Nabas inilah penentang utama Pak Kepala Dosa, eh sori Kepala Desa kami ini, karena si Nabas adalah penggemar berat Stoner. Untuk jumlah babi antara keduanya fitty-fifty alias imbang. Nabas adalah pengusaha babi yang memiliki babi berkandang-kandang, sedangkan kepala desa kami pun memiliki babi nyaris satu kampung.

Malam itu, semua aktivitas desa terhenti. Semua kegiatan di desa terpusat di sirkuit balap untuk Valentino Rossi, Casey Stoner dkk, serta di rumah kepala desa untuk dua petaruh, Om Nabas, dan Kepala Desa serta semua warga desa, tua muda, laki perempuan, kecil besar. Semua hadirin tegang, apalagi dua petaruh besar ini. Di sirkuit balap, Valentino Rossi dan Casey Stoner tampil gagah dengan motor balap masing-masing.

Di rumah Kepala Desa di depan layar televise, Kepala Desa dan Om Nabas tahan napas sambil jantungnya balapan. Rossi sudah mengambil start, begitu pun Stoner dan pembalap lain sudah di lintasan masing-masing. Di samping mereka ada seorang umbrella girl, gadis paying, dengan rok mini, dan senyum manis menggoda.

Di samping Kepala Desa dan Om Nabas ada istri masing-masing dengan rok blus panjang, dengan dandanan menor, serta konde rambut ta'i sapi. Rossi Stoner tegang, kepala desa dan Om Nabas pun tegang, walau beda medan laganya. Dengan sorakkan dan gemuruh seluruh isi sirkuit, Stoner dan Rossi mulai meliuk-liuk, cari posisi terdepan, sambil zigzag seturut kelokan sirkuit. Rumah kepala desa pun riuh reda dengan sorak tepuk tangan dan teriakan-teriakan warga kampung.

Kepala Desa dan beberapa warga Pro Rossi, sedangkan Om Nabas dan sekelompok Pro Stoner. Badan kedua pembalap meliuk-liuk patah kiri dan kanan, dan sampai di trek lurus keduanya saling memburu, inilah adegan di layar kaca. Di ruang rekreasi rumah kepala desa, para pendukung kedua pembalap saling hujat sambil terus mendukung pembalap masing-masing. "Rosi, Rossi, hidup Rossi Numero Uno.." Begitu teriak yang Pro Rossi. " Ayo Stoner, sikut dia, salip dia, potong dia, injak gas.,ini gaya khas yang mendukung Stoner.

Balapan sudah semakin panas karena sudah masuk pada putaran lima belas. Kedua pembalap masih saling kejar. Gemuruh rumah kepala desa tak kalah dengan gemuruh sirkuit balapan. Tinggal beberapa putaran saja, semua orang sudah bisa tahu hasilnya. Om Nabas kelihatan tenang tapi tegang, Kepala Desa terlihat senyum tapi dikulum.

Di dalam televisi, di sirkuit balap, Rossi dan Stoner masih menunaikan tugas masing-masing. Mereka tak tahu, di sebuah desa yang terpencil yang jauh dari keramaian sirkuit balap dan glamour Moto GP, mereka sedang disanjung, dipuja, dan sangat diharapkan untuk menang. Situasi mulai kacau dan ramai di rumah kepala desa dan sirkuit balap, ketika pada dua putaran terakhir kedua pembalap sudah mau saling mendahului. Menit-menit terakhir bagai sakrat maut, ketika dua pembalap saling menyikut dengan satu dua trik untuk semakin terdepan.

Kepala Desa dan Om Nabas sudah berdiri dengan sorakkan-sorakkan permohonan, kiranya idola masing-masing menyentuh garis finish.

Lintasan terakhir adalah lintasan penentu, ketika Casey Stoner dengan mudah melewati si Numero Uno. Seluruh semesta sirkuit seperti sunyi tak berdaya. Begitu pun di rumah kepala desa nun jauh di desa kami. Seluruh jagat desa kami hening sejenak sambil mengakui segala ketidakpercayaan ini. Rossi kalah dan Kepala desa kami pun kalah.

Om Nabas bersorak gempita menyambut kemenangan idolanya Stoner. Ketika Stoner mengadakan Victory Lap untuk merayakan kemenangannya, Om Nabas pun berlari keliling rumah Pak Kades merayakan kemenangannya bertaruh dengan Pak Kepala Desa.

Malam itu Om Nabas pulang dengan sorak sorai sambil membawa 50 ekor babi milik kepala desa. Sesuai kontrak taruhan, pasang miring terjadi dengan 25 ekor babi taruhan Om Nabas, dan 50 ekor babi milik kepala desa kami. Malam itu Om Nabas total mengumpulkan 75 ekor babi. Kepala desa kami, seperti biasanya seorang yang kalah, hanya tertunduk lesu diam tak bicara. Bahkan dari raut wajahnya, mudah ditebak beliau lebih sedih dan terpukul ketimbang si Numero Uno, Valentino Rossi. Demikian kisah tentang kepala desa kami penggemar berat Valentino Rossi.

Ahhh.. Aku hampir lupa menginformasikan kepada anda sekalian, babi-babi di rumah kepala desa kami, sudah habis dijual dan dari hasil penjualan itu, Pak Kepala Desa kami mungkin minggu depan mau membeli tiket nonton langsung Moto GP. Kita berharap beliau dapat bertemu dengan idolanya si Numero Uno, VALENTINO ROSSI.

Untuk Semua Penggemar Moto GP dan Fans Valentino Rossi.
Komunitas Sastra Seminari Tinggi Sint Mikhael Penfui.


Pos Kupang Minggu 15 November 2009, halaman 6 Lanjut...

Posting Lama